Home » , , » Mengenal Jenis Penyakit Burung Puyuh

Mengenal Jenis Penyakit Burung Puyuh

Posted by ERWIN EDWAR

Selalu ada kendala yang akan kita alami pada saat membudidayakan binatang ternak. Tidak terkecuali ketika Anda beternak burung puyuh. Walaupun mempunyai daya tahan yang cukup baik, masih ada kemungkinan burung puyuh peliharaan Anda terkena penyakit. Jika tidak diobati secara tepat, penyakit tersebut akan berkembang menjadi wabah hingga akhirnya mengakibatkan kematian massal. Terdapat beberapa penyakit yang harus diwaspadai karena sering dilaporkan menyerang burung Puyuh. Ada penyakit yang memberikan dampak tidak terlalu serius karena hanya menyebabkan burung puyuh menjadi lemas sampai kehilangan nafsu makan. Namun tidak sedikit pula penyakit - penyakit mengakibatkan efek sangat parah seperti kelumpuhan dan kematian secara mendadak. Sebagai peternak, Anda wajib membekali diri tentang informasi-informasi penyakit tersebut agar dapat melakukan pencegahan dan pengendalian secara dini.
Di bawah ini nama penyakit - penyakit yang paling berbahaya bagi burung puyuh :
1.      Tetelo.
Penyakit tetelo dikenal juga sebagai penyakit geleng-geleng atau Castle Disease. Penyakit yang disebabkan oleh virus Paramyxo ini mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan burung puyuh. Gejala awal ditandai dengan turunnya nafsu makan, puyuh kelihatan lebih sering minum, kotorannya encer berwarna hijau keputihan, dan tubuhnya limbung. Sesekali terlihat burung puyuh tadi mematuki temannya seolah-olah sedang meminta pertolongan. Setelah kondisinya cukup parah, sayap puyuh akan terkulai lemas, terjadinya kelumpuhan, serta leher terputar.
2.      Flu Burung.
Penyakit flu burung pada puyuh disebabkan oleh virus Avian influense A subtype H5N1. Penyakit ini umumnya menyerang kelenjar limfe sehingga daya tahan tubuh burung puyuh akan menurun drastis hingga menimbulkan kematian secara mendadak. Puyuh terkena flu burung terlihat lesu, kehilangan nafsu makan, jengger bengkak berwarna biru sampai berdarah, bulunya rontok, pembengkakan pada kepala atau mata, dan pendarahan di kaki. Karena gampang menyebar secara cepat, penyakit ini juga biasanya mengakibatkan kematian massal dengan tiba-tiba.
3.      Berak Kapur.
Berak kapur, berak putih, atau pullorum termasuk penyakit yang berbahaya bagi burung puyuh. Penyebab utamanya ialah bakteri salmonela pullorum dan bakteri gram negatif. Selain dapat menular ke burung puyuh lainnya, induk burung puyuh yang telah terkena penyakit berak kapur pun dapat menularkan ke anaknya melalui telur. Gejala-gejala penyakit berak telur di antaranya nafsu makan menurun, kotoran berwarna putih seperti cairan kapur, jengger berwarna abu-abu, mata menutup, tubuh tampak lemas, sayap menggantung, dan terjadinya kelumpuhan artritis. Beberapa puyuh juga menunjukkan bagian kloakanya berwarna putih karena kotoran yang menempel telah kering.
4.      Snot.
Wabah penyakit snot (coryza) biasanya terjadi saat musim pancaroba dan mampu menyerang burung puyuh dengan segala umur. Penyakit snot disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum yang menular melalui udara, debu, pakan, air minum, petugas kandang, dan peralatan yang dipakai. Puyuh yang telah terinfeksi oleh bakteri tersebut memiliki gejala-gejala yaitu mengeluarkan cairan air mata, puyuh tampak mengantuk dengan posisi sayap menggantung, hidung mengeluarkan lendir kental dan berbau menyengat, terjadi pembengkakan di sinus infra orbital, munculnya kerak hidung, serta puyuh mengorok karena sulit bernapas.
5.      Radang Usus.
Penyakit radang usus (quail enteritis) yang menyerang burung puyuh disebabkan bakteri anaerobic yang membentuk spora di dalam bagian usus sehingga mengakibatkan timbulnya radang. Gejala yang bisa diketahui terlihat burung puyuh tersebut menjadi lesu, matanya terkatup, dan warna bulunya tampak kusam karena tidak terawat. Selain itu, burung puyuh yang terkena penyakit radang usus juga akan mengeluarkan kotoran encer berair dan mengandung uric acid yang tinggi.
6.      Cacar Unggas.
Serangan virus pox pada burung puyuh akan menimbulkan penyakit cacar unggas. Bahayanya adalah penyakit ini bisa menyerang semua umur burung puyuh dan penularannya terjadi secara cepat. Penyakit cacar unggas bisa dikenali dari munculnya borok/kudis di bagian kulit tubuh, kaki, dan kepala burung puyuh sampai ke muka dan pinggiran paruh.
7.      Bronchitis.
Bronchitis juga tergolong penyakit yang cepat sekali menular ke burung puyuh. Jika tidak ditangani dengan benar sesegera mungkin akan terjadi kematian massal. Tanda-tanda dari burung puyuh yang memiliki penyakit bronchitis antara lain tubuhnya lesu, mata dan hidung mengeluarkan lendir, badan gemetar, bersin sampai batuk, serta sulit bernapas. Pemberian makanan dengan komposisi gizi yang tidak seimbang, sanitasi kandang yang buruk, sirkulasi udara yang kurang baik, dan kelembaban yang tinggi akan memicu terjadinya wabah penyakit bronchitis.
8.      Cacingan.
Burung puyuh pun dapat terserang penyakit cacingan. Penyakit ini disebabkan oleh cacing giling seperti cacing ascaris, cacing kremi, dan cacing tambang. Kondisi kandang yang kotor dan lembab akan mendorong terjadinya wabah penyakit cacingan. Hal ini bisa terlihat pada postur tubuh burung puyuh yang tampak kurus, tidak bertenaga, lesu, lemah, dan tidak nafsu makan.





0 komentar:

Post a Comment

Blog Archive

Total Pageviews