Keutamaan Shalat Tahiyatul Masjid

A.    Pendahuluan.
Shalat Tahiyatul Masjid merupakan shalat yang dilaksanakan sebanyak dua roka’at yang dilakukan seseorang saat masuk ke dalam masjid dan hukumnya termasuk ke dalam sunnah dan menjadi hak setiap orang yang akan masuk ke masjid. Shalat Tahiyatul Masjid ini disyariatkan untuk setiap waktu ketika seseorang memasuki masjid dan memiliki maksud untuk duduk di dalamnya. Ini adalah pendapat dari Imam Asy-Syafi’i serta Ahmad bin Hambal yang kemudian juga diperkuat oleh Ibnu Baz, Ibnu Taimiyah dan juga Ibnu Al-Utsaimin –rahimahumullah.
1.      Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk.” (HR. Al-Bukhari no. 537 & Muslim no. 714).
2.      Jabir bin Abdilah–radhiyallahu ‘anhu juga berkata, “ulaik Al-Ghathafani datang pada hari Jum’at, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berkhutbah, dia pun duduk. Maka beliau langsung bertanya padanya, “Wahai Sulaik, bangun dan shalatlah dua raka’at, kerjakanlah dengan ringan.” Kemudian beliau bersabda, “Jika salah seorang dari kalian datang pada hari Jum’at, sedangkan imam sedang berkhutbah, maka hendaklah dia shalat dua raka’at, dan hendaknya dia mengerjakannya dengan ringan.” (HR. Al-Bukhari no. 49 dan Muslim no. 875).
B.     Keutamaan Shalat Tahiyatul Masjid.
Berikuti ini adalah beberapa keutamaan melaksanakan shalat tahiyatul masjid bagi mereka yang melaksanakannya. Diantaranya :
1.      Bentuk Pemuliaan Pada Masjid.
Melaksanakan shalat tahiyatul masjid ini merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap masjid dimana merupakan rumah Allah atau baitullah. Menurut jumhur ulama, kedudukan dari shalat sunnah ini adalah seperti pada saat mengucapkan salam di saat masuk rumah atau mengucapkan salam saat bertemu dengan saudara seiman.
Ini juga kembali ditekankan oleh Imam Nawawi rahimahullaah yang mengatakan, “Sebagian mereka (ulama) mengungkapkannya dengan Tahiyyah Rabbil Masjid (menghormati Rabb -Tuhan yang disembah dalam- masjid), karena maksud dari shalat tersebut sebagai kegiatan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, bukan kepada masjidnya, karena orang yang memasuki rumah raja, ia akan menghormat kepada raja bukan kepada rumahnya.” (Hasyiyah Ibnu Qasim: 2/252).
2.      Menutupi Kekurangan Shalat Wajib.
Shalat tahiyatul masjid juga digunakan untuk menutupi kekurangan shalat wajib. Hal ini tercermin dari sebuah hadits Rasulullah Saw yang berarti, “Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah shalat. Allah ‘azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, “Lihatlah pada shalat hamba-Ku. Apakah shalatnya sempurna ataukah tidak? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam shalatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad).
3.      Menghapus Dosa dan Ditinggikan Derajat.
Shalat tahiyatul masjid yang menjadi salah satu shalat sunnah ini juga akan menghapus dosa dan meninggikan derajat, karena dengan memperbanyak sujud bisa dilakukan dengan cara menjalankan beberapa shalat sunnah seperti shalat tahiyatul masjid. “Aku berkata pada Tsauban, ‘Beritahukan padaku suatu amalan yang dicintai Allah’.” Ketika ditanya, Tsauban malah diam. Kemudian ditanya kedua kalinya, ia pun masih diam. Sampai ketiga kalinya, Tsauban berkata, ‘Aku pernah menanyakan hal yang ditanyakan tadi pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda :”Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu’.” Lalu Ma’dan berkata, “Aku pun pernah bertemu Abu Darda’ dan bertanya hal yang sama. Lalu sahabat Abu Darda’ menjawab sebagaimana yang dijawab oleh Tsauban padaku.” (HR. Muslim).
4.      Cermin Ketakwaan dan Tawakkal.
Melaksanakan shalat tahiyatul masjid juga merupakan salah satu cerminan dari tingkat ketakwaan dan juga rasa tawakkal atau berserah diri dari seorang hamba Allah pada Allah SWT. Salah satu shalat sunnah ini adalah salah satu wujud dari kesungguhan serta tekad yang berasal dari seorang hamba yang dilakukan hingga rela menghabiskan waktu, tenaga bahkan mungkin hartanya hanya untuk mengerjakan shalat sehingga lebih mendekatkan diri pada Allah. Oleh karena itu, akan sangat wajar jika seorang hamba yang melakukan shalat tahiyatul masjid merupakan cerminan dari ketaatan serta ketakwaan pada Allah. Allah juga sudah menjanjikan berbagai pahala serta kemuliaan sebagai pahala dari menjalankan shalat tahiyatul masjid ini.
5.      Menyelesaikan Masalah Dalam Hidup.
Keutamaan lain dari shalat tahiyatul masjid adalah sebagai sarana dalam menyelesaikan segala macam permasalahan yang terjadi di dalam hidup. Dalam kehidupan Rasulullah saw yang paling mulia, beliau pernah mendapatkan masalah atau urusan sehingga membuat beliau menjadi prihatin dan resah  sehingga Rasulullah saw lebih memperbanyak shalat-shalat sunnahnya.
Dalam hadits Qudsi, “Allah SWT telah memerintahkan kepada manusia agar mengerjakan sholat-sholat sunnah dengan niat hanya karena Allah swt. semata, yang dimulai dari sejak awalk hari paling sedikit empat rakaat, maka Allah  akan memberikan kecukupan kepadanya”. (Sunan Ad-Darimi; Musnad Ahmad).
6.      Menambahkan Kesempurnaan Shalat Fardu.
Keutamaan dan juga manfaat dari menjalankan shalat sunnah seperti shalat tahiyatul masjid ini adalah untuk menyempurnakan shalat fardhu.
Dengan ini, jika ada kelalaian pada shalat fardhu, lupa, kesalahan atau kekurangan maka bisa disempurnakan dengan shalat sunnah tersebut. “Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya”. (QS. Al-Baqarah [2]: 184). Sholat-sholat sunnah atau yang juga disebut dengan sholat tathawwu’ termasuk dalam wilayah kebajikan dari sisi ayat yang disebutkan di atas. Yang dimaksud dengan kata “itulah yang lebih baik baginya” adalah lebih memperbaiki dan menyempurnakan adanya kekurangan-kekurangan kebaikan pada yang wajib.
7.      Sebagai Bentuk Rasa Syukur.
Shalat tahiyatul masjid juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur dari seorang hamba kepada Allah SWT atas segala nikmat yang sudah diperoleh seperti nikmat rezeki, nikmat kesehatan, nikmat mendengar, nikmat bernafas, nikmat berjalan dan berbagai nikmat lain yang sudah Allah SWT berikan. Semasa hidup Rasulullah saw. pada setiap malamnya selalu mengerjakan sholat sunnah hingga kaki beliau bengkak.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, ketika istri beliau Aisyah melihatnya, Aisyah bertanya: bukankah Allah SWT telah mengampuni semua dosamu yang telah terjadi dan juga yang akan datang?. Kemudian Nabi menjawab dan berkata:  Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang banyak bersyukur (kepada Allah)?” (HR. Bukhari, Muslim).
8.      Shalat Tahiyatul Masjid Merupakan Sebaik-Baik Amalan.
Shalat tahiyatul masjid merupakan amalan yang paling utama.
Tsauban berkata jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Beristiqamahlah kalian dan sekali-kali kalian tidak dapat istiqomah dengan sempurna. Ketahuilah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah shalat. Tidak ada yang menjaga wudhu melainkan ia adalah seorang mukmin.” (HR. Ibnu Majah no. 277 dan Ahmad 5: 276. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
9.      Meraih Wali Allah Yang Terdepan.
Dengan rajin menunaikan shalat sunah seperti tahiyatul masjid ini, maka seseorang akan dijadikan wali Allah yang sangat istimewa. Wali Allah yang dimaksud disini bukanlah seseorang dengan ilmu sakti seperti dapat terbang serta memakai tasbih dan surban, namun orang yang beriman dan bertakwa.
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus: 62-63).
10.  Shalat Yang Dianjurkan dan Tidak Bisa Diremehkan.
Shalat tahiyatul masjid merupakan shalat yang sangat dianjurkan dan tidak dapat dianggap remeh dan dengan melaksanakan shalat ini maka akan dimuliakan di surga karena sudah memuliakan masjid.
Rasulullah SAW. bersabda: “Sesungguhnya di antara tanda-tanda dekatnya kiamat adalah seseorang melalui (masuk) masjid, namun tidak melakukan shalat dua rakaat di dalamnya.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya).
Demikian penjelasan lengkap dari kami mengenai keutamaan dari shalat tahiyatul masjid. Dengan mengetahui kehebatan dari shalat tahiyatul masjid ini, maka sudah selayaknya kita mencoba untuk melaksanakannya dengan niat untuk semakin mendekatkan diri pada Allah SWT yang sudah menciptakan kita dan memberikan banyak nikmat untuk kita.



Comments