16 Standar Praktik Dalam Keperawatan Komunitas Disertai Kriteria Pengukurannya


16 Standar Praktik Dalam Keperawatan Komunitas Disertai Kriteria Pengukurannya 

A.    Pendahuluan.
Standar praktek keperawatan komunitas merupakan salah satu karakteristik profesi perawat komunitas yang diperlukan untuk menjamin mutu praktik keperawatan komunitas sehingga mutu asuhan keperawatan yang diberikan kepada masyarakat dapat dipertahankan pada tingkat optimal.
Tujuan dari adanya standar praktik keperawatan adalah :
1.      Meningkatkan mutu asuhan keperawatan.
2.      Meminimalkan tindakan - tindakan yang tidak bermanfaat.
3.      Menjaga mutu asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien di masyarakat, komunitas, kelompok dan keluarga.
American Nursing Association (ANA) membagi standar praktik keperawatan dalam 16 standar, baik bagi perawat generalisasi maupun spesialis diantaranya :
1.      Pengkajian.
2.      Prioritas; dan diagnose komunitas.
3.      Identifikasi hasil.
4.      Perencanaan.
5.      Implementasi, terdiri dari : koordinasi, pendidikan dan promosi kesehatan, konsultasi, aktivitas pengaturan).
6.      Evaluasi.
7.      Kualitas praktik.
8.      Pendidikan.
9.      Evaluasi praktik professional.
10.  Hubungan sejawat dan profesi lain.
11.  Kolaborasi.
12.  Etik.
13.  Penelitian.
14.  Menggunakan sumber - sumber.
15.  Kepemimpinan
16.  Advokasi. 
B.     Standar Praktik Keperawatan.
Standar praktik keperawatan merupakan acuan untuk praktik keperawatan yang harus dicapai oleh seorang perawat, dan dikembangkan untuk membantu perawat melakukan validasi mutu dan mengembangkan keperawatan.
Standar praktik keperawatan komunitas merupakan salah satu karakteristik profesi perawat komunitas yang diperlukan untuk jaminan mutu praktik keperawatan komunitas sehingga mutu asuhan keperawatan yang diberikan kepada masyarakat dapat dipertahankan pada tingkat optimal.
Menurut Dewan Pertimbangan Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) tahun 1999, standar praktik keperawatan merupakan komitmen profesi keperawatan dalam melindungi masyarakat terhadap praktik yang dilakukan oleh anggota profesi.
Di dalamnya terdapat penegasan tentang mutu pekerjaan seorang perawat yang dianggap baik, tepat, dan benar, yang digunakan sebagai pedoman dalam pemberian pelayanan keperawatan serta tolak ukur dalam penilaian kerja seorang perawat.
Tujuan standar praktik keperawatan di antaranya sebagai berikut :
1.      Meningkatkan mutu asuhan keperawatan dengan memberikan perhatian pada upaya dan peningkatan kinerja perawat terhadap target pencapaian tujuan.
2.      Meminimalkan tindakan - tindakan yang tidak bermanfaat bagi kllen sehlngga dapat menekan biaya perawatan.
3.      Menjaga mutu asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien di masyarakat, komunitas, kelompok, dan keluarga.
C.    Standar Praktik Keperawatan Menurut ANA (American Nursing Association).
Menurut ANA (2004), standar praktik keperawatan dapat dibagi dalam 16 standar dengan membagi dalam kompetensi perawat komunitas generalis dan spesialis. Berikut adalah penjelasan mengenai standar praktik keperawatan menurut ANA.
1.      STANDAR 1: Pengkajian.
Perawat kesehatan kornunitas mengkaji status komunitas menggunakan data, identifikasi sumber ­  sumber yang ada di komunitas, masukan dari komunitas dan pemangku kepentingan (stakeholder) lain, serta penilaian professional.
a.       Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Mengumpulkan data dari berbagai sumber yang berhubungan dengan masyarakat skala luas atau komunitas khusus.
2.      Menggunakan model dan prinsip - prinsip epidemiologi, demografi, biometri, sosial, perilaku, dan pemeriksaan fisik untuk mengolah data yang telah dikumpulkan.
3.      Menentukan prioritas pengkajian berdasarkan kepentingan kebutuhan atau risiko pada area geografis atau komunitas.
4.      Melakukan pengkajian berdasarkan kriteria yang ditentukan untuk memenuhi kebutuhan komunitas, nilai dan kepercayaan, sumber - sumber, dan faktor lingkungan yang relevan.
5.      Menganalisis data menggunakan teknik pemecahan masalah dan model keperawatan, kesehatan masyarakat, dan disiplin lain.
6.      Menggunakan data untuk mengidentifikasi kecenderungan dan penyimpangan dari pola kesehatan yang diharapkan di komunitas.
7.      Melakukan pengkajian data dokumen yang tidak dimengerti yang terlibat dalam proses.
8.      Menerapkan etik, hukum, dan menghormati privasi klien dalam mengumpulkan, mengolah, serta menyampaikan data dan informasi.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Mengumpulkan data dari berbagai sumber antar disiplin dengan menggunakan metode yang sesuai untuk mendapatkan atau memverifikasi data yang berfokus pada komunitas.
2.      Bekerja sama dengan komunitas, tenaga profesional kesehatan, dan pemangku kepentingan lain dalam pengumpulan data.
3.      Menginterpretasikan data dari berbagai sumber yang didapat selama proses pengkajian secara kompleks.
4.      Konsultasi dengan perawat kesehatan komunitas, komunitas, tim antar disiplin, dan pemangku kepentingan lain dalam merencanakan, mengatur, dan mengevaluasi sistem data yang berfokus pada kebutuhan dan keperluan komunitas.
2.      STANDAR 2 : Prioritas Dan Diagnosis Komunitas.
Perawat kesehatan komunitas menganalisis pengkajian data untuk menentukan prioritas atau diagnosis komunitas.
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Mendapatkan prioritas atau diagnosis komunitas berdasarkan pengkajian data seperti input dari komunitas.
2.      Menganalisis data yang berhubungan dengan akses dan penggunaan pelayanan kesehatan.
3.      Faktor yang berhubungan dengan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.
4.      Paparan yang ada dan berpotensi membahayakan.
5.      Keperawatan dasar dan ilmu kesehatan masyarakat yang terkait.
6.      Validasi diagnosis atau kebutuhan dari komunitas, dinas kesehatan dan organisasi masyarakat setempat, lokal, wilayah, dan statistik kesehatan yang ada dan dapat diaplikasikan.
7.      Diagnosis dokumen atau kebutuhan dengan cara memfasilitasi komunitas yang terlibat dalam menentukan rencana dan hasil yang diharapkan.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Mengorganisasikan data dan informasi kompleks yang didapat selama proses diagnosis kesehatan komunitas (sosial, budaya, demografi, status kesehatan, risiko kesehatan, geografi, Iingkungan) untuk mengidentifikasi kebutuhan dan risiko kesehatan komunitas.
2.      Secara sistematis, membandingkan dan menilai data komunitas yang relevan serta berprinsip pada ilmu dan kejadian di lingkungan dalam memformulasikan diagnosis banding dan menentukan prioritas.
3.      Berfungsi sebagai penghubung dalam komunitas, tenaga profesional kesehatan, dan pemangku kepentingan lain.
3.      STANDAR 3 : Identifikasi Hasil.
Perawat kesehatan komunitas mengidentifikasi hasil yang diharapkan untuk merencanakan berdasarkan prioritas atau diagnosis komunitas.
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Melibatkan komunitas, profesional lain, organisasi, dan pemangku kepentingan dalam merumuskan hasil yang diharapkan.
2.      Memperoleh kompetensi budaya yang diharapkan dari diagnosis.
3.      Mempertimbangkan kepercayaan dan nilai komunitas, risiko, keuntungan, biaya, bukti ilmiah terkini, dan keahlian ketika merumuskan prioritas dan hasil yang diharapkan.
4.      Memasukkan pengetahuan faktor lingkungan dan kejadian, sumber yang tersedia, waktu yang diperkirakan, etik, hukum, dan pertimbangan privasi dalam menentukan hasil yang diharapkan.
5.      Mengembangkan hasil yang diharapkan serta menyediakan kelanjutan proses dari identifikasi kebutuhan dan perhatian komunitas.
6.      Memodifikasi hasil yang diharapkan berdasarkan perubahan status kebutuhan dan perhatian komunitas serta ketersediaan sumber daya.
7.      Dokumen hasil yang diharapkan sebagai tujuan yang bisa diukur menggunakan bahasa yang dapat dimengerti untuk melibatkan semua komponen.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialls Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Menjamin bahwa mitra profesional terlibat dalam mengidentifikasi harapan yang diinginkan yang dilakukan dengan bukti ilmiah dan dapat diaplikasikan melalui implementasi praktik berbasis bukti (Evidence - Based Practice).
2.      Struktur hasil yang diharapkan dapat diukur untuk melaporkan, seperti faktor efektivitas biaya dalam menentukan kebutuhan kesehatan, komunitas, organisasi, dan kepuasan pemangku kepentingan lain serta keberlanjutan dan konsistensi di antara perawat dan tenaga professional lainnya dalam memberikan layanan kesehatan yang berhubungan dengan program dan layanan, resolusi, atau mengurangi kebutuhan kesehatan.
3.      Menerapkan kompetensi kesehatan masyarakat dan keperawatan ketika mengukur efektivitas praktik dalam komunitas atau populasi.
4.      STANDAR 4 : Perencanaan.
Perawat kesehatan komunitas mengembangkan perencanaan untuk mengidentifikasi strategi, rencana tindakan, dan alternatif untuk mencapai hasil yang diharapkan.  
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Mengembangkan komunitas yang berfokus pada perencanaan untuk pelayanan yang berhubungan dengan kesehatan berdasarkan pengkajian prioritas kebutuhan dan risiko kesehatan.
2.      Memasukkan pendekatan promosi dan pemulihan kesehatan, pencegahan penyakit, kecelakaan, atau penyakit, serta respons dan persiapan keadaan gawat darurat yang menjadi perhatian atau kebutuhan komunitas.
3.      Mempertahankan kontinuitas di dalam dan lintas program.
4.      Menetapkan perencanaan yang menggambarkan kompetensi budaya, pendidikan dan prinsip pembelajaran, serta prioritas yang mewakili kebutuhan komunitas dalam waktu yang berbeda.
5.      Mempertahankan partisipasi dari komunitas yang diidentifikasi, tenaga kesehatan profesional, organisasi, dan pemangku kepentingan lain dalam menentukan peranan dalam perencanaan, implementasi, dan proses evaluasi.
6.      Menerapkan standar yang ada, hukum, peraturan, dan kebijakan dalam proses perencanaan.
7.      Mengintegrasikan kecenderungan penelitian keperawatan terkini dan kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan proses perencanaan.
8.      Mempertimbangkan dampak ekonomi dari perencanaan komunitas dan organisasi.
9.      Mendokumentasikan perencanaan menggunakan bahasa yang menghormati kultur masyarakat dan dapat dipahami oleh seluruh partisipan.
10.  Menggunakan istilah - istilah standar dalam mendokumentasikan perencanaan.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Menerapkan pengkajian dan strategi implementasi dalam perencanaan yang menggambarkan bukti yang ada, meliputi data, penelitian, literatur, dan pengetahuan kesehatan masyarakat.
2.      Merencanakan strategi dan alternative yang sesuai dengan komunitas dan mitra profesional lainnya untuk memecahkan kebutuhan kompleks pada komunitas yang berisiko.
3.      Menyintesis nilai dan kepercayaan dalam komunitas dengan mitra profesional dalam merencanakan proses.
4.      Memimpin perawat kesehatan komunitas dan tim multi - sektor lain dalam menggunakan prinsip ­ prinsip perencanaan pada komunitas yang berfokus pelayanan dan program.
5.      Berpartisipasi pada pengembangan dan perbaikan berkelanjutan dari sistem organisasi yang mendukung proses perencanaan.
6.      Berpartisipasi dalam integrasi kemanusiaan, fiskal, materi, llmu pengetahuan, dan sumber ­ sumber dalam komunitas untuk meningkatkan dan melengkapl proses perencanaan untuk program atau pelayanan.
7.      Menjamin penggunaan standar yang ada, hukum, peraturan, dan kebijakan yang dipergunakan dalam proses perencanaan.
5.      STANDAR 5 : Implementasi.
Perawat kesehatan komunitas mengimplementasikan rencana yang telah di identifikasi bersama tim kesehatan lain.  
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Mengimplementasikan rencana yang diidentifikasi secara aman, sesuai jadwal, dan berkolaborasi dengan tim multi - sektor.
2.      Menerapkan strategi berbasis bukti dan rencana tindakan, termasuk kesempatan untuk membangun jaringan (network) dan advokasi yang spesifik serta menjadi perhatian dan kebutuhan komunitas.
3.      Menggunakan sistem dan sumber - sumber dalam komunitas ketika mengimplementasikan rencana.
4.      Memantau implementasi dari perencanaan dan pengukuran surveilans untuk status kesehatan komunitas.
5.      Mendokumentasikan implemetasi dari perencanaan termasuk modifikasi.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Menginterpretasikan data surveilans yang berhubungan dengan perencanaan dan status kesehatan komunitas.
2.      Menyertakan pengetahuan dan strategi baru dalam aksi perencanaan untuk meningkatkan implementasi.
3.      Memodifikasi rencana berdasarkan pengetahuan baru, respons komunitas, atau faktor relevan lain untuk mencapai hasil yang diharapkan.
4.      Mengadvokasi sumber - sumber yang dibutuhkan komunitas untuk mengimplementasikan rencana.
5.      Menjembatani hubungan kolaborasi baru dengan teman sejawat, profesional lain, wakil komunitas atau populasi, dan pemangku kepentingan lain untuk mengimplementasikan perencanaan melalui strategi seperti membangun kemitraan.
6.      Mempromosikan organisasi, kemitraan komunitas, dan sistem yang mendukung perencanaan.
6.      STANDAR 5: KOORDINASI.
Perawat kesehatan komunitas mengoordinasikan program, pelayanan, dan aktivitas lain dalam mengimplementasikan rencana yang teridentifikasi.
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Mempromosikan kebijakan, program, dan pelayanan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
2.      Melakukan surveilans, penemuan kasus, dan pelaporan dengan tenaga profesional dan pemangku kepentingan lain.
3.      Mendokumentasikan koordinasi dan laporan yang diperlukan.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Menjadi pemimpin dalam memberikan program yang terintegrasi, program surveilans dan pelayanan, serta implementasi kebijakan publik.
2.      Menyintesis data dan informasi untuk memulai sistem, komunitas, dan alokasi sumber lingkungan yang mendukung pelaksanaan program dan pelayanan.
7.      STANDAR 5 B: Pendidikan Dan Promosi Kesehatan.
Perawat kesehatan komunitas bekerja dengan strategi pendidikan untuk promosi kesehatan, mencegah penyakit, dan meyakinkan lingkungan yang nyaman pada komunitas.
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Termasuk pendidikan kesehatan yang sesuai dalam implementasi program dan pelayanan untuk komunitas.
2.      Menentukan pengajaran dan metode belajar yang sesuai dengan komunitas dan identifikasi sasaran hasil komunitas.
3.      Menawarkan budaya yang sesuai promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan informasi keamanan lingkungan, serta bahan pendidikan pada komunitas.
4.      Mengumpulkan umpan balik (feedback) dari partisipan untuk menentukan efektivitas program dan pelayanan serta merekomendasikan perubahan.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya : 
1.      Menerapkan kepemimpinan dalam keperawatan dan tenaga professional lain dalam merencanakan program pelayanan dan pendidikan berdasarkan pengkajian dan perencanaan.
2.      Merancang informasi kesehatan dan program berdasarkan perilaku kesehatan serta prinsip dan teori belajar.
3.      Memodifikasi program yang telah ada berdasarkan umpan balik partisipan, penyedia layanan, tenaga profesional, dan pemangku kepentingan lain.
4.      Mengembangkan sumber - sumber informasi kesehatan yang secara kultural sesuai dengan komunitas.
8.      STANDAR 5 C : Konsultasi.
Perawat kesehatan komunitas menyediakan konsultasi pada berbagai kelompok komunitas dan pemerintah untuk memfasilitasi implementasi program dan pelayanan.
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Mengonsultasikan dengan organisasi masyarakat dan kelompok untuk memfasilitasi partisipasi dalam pelayanan dan program.
2.      Menyediakan testimoni dan pendapat profesional dalam mendukung aktivitas program khusus.
3.      Berkomunikasi secara efektif menggunakan berbagai media dengan kelompok pemilih selama konsultasi.
4.      Mendokumentasikan lingkup dan efektivitas dari konsultasi yang diberikan komunitas.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Sintesis data dari pemerintah pusat, provinsi, daerah, serta sumber lain dengan kerangka kerja teoritis dan bukti untuk menyediakan konsultasi ahli dalam implementasi program dan pelayanan.
2.      Menyediakan testimoni ahli pada pemerintah tingkat pusat, daerah, dan setempat dalam mendukung program dan pelayanan yang diberikan pada komunitas yang berisiko.
3.      Mengomunikasikan informasi selama konsultasi yang memiliki pengaruh positif pada ketetapan program dan pelayanan pada komunitas.
4.      Membuat proposal dan laporan yang mendukung kebutuhan program dan pelayanan.
9.      STANDAR 5 D : Aktivitas Pengaturan.
Perawat kesehatan komunitas mengidentifikasi, menginterpretasi, dan mengimplementasikan hukum kesehatan masyarakat, pengaturan, dan kebijakan.  
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Edukasi pada komunitas yang berhubungan dengan hukum, regulasi, dan kebijakan.
2.      Berpartisipasi dalam aplikasi hukum kesehatan masyarakat, regulasi, dan kebijakan meliputi kegiatan pemantauan (monitoring) dan memeriksa peraturan yang ada.
3.      Memberikan informasi spesifik mengenai situasi yang dilaporkan kepada dinas kesehatan.
4.      Membantu menerapkan hukuman untuk mereka yang tidak mematuhi hukum, regulasi, maupun kebijakan.
b.      Kriteria PengukuranTambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Berkolaborasi dalam kegiatan pengembangan hukum kesehatan masyarakat, regulasi, dan kebijakan.
2.      Merencanakan dengan tenaga kesehatan masyarakat dan tenaga profesional lain mengenai sistem pelaporan serta kepatuhan hukum, regulasi, dan kebijakan.
3.      Memantau pelaporan dan sistem kepatuhan untuk kualitas dan penggunaan sesuai dari surnber ­ sumber yang tersedia.
4.      Menganalisis data dari sistem pelaporan dan kepatuhan.
5.      Mengembangkan laporan bagi unit kesehatan masyarakat yang diakui dan pembuat kebijakan yang diperlukan oleh hukum, regulasi, dan kebijakan.
6.      Berpartisipasi dalam persiapan koordinasi darurat dan merespons usaha, termasuk penggunaan dan penerimaan sumber - sumber nasional yang strategis.
10.  STANDAR 6 : Evaluasi.
Perawat kesehatan komunitas melakukan evaluasi status kesehatan komunitas.
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Mengoordinasikan secara sistematis, berkelanjutan, dan evaluasi berdasarkan kriteria hasil pelayanan dalam komunitas dan pemangku kepentingan lain.
2.      Mengumpulkan data secara sistematis, menerapkan epidemiologi dan metode ilmiah untuk menentukan efektivitas intervensi keperawatan kesehatan komunitas dalam kebijakan, program,dan pelayanan.
3.      Berpartisipasi dalam proses dan evaluasi hasil dengan aktivitas pemantauan (monitoring) program dan pelayanan.
4.      Mengaplikasikan pengkajian data yang berkelanjutan untuk merevisi rencana, intervensi, dan aktivitas yang sesuai.
5.      Mendokumentasikan hasil dari evaluasi termasuk perubahan atau rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas intervensi.
6.      Menyampaikan evaluasi proses dan hasil yang dihasilkan kepada komunitas dan pemangku kepentingan lain berdasarkan hukum dan peraturan negara.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Merancang evaluasl rencana dengan ahli dan perwakilan komunitas serta para pemangku kepentingan.
2.      Memodifikasi evaluasi perencanaan untuk kebijakan, program, atau pelayanan yang sesuai.
3.      Mengevaluasi efektivitas dari perencanaan dalam hubungannya dengan hasil yang diharapkan dan tidak diharapkan.
4.      Menyintesis hasil dari analisis evaluasi untuk menentukan akibat dari rencana yang berpengaruh pada komunitas, organisasi, atau kelompok lain.
5.      Menerapkan hasil dari analisis evaluasi untuk rnembuat atau merekomendasikan proses atau perubahan hasil dalam kebijakan, program dan pelayanan yang sesuai.
11.  STANDAR 7 – Kualitas Praktik.
Perawat kesehatan komunitas secara sistematis meningkatkan kualitas dan efektivitas praktik keperawatan.
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Mendemonstrasikan kualitas melalui penerapan proses keperawatan dengan cara tanggung jawab, tanggung gugat, dan etik.
2.      Mengimplemetasikan pengetahuan baru dan peningkatan kinerja untuk mengawali perubahan dalam praktik keperawatan kesehatan komunitas dan pemberian layanan keperawatan pada komunitas.
3.      Menyertakan kreativitas dan inovasi dalam aktivitas untuk rnemperbaiki kualitas praktik keperawatan.
4.      Mengembangkan implementasi serta prosedur evaluasi dan prosedur untuk meningkatkan kualitas praktik.
5.      Berpartisipasi dalam lingkup kegiatan peningkatan kinerja yang sesuai dengan posisi perawat, pendidikan, dan praktik lingkungan. Aktivitas tersebut adalah sebagai berikut :
a.       Identifikasi aspek dan pentingnya praktik untuk memantau kualitas.
b.      Bekerja berdasarkan bukti indikator untuk memantau kualitas dan efektivitas praktik keperawatan.
c.       Mengumpulkan data untuk rnemantau praktik keperawatan kesehatan komunitas, termasuk ketersediaan, aksesibilitas, dapat diterima, kualitas, dan efektivitas dari kebijakan, program, dan pelayanan.
d.      Menganalisis data guna mengidentifikasi kesempatan untuk memperbaiki praktik keperawatan.
e.       Memformulasikan rekomendasi untuk memperbaiki hasil atau praktik keperawatan.
f.       Mengimplementasikan aktivitas untuk meningkatkan kualitas praktik keperawatan.
g.      Berpartisipasi dengan komunitas dan mitra profesional serta pemangku kepentingan lain dalam mengevaluasi kebijakan, program. dan pelayanan.
h.      Mengkaji faktor- faktor kinerja profesional yang berhubungan dengan keamanan komunitas, aksesibilitas dengan pelayanan, efektivitas program, dan pilihan keuntungan atau biaya.
i.        Menganalisis sistem organisasi untuk menghilangkan atau mengurangi hambatan dan meningkatkan aset.
j.        Mendokumentasikan pelaksanaan program dan pelayanan dengan cara merefleksikan pengukuran kualitas.
k.      Mendapatkan dan mempertahankan sertifikasi profesional jika ada dalam area keahlian.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Membuat inisiatif peningkatan kualitas yang berhubungan dengan kebijakan, program, dan pelayanan berdasarkan bukti yang ada.
2.      Mengimplementasikan inisiatif untuk mengevaluasi kebutuhan berubah.
3.      Mengevaluasi lingkungan praktik dan kualitas layanan keperawatan yang diberikan berhubungan dengan informasi berdasarkan bukti yang ada.
12.  STANDAR 8 : Pendidikan.
Perawat kesehatan komunitas memperoleh pengetahuan dan kompetensi yang menggambarkan praktik keperawatan kesehatan komunitas terkini.
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan berkelanjutan untuk mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan guna meningkatkan kesehatan komunitas.
2.      Mencari pengalaman untuk mengembangkan dan mempertahankan kompetensi sesuai keterampilan yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan kebijakan, program, dan pelayanan untuk komunitas.
3.      Identifikasi kebutuhan belajar berdasarkan ilmu keperawatan dan pengetahuan kesehatan masyarakat.
4.      Identifikasi perubahan yang disyaratkan oleh undang - undang untuk praktik keperawatan dan kesehatan masyarakat.
5.      Mempertahankan catatan profesional yang mendukung bukti kompetensi dan pembelajaran seumur hidup.
6.      Mencari pengalaman formal dan aktivitas belajar mandiri untuk mempertahankan dan mengembangkan keterampilan dan pengetahuan klinis profesional.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
Menggunakan penelitian terkini guna mencari dan menemukan bukti lain untuk mengembangkan pengetahuan kesehatan masyarakat serta meningkatkan peran dan pengetahuan dari isu - isu profesional.
13.  STANDAR 9 : Evaluasi Praktik Profesional.
Perawat kesehatan masyarakat mengevaluasi praktik keperawatan mandiri yang sesuai dengan standar dan panduan praktik profesional, sesuai undang - undang, aturan, dan regulasi.
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Mengimplementasikan praktik komunitas yang berfokus pada kebijakan, program, dan pelayanan dengan menghormati etnis dan kultur setempat.
2.      Melakukan evaluasi diri dari praktik yang dilakukan, identifikasi Iingkup kekuatan seperti lingkup dimana tenaga professional lain mengembangkan dan menguntungkannya.
3.      Mencari umpan balik dari praktik kornunitas baik secara mandiri maupun bermitra dengan kelompok professional lain.
4.      Mengimplementasikan perencanaan untuk memenuhi tujuan rencana kerja mandiri.
5.      Mengintegrasikan pengetahuan dalam standar praktik yang digunakan saat ini, panduan, undang - undang, aturan, dan regulasi kedalam rencana kerja mandiri.
6.      Memberikan rasional untuk kepercayaan praktik profesional, keputusan, dan tindakan sebagai bagian dari proses evaluasi.
7.      Mengaplikasikan pengetahuan dari standar praktik yang digunakan saat ini, panduan, undang ­ undang, sertifikasi, dan regulasi untuk diri sendiri dan pratinjau (review) kelompok.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Terlibat pada proses formal yang sistematis dalam mencari umpan balik dari praktik yang dilakukan kelompok, teman sejawat, komunitas, organisasi professional, serta pemangku kepentingan.
2.      Menganalisis praktik yang berhubungan dengan sertifikasi spesialis yang diperlukan sesuai.
14.  STANDAR 10 : Hubungan Sejawat Dan Profesi Lain.
Perawat kesehatan komunitas membangun hubungan kesejawatan ketika berinteraksi dengan wakil komunitas, organisasi, dan pelayanan profesional serta berkontribusi terhadap pengembangan kelompok, sejawat, dan lainnya.
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Membagi pengetahuan dan keterampilan dengan kelompok, sejawat, dan pihak lain.
2.      Melakukan interaksi dengan kelompok, sejawat, dan pihak lain untuk meningkatkan keperawatan profesional atau praktik kesehatan komunitas serta berperan sebagai diri sendiri dan orang lain.
3.      Mengajari perawat kesehatan komunitas lain dan teman sejawat sesuai kebutuhan. Mempertahankan hubungan kasih sayang dan saling menghormati dengan sejawat dan pemangku kepentingan lain yang melibatkan kesehatan komunitas.
4.      Berkontribusi pada lingkungan yang mendukung pendidikan berkelanjutan bagi teman, tenaga kesehatan profesional lain, dan komunitas.
5.      Berkontribusi untuk mendukung lingkungan kerja yang aman dan sehat.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Sebagai model praktik ahli bagi anggota tim multi - sektor dan komunitas.
2.      Membuat kebijakan pengajaran dan program untuk perawat kesehatan komunitas dan tim lain.
3.      Berpartisipasi dalam aktivitas yang memberikan kontribusi bagi pengembangan peran praktik keperawatan di komunitas.
15.  STANDAR 11 : Kolaborasi.
Perawat kesehatan komunitas berkolaborasi dengan perwakilan komunitas, organisasi, dan tenaga professional lain dalam menyediakan dan melakukan promosi kesehatan pada komunitas.
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Melakukan komunikasi dengan berbagai institusi dalam komunitas untuk mengumpulkan inforrnasi dan mengembangkan kemitraan serta koalisi untuk identifikasi komunitas yang berfokus pada masalah kesehatan.
2.      Melakukan koordinasi dengan individu, kelompok, dan organisasi berbasis komunitas dalam pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi komunitas yang berfokus pada kebijakan, program, dan pelayanan.
3.      Mengaplikasikan pengetahuan keperawatan dan kesehatan kornunitas ke tim interdisiplin, administrasi, pembuat kebijakan, organisasi komunitas, masyarakat, dan mitra multi­ sektor.
4.      Melakukan kerja sama dengan disiplin ilmu lain dalam pengajaran, pengembangan program, implementasi, penelitian, serta advokasi kebijakan masyarakat.
5.      Memberi kontribusi dengan tim multi - sektor lain dalam mengimplementasikan kebijakan kesehatan masyarakat yang dibutuhkan seperti identifikasi kasus, manajemen program, dan laporan pendelegasian.
6.      Melakukan kerja sama dengan individu, kelompok, koalisi, dan organisasi untuk berubah yang akan berefek pada kebijakan kesehatan, program, dan layanan untuk memberikan hasil yang positif.
7.      Mendokumentasikan interaksi kolaboratif dan proses terkait kebijakan, program, dan pelayanan.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Mengembangkan kerja sama dan koalisi dengan organisasi kemasyarakatan untuk mengidentifikasi kebijakan kesehatan masyarakat, program, dan pelayanan.
2.      Menggagas usaha kolaborasi lintas institusi dalam komunitas.
3.      Merencanakan pendidikan, administratif, penelitian, dan program kebijakan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan komunitas.
4.      Mengembangkan sistem untuk dokumentasi dan akuntabilitas dalam keperawatan dan praktik kesehatan masyarakat termasuk kebutuhan regulasi.
16.  STANDAR 12 : Etik.
Perawat kesehatan komunitas harus mengintegrasikan nilai - nilai etik dalam semua area praktik.
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Mengaplikasikan kode etik untuk perawat dengan pernyataan yang diuraikan (ANA, 2001) dan prinsip - prinsip etik praktik kesehatan komunitas (Public Health Leadership Society, 2002) untuk panduan praktik keperawatan kesehatan komunitas.
2.      Memberikan program dan pelayanan dengan cara melindungi dan menghormati autonomi, harga diri, dan hak populasi atau komunitas juga individu.
3.      Menerapkan standar etika dalam advokasi kesehatan dan kebijakan sosial.
4.      Mempertahankan kerahasiaan individu dalam ukuran legal dan sesuai regulasi.
5.      Membantu individu, kelompok, dan komunitas dalam mengembangkan keterampilan untuk advokasi diri.
6.      Mempertahankan hubungan profesional dan batas dengan individu dan kelompok dalam komunitas ketika memberikan program dan pelayanan kesehatan masyarakat.
7.      Mendemonstrasikan komitmen untuk mengembangkan Iingkungan dan kondisi di mana gaya hidup sehat kemungkinan dipraktikkan oleh individu, teman, dan komunitas dalam bermitra.
8.      Mengklarifikasi isu - isu sosial serta penghambat untuk hidup dengan kondisi sehat.
9.      Berperan dalarn memecahkan isu - isu etik yang melibatkan teman, kelompok komunitas, sistem, dan pemangku kepentingan lain.
10.  Melaporkan aktivitas ilegal, tidak sesuai dengan standar praktik yang ada, atau menggambarkan praktik yang tidak sesuai.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Memberikan informasi dan komunitas mengenai risiko, keuntungan, dan hasil dari kebijakan, program, dan pelayanan.
2.      Memberikan informasi pada pemerintah atau yang lain mengenai risiko, keuntungan, dan hasil kebijakan, program, serta pelayanan berkaitan dengan keputusan yang mempengaruhi pemberian layanan kesehatan.
3.      Bermitra dengan tim multi - sektor untuk mengidentifikasi risiko etik, keuntungan, dan hasil dari kebijakan, program, dan pelayanan.
4.      Mencermati isu - isu lingkungan dan sosial serta hambatan untuk mencapai hidup sehat.
17.  STANDAR 13 : Penelitian.
Perawat kesehatan komunitas mengintegrasikan hasil penelitian ke dalam praktik keperawatan komunitas.
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Menggunakan bukti terbaik yang ada, termasuk hasil penelitian untuk panduan dalam praktik, kebijakan, dan keputusan pemberian layanan.
2.      Secara aktif berperan dalam aktivitas penelitian pada berbagai tingkat yang sesuai dengan tingkat pendidikan dan posisi seseorang. Kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :
a.       Identifikasi komunitas dan kesempatan profesional yang ada untuk keperawatan dan penelitian kesehatan masyarakat.
b.      Berpartisipasi dalam pengumpulan data.
c.       Berpartisipasi dalam lembaga, organisasi, atau komite penelitian yang berfokus komunitas.
d.      Berbagi aktivitas dan hasil penelitian dengan kelompok dan lainnya.
e.       Mengimplementasikan protokol penelitian.
f.       Menganalisis dan menginterpretasi penelitian untuk aplikasi bagi praktik yang berfokus pada komunitas secara kritis.
g.      Menerapkan hasil penelitian keperawatan dan kesehatan masyarakat dalam pengembangan kebijakan, program, dan pelayanan bagi komunitas.
h.      Menerapkan penelitian sebagai basis pernbelajaran.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Berkontribusi pada ilmu keperawatan dengan melakukan atau menyintesis penelitian yang ditemukan serta memeriksa dan mengevaluasi pengetahuan, teori, model, kriteria dan pendekatan kreatif untuk meningkatkan praktik dan hasil perawatan kesehatan.
2.      Secara formal, menyebarkan hasil penelitian melalui aktivitas seperti presentasi, publikasi, konsultasi dan media lain.
18.  STANDAR 14 : Menggunakan Sumber – Sumber.
Perawat kesehatan komunitas mempertimbangkan faktor - faktor yang berhubungan dengan keamanan, efektivitas, biaya, serta dampak praktik pada komunitas dalam merencanakan dan memberikan pelayanan, program, maupun kebijakan keperawatan dan kesehatan masyarakat.
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Mengevaluasi faktor - faktor seperti keamanan, aksesibilitas, biaya, keuntungan, efisiensi, serta dampak praktik pada komunitas ketika memilih pilihan praktik yang akan berakibat pada hasil yang diharapkan.
2.      Membantu mewakili komunitas khusus dan pemangku kepentingan lain dalam mengidentifikasi dan mengamankan layanan yang ada dan sesuai serta berhubungan dengan kebutuhan kesehatan.
3.      Mengizinkan atau mendelegasikan tugas yang diambil ke dalam pertimbangan yang menjadi kepedulian komunitas, potensial terjadi paparan dan bahaya, kompleksitas tugas dan kemampuan prediksi hasil yang diharapkan.
4.      Membantu komunitas dalam memberikan informasi mengenai pilihan, biaya, risiko, dan keuntungan dari kebijakan, program, dan pelayanan.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialls Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Menggunakan sumber - sumber komunitas dan organisasi untuk memformulasikan perencanaan multi - sektor untuk kebijakan, program, dan pelayanan.
2.      Mengembangkan pendekatan inovatif pada komunitas dan perhatian kesehatan masyarakat yang meliputi penggunaan sumber - sumber efektif dan peningkatan kualitas.
3.      Mengembangkan strategi evaluasi untuk mendemonstrasikan efektivitas dan keuntungan biaya, serta faktor efisiensi yang berhubungan dengan hasil yang diharapkan dan praktik kesehatan komunitas.
19.  STANDAR 15 : Kepemimpinan.
Perawat kesehatan komunitas menerapkan prinsip kepemimpinan dalam keperawatan dan kesehatan komunitas.
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Terlibat dalam pengembangan tim multi - sektor dan membangun koalisi termasuk profesional lain, komunitas, dan pemangku kepentingan.
2.      Meningkatkan Iingkungan kerja yang sehat.
3.      Menjabarkan misi, tujuan, rencana, aksi, maupun mengukur hasil keperawatan, program. Serta layanan kesehatan komunitas kepada tenaga professional lain atau komunitas.
4.      Advokasi kesempatan yang berkelanjutan serta pembelajaran seumur hidup untuk diri sendiri dan yang lain.
5.      Mengajari kelompok, pemangku kepentingan, dan lainnya dalam komunitas untuk menyukseskan program atau pelayanan melalui panduan dan strategi lain.
6.      Menunjukkan kreativitas dan fleksibilitas melalui waktu yang selalu berubah.
7.      Mengembangkan budaya dimana sistem dimonitor dan dievaluasi untuk meningkatkan kualitas kebijakan, program. dan pelayanan komunitas.
8.      Mengoordinasikan program dan pelayanan lintas area di antara tim multi - sektor lain.
9.      Melayani peran kepemimpinan dalam lingkungan kerja, populasi, dan komunitas.
10.  Meningkatkan keahlian kesehatan komunitas dan keperawatan melalui partisipasi di organisasi profesi.
11.  Berfungsi sebagai pemimpin tim kesehatan komunitas dalam persiapan situasi gawat darurat dan mendelegasikan tugas seperti yang tercantum dalam standar protokol pelaksanaan.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Mengadvokasi para pengambil kebijakan untuk mempengaruhi kebijakan kesehatan komunitas serta program dan pelayanan untuk mempromosikan komunitas yang sehat.
2.      Memberikan arahan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan, program, dan pelayanan yang disediakan oleh tim multi - sektor lain.
3.      Menggagas dan merevisi protokol atau panduan yang menggambarkan praktik berbasis bukti untuk merefleksikan perubahan yang diterima dalam pemberian program dan pelayanan atau rnengidentifikasi masalah penting dalam komunitas.
4.      Mempromosikan atau mengomunikasikan informasi rnengenai spesialis keperawatan kesehatan komunitas meIalui tulisan, publikasi, dan presentasi profesional atau audiens yang ada.
5.      Mendemonstrasikan pendekatan inovatif pada kesehatan komunitas dan praktik keperawatan untuk meningkatkan hasil yang diharapkan.
6.      Mengorganisasikan perencanaan formal dalam merespons pada keadaan gawat darurat di komunitas.
20.  STANDAR 16 : Advokasi.
Perawat kesehatan komunitas melakukan advokasi dan usaha keras untuk melindungi kesehatan, keamanan, dan hak - hak komunitas.
a.      Kriteria Pengukuran bagi Perawat Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Menyatukan identifikasi kebutuhan komunitas dalam pengembangan kebijakan, program, atau rencana pelayanan.
2.      Mengintegrasikan advokasi ke dalam implementasi kebijakan, program, dan pelayanan komunitas.
3.      Mengukur efektivitas untuk advokasi komunitas ketika mengkaji hasil yang diharapkan.
4.      Menerapkan kerahasiaan, etik, hukum, privasi, dan panduan profesional dalam pengembangan kebijakan dan isu - isu lainnya.
5.      Mendemonstrasikan keterampllan dalam advokasi dihadapan penyedia layanan dan pemangku kepentingan atas nama komunitas.
6.      Berusaha keras memecahkan konflik yang berasal dari komunitas, penyedia layanan, pemangku kepentingan untuk memastikan keamanan serta menjaga niat baik komunitas dan integritas perawat profesional.
b.      Kriteria Pengukuran Tambahan bagi Perawat Spesialis Kesehatan Komunitas, diantaranya :
1.      Mendemonstrasikan keterampilan dalam advokasi dihadapan wakil masyarakat dan pembuat kebijakan atas nama komunitas, program, dan pelayanan kesehatan.
2.      Membuat bahan - bahan untuk proses advokasi berdasarkan kebutuhan komunitas, program, dan pelayanan.
3.      Menunjukkan tanggung jawab dan integritas dana publik untuk proses pengembangan kebijakan.
4.      Melayani sebagai ahli untuk kelompok, komunitas, penyedia layanan dan pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan dan mengimplementasikan kebijakan kesehatan komunitas.

Previous
Next Post »
Thanks for your comment