Home » , , , , » Manfaat Daun Bandotan

Manfaat Daun Bandotan

Posted by ERWIN EDWAR

A.    Pendahuluan.
Bandotan atau yang dalam bahasa latinnya memiliki nama Ageratum conyzoides L. pada awalnya merupakan tumbuhan liar yang tumbuh di sekitar kebun. Tempat tumbuhnya dari 1 sampai 2100 metr dpl. Tumbuh disawah-sawah, ladang,semak belukar, halaman kebun, tepi jalan, tanggul dan tepi air. Setelah diteliti akan kandungan senyawa yang berada ditanaman ini, kini banyak orang beralig menggunakan tanaman bandotan ini sebagai obat tradisional dan alternatif. Padahal hal ini telah dilakukan oleh orang tua jaman dahulu yang juga turut menggunakan tanaman ini sebagai tanaman obat tradsional bagi mereka. Nama Lain Bandotan adalah :
1.      Babadotan (Sunda)..
2.      Bandotan (Melayu/jawa).
3.      Wedusan (Jawa Tengah).
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan,

Kandungan daun bandotan (Ageratum conyzoides) yang bersifat senyawa seperti asam amino, oraganacid, pectic substance, ageratochromene, friedelin, ß-sitosterol, stigmasterol, tannin, sulfur, dan potassium chloride, Saponin, Flavonoida, Polifel.
Akar bandotan mengandung minyak atsiri, alkaloid, dan kumarin. Bandotan juga berkhasiat sebagai stimulan, tonik, pereda demam (antipiretik), antitoksik, menghilangkan pembengkakan, menghentikan perdarahan (hemostatis), peluruh haid (emenagog), peluruh kencing (diuretik), dan pelumuh kentut (kaiminatit). Daun bandotan dapat digunakan pula sebagai insektisida nabati. Selain Ageratum conyzoide.s L., terdapat bandotan varietas lain yang mempunyai khasiat yang sama, yaitu Ageratum haoustonianum Mill. Ekstrak daun bandotan (Eugenol 5% dan HCN 10%) dapat memperpanjang siklus birahi dan memperlambat perkembangan folikel mencit betina (virgin dan non virgin).  Khasiat daun bandotan dalam dunia pengobatan maupun kecantikan, ternyata cukup menarik perhatian para pengguna tanaman obat. Manfaat tanaman ini termasuk untuk mengatasi berbagai penyakit ringan dan berat. Mulai dari sariawan mulut, rematik, influenza, hingga penyakit berat seperti malaria dan tumor pun dapat diobati menggunakan tanaman bandotan.
Tanaman yang sering dianggap sebagai gulma ini ternyata berkhasiat untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, disebabkan sifat obat yang terdapat dalam akar dan bagian lain dari tanaman ini. Ciri khas daun bandotan adalah baunya yang kurang sedap, saat layu dan busuk. Wajar saja, jika sebagian daerah menyebutnya dengan rumput tahi ayam. Herbal ini memiliki efek farmakologis seperti antipiretik (pereda demam), anti toksik, anti inflamasi, diuretic, tonik, stimulant, emenagog (peluruh haid), hemostatis (hentikan pendarahan), dan lainnya.
Bagi sebagian orang mungkin tanaman bandotan ini masih asing inilah beberapa ciri ciri Tanaman bandotan :
1.      Habitus herba, 1 tahun.
2.      Tinggi 10-120 cm.
3.      Batang tegak atau terbaring.
4.      Daun tunggal, bulat telur.
5.      Panjang daun sekitar 3-4 cm.
6.      Lebar daun sekitar 1-2,5 cm.
7.      Bentuk malairata.
8.      Panjang 6-8mm.
9.      Tangkai berambut.
10.  Kelopak berbulu, hijau.
11.  Mahkota berbentuk lonceng.
12.  Warna mahkota putih atau ungu.
13.  Akar tunggang, putih kotor.
B.     Manfaat Daun Bandotan.
Dibawah ini Ada beberapa manfaat daun bandotan untuk mengobati berbagai jenis penyakit dan disebutkan pula cara menggunakannya, diantaranya : 
1.      Mengatasi sariawan mulut dan pendarahan rahim.
Rebus 15 gram herba bandotan bersama 2 gelas air. Biarkan airnya mendidih dan tersisa seperuhnya. Setelah airnya dingin, saring dan minum sampai habis. Lakukan 2 hingga 3 kali dalam sehari.
2.      Mengobati penyakit bisul.
Cuci seluruh tanaman bandotan, campur dengan nasi basi dan sedikit garam dapur. Tumbuk atau giling hingga lumat. Balurkan pada bisul di kulit anda, balut dengan kain kasa.
3.      Mengatasi tumor rahim.
Ambil 50 gram herba bandotan segar, rebus bersama 750 ml air. Biarkan mendidih dan tersisa 250 ml air. Setelah airnya dingin, minum dengan segera. Rutin dalam pengobatan tradisional ini, hingga sembuh.
4.      Mengobati rematik dan bengkak akibat terkilir.
Sediakan segenggam daun bandotan, sekepal nasi basi, dan ½ sdt garam dapur. Tumbuk semua bahan hingga berbentuk pasta. Balurkan pada area tubuh yang bengkak, balut dengan kain bersih. Biarkan selama 2 jam. Ulangi perawatan, 3 kali dalam sehari.
5.      Mengatasi sakit tenggorokan.
Cuci 60 gram daun bandotan, tumbuk dan peras untuk mendapatkan airnya. Campur dengan larutan gula batu, minum sebanyak 3 kali dalam sehari.
6.      Mengatasi radang telinga (otitis media).
Cuci tanaman bandotan hingga bersih menggunakan air yang mengalir. Tumbuk sampai lembut, peras dan saring untuk mengambil airnya. Gunakan airnya sebagai obat tetes telinga yang sakit. Teteskan sebanyak 2 tetes, 4 kali dalam sehari.
7.      Mengobati perut kembung dan mulas (kolik).
Cuci tanaman bandotan yang masih muda. Potong – potong menjadi bagian kecil. Rebus bersama 3 gelas air, sehingga tersisa segelas air saja. Saring dan minum airnya setelah dingin, 3 kali sehari.
8.      Mengatasi eksim dan luka berdarah.
Ambil tanaman bandotan, cuci menggunakan air bersih dan mengalir. Lembutkan dengan menumbuknya hingga lumat. Balurkan pada area kulit yang bermasalah, balut dengan kain kasa. Ganti balutan, 3 kali dalam sehari. Ulangi perawatan ini secara rutin, hingga sembuh.
9.      Mengobati malaria dan influenza.
Sediakan 60 gram daun bandotan beserta bagian tanaman lainnya. Setelah dicuci, rebus dengan 500 ml air. Biarkan hingga tersisa setengahnya. Setelah air dingin, saring dan minum di pagi dan malam hari.
10.  Merawat kecantikan rambut.
Cuci daun dan batang tanaman bandotan, menggunakan air bersih. Tumbuk hingga lembut, gunakan sebagai masker rambut. Pakai topi mandi selama 2 jam. Bilas rambut anda dengan air bersih dan shampo. Lakukan perawatan ini secara teratur, sehingga rambut pun cantik dan sehat. Khasiat Tanaman Bandotan Lainnya
11.  Melegakan pernafasan
12.  Sebagai obat mata
13.  Meredakan demam
14.  Mengobati radang paru (pneumonia)
15.  Mengobati mimisan (keluar darah dari hidung)
16.  Mengobati diare
17.  Mengobati disentri
18.  Melancarkan kencing.
19.  Mengatasi pegal linu.
20.  Memulihkan energi tubuh, setelah bekerja seharian.
Karena khasiatnya yang banyak tersebut, maka Leluhur atau Tokoh Sunda pun mengabadikannya melalui sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Aan Darwati yang berjudul Kembang Babadotan. Dibawah ini ada lirik lagunya, sedangkan Video Lagunya bisa anda lihat di Channel Youtube Saya. Ini Lirik lagunya yang berbahasa Sunda.

AAN DARWATI - KEMBANG BABADOTAN (Lirik Lagu). 


Aduh nyeri ... Aduh perih. Sok nyangkelit kana ati. Perih asa digerihan.
Aduh bingung ... Aduh susah. Harkat beda tinu lian. Ukur kembang babadotan.
Mun neumpo Kembang Eros.. Resep Sedap Malam. Panyari Malati dipake papaes bumi.
Eros ting harewos. Malati mah jeubi. Bari ngadilak ka kuring. Moyok pedah Babadotan.

Tapi heunteu lana. Saminggu geus layu. Dirawu dipiceun.
Nambru numpuk dijarian. Kakara guligah. Hate suka bungah. Moal pundah - pindah.
Najan hina kapibeutah. Engke ge areling. Mun kacugak beuling.
Kakara ngarieus kuring. Moal tutuluyan geuring.
Jeup waras ... Jeup waras. Isuk waras... Sore waras. Geura neang eusi alas.






0 komentar:

Post a Comment

Blog Archive

Total Pageviews