Home » , » Budidaya Cabai Rawit

Budidaya Cabai Rawit

Posted by ERWIN EDWAR

A.    Pendahuluan.
Cabai rawit adalah termasuk bahan bumbu utama dalam memasak. Cabai rawit ini banyak permintaannya, selain itu harganya juga mahal. Sehingga ketika usaha cabai rawit ini ditekuni maka akan mendapatkan keuntungan yang besar, karena dalam menanam cabai rawit yang benar maka akan menghasilkan buah yang memuaskan. Saya yakin kita semua pernah melihat cabai rawit dan memakannya . Bagi kita yang biasa memakan makanan dengan sambal cabai , rasanya belum lengkap apabila tidak dilengkapi dengan sambal cabai. Oleh karena itu cabai tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan sehari – hari karena hamper semua jenis masakan yang kita makan menggunakan bumbu cabai besar atau cabai rawit .
Jenis Cabai Rawit yang sering diusahakan adalah sebagai berikut :
1.      Cabai Kecil atau Cabai Jemprit.
Buahnya kecil dan pendek , lebih pedas dibandingkan Jenis cabai lainnya.
2.      Cabai Putih atau Cabai Domba.
Buahnya lebih besar dari cabai jemprit atau cabai celepik , dan rasanya kurang enak.
3.      Cabai Celepik.
Buahnya lebih besar dari pada cabai jemprit dan lebih keci dari cabai domba. Rasanya tidak sepedas cabai jemprit . Sewaktu muda berwarna hijau setelah masak berwarna merah cerah
B.     Bercocok Tanam.
Pertumbuhan tanaman cabai rawit yang baik dan hasil produksinya tinggi merupakan dambaan dan harapan kita semua . untuk mencapai tahapan tersebut kita harus melakukan kegiatan bercocok tanam cabai rawit yang menggunakan tahapan -  tahapan sebagai berikut :
1.      Pengolahan Tanah.
Pengolahan Tanah dapat dilakukan dengan cara membajak atau mencangkul sedalam 25 – 30 cm hingga tanah menjadi gembur. Setelah itu biarkan 7 – 14 hari untuk mendapatkan sinar matahari.
a.      Pembuatan Bedeng :
1.      Lebar bedeng 100 – 120 cm.
2.      Tinggi bedeng 20 – 30 cm.
3.      Jarak antara bedeng dengan bedeng lainnya 30 – 45 cm .
4.      Arah bedeng memanjang ke utara selatan .
5.      Syarat pupuk kandang yang baik adalah tidak berbau. tidak panas. berwarna kehitam hitaman , dan benar – benar sudah matang.  
6.      Jarak tanaman cabai rawit sebagai berikut 50 x 100 cm. 60 x 70 cm. 50 x 90 cm.
b.      Cara Pembuatan Jarak Tanaman.
1.      Pasang tali kenca ( pelurus ) sejajar dengan panjang bedeng , kira – kira 10 cm dari tepi bedeng.
2.      Ukur jarak tanaman yang diinginkan pada sepanjang tali kencana tersebut.
3.      Buat lubang tanaman sesuai dengan jarak tanaman tersebut , kemudian beri pupuk besar.
a.       Pupuk Kandang = 1 kg / lubang.
b.      Pupuk Urea.
c.       Pupuk TSP.
d.      Pupuk KCI.
4.      Campurkan ketiga pupuk buatan hinga rata dan masukan pada setiap lubang yang telah dibuat.
2.      Persemaian.
Persemaian merupakan kegiatan untuk menghasilkan bibit tanaman atau calon tanaman yang baik .
Adapun Tahapan Pesemaian adalah sebagai berikut :
1.      Membuat Bedeng atau Tempat Persemaian.
Ukuran bedeng pesemaian sebagai berikut :
a.       Lebar bedeng 1 – 1,2 m. 2
b.      Panjang bedeng 3 – 5 m.3
c.       Tinggi bedeng 15 – 20 cm.
2.      Penyemaian Benih.
Kebutuhan benih untuk satu hektar berkisar antar 300 – 500 benih . Sebelum benih disemai atau ditabur , tempat pesemaian disiram merata .
Beberapa cara menyemai benih cabai rawit sebagai berikut :
1.      Semai bebas atau ditabur merata.
2.      Semai dalam baris.
3.      Semai berkelompok.
3.      Penanaman.
Bibit tanaman cabai rawit yang telah berumur 1 bulan segera ditanam . Penanaman sebaiknya pada sore hari agar tanaman tidak layu.
Ciri – ciri bibit yang siap tanam adalah sebagai berikut :
1.      Telah berumur satu bulan.
2.      Tidak terserang hama dan penyakit.
3.      Pertumbuhan tanaman seragam.
Cara penanaman :
1.      Siram bibit yang akan ditanam.
2.      Pilih bibit yangakan ditanam.
3.      Lepaskan bumbung atau pelastik dari bibit.
4.      Padatkan tanah disekeliling tanaman bibit yang telah dimasukan ke lubang agar tidak rebah  
4.      Pemeliharaan Tanaman.
a.      Penyiraman.
Penyiraman dilakukan 2 kali sehari atau disesuaikan dengan keadaan tanah .
b.      Penyiangan.
Rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman harus dicabut atau di siang dengan kored atau sabit.
c.       Pemupukan.
Jumlah pupuk yang dibutuhkan dalam satu hektar adalah 1urea = 200 kg.  2TSP = 200 kg. 3 KCI = 150 kg.
d.      Hama dan Penyakit.
Hama yang sering menyerang tanaman cabai rawit adalah sebagai berikut :
1.      Tungau marah.
2.      Kutu daun berwarna kuning.
3.      Kutu gurem atau thrips.
Tanda - tanda tanaman terserang adalah
1.      Tanaman berwarna seperti perak.
2.      Tanaman tampak pucat.
3.      Daun menjadi layu.
Pengendaliannya dengan cara :
1.      Cabut tanaman yang terserang berat.
2.      Kumpulkan bagian tanaman yang terserang , lalu dibakar.
C.    Panen.
Panen merupakan kegiatan yang akan kita nikmati nanti sebagai hasil jerih payah. Selama penanaman , produksi cabai rawit hampir sama dengan cabai besar. Hanya saja umur cabai rawit lebih lama yaitu 2 – 3 tahun , sehingga produksi cabai rawit lebih tinggi dari pada cabai besar . Cabai rawit dapat dipanen hijau ( muda ) dan dipanen merah atau sudah masak . Bila cabai rawit di panen hijau, cabai kelihatan bernas dan berisi . Pemanenan cabai rawit dapat dilakukan 4 – 7 hari sekali atau tergantung pada situasi harga pasaran.



0 komentar:

Post a Comment

Blog Archive

Total Pageviews