7 Teori Belajar : E.R. Guthrie, R.M. Gagne, Gestalt, J.B. Watson, Thorndike, B.F. Skinner, Ivan Pavlov


7 Teori Belajar : E.R. Guthrie, R.M. Gagne, Gestalt, J.B. Watson, Thorndike, B.F. Skinner, Ivan Pavlov 

1.      Edwin Ray Guthrie – Contiguity Theory
Guthrei mengemukakan bahwa tingkah laku manusia itu secara keseluruhan dapat dipandang sebagai deretan - deretan tingakah laku yang dipandang sebagai unit - unit. Unit - unit tingkah laku ini merupakan reaksi / respon dari perangsang / stimulus sebelumnya, dan kemudian unit tersebut menjadi pula stimulus yang kemudian menimbulkan respon bagi unit tingkah laku yang berikutnya. Demikianlah seterusnya sehingga merupakan deretan - deretan unit tingkah laku terus menerus. 

Jadi pada proses conditioning ini pada umumnya terjadi proses asosiasi antar unit - unit tingkah laku satu sama lain yang berurutan. Ulangan - ulangan yang berkali - kali memperkuat asosiasi yang terdapat antara unit tingkah laku yang satu dengan unit tingkah laku yang berikutnya.
Salah satu contoh dari teori ini adalah mengubah tingkah laku seorang pemabuk menjadi tidak pemabuk, dengan memberinya suntikan yang menyebabkannya muntah sebelum disodori minuman dan dilakukan berkali - kali sehingga orang tersebut muntah bila melihat minuman.
2.      Robert. Mills Gagne – The Condition Of Learning 

Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar.
Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi - kondisi internal dan kondisi - kondisi eksternal individu.
a.      Kondisi Internal.
Yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu.
b.      Kondisi Eksternal.
Adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.
Menurut Gagne belajar dapat dikategorikan sebagai berikut :
a.       Verbal Information (Informasi Verbal).
b.      Intellectual Skill (Keterampilan Intelektual).
c.       Attitude (Perilaku).
d.      Cognitive Strategy (strategi kognitif).
Menurut Gagne tahapan  proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu :
a.       Motivasi.
b.      Pemahaman.
c.       Pemerolehan.
d.      Penyimpanan.
e.       Ingatan kembali.
f.       Generalisasi.
g.      Perlakuan.
h.      Umpan balik.
3.      Gestalt dengan Field Theory atau Insight Full Learning. 

Teori Gestalt seringkali disebut field theory atau insight full learning. Melihat kepada aliran psikologi yang mendasarinya, yakni psikologi Gestalt, jelaslah kiranya bahwa pendapat teori ini berbeda dengan pendapat teori - teori yang lain.
Belajar menurut psikologi Gestalt dapat diterangkan sebagai berikut :
a.       Pertama dalam belajar faktor pemahaman atau pengertian (insight) merupakan faktor yang penting. Dengan belajar dapat memahami atau mengerti hubungan antara pengetahuan dan pengalaman.
b.      Kedua, dalam belajar, pribadi atau organisme memegang peran yang paling sentral. Belajar tidak hanya dilakukan secara relaktif - mekanistis belaka, tetapi dilakukan dengan sadar, bermotif dan bertujuan.
Sebagai contoh, misalnya seorang anak mempelajari tentang peristiwa terjadinya hujan. Peristiwa hujan tersebut tidak dipandang berdiri sendiri, tetapi ada faktor penyebab lainnya yang menyebabkan terjadinya peristiwa hujan itu. Artinya peristiwa hujan itu berhubungan dengan faktor - faktor lainnya.
4.      John Broadus Watson dengan Teori Behaviorisme. 

Ia merupakan orang pertama di Amerika Serikat yang mengembangkan teori belajar berdasarkan hasil penelitian dari Ivan Pavlov.
Watson berpendapat bahwa belajar merupakan proses terjadi refleks atau respon bersyarat melalui stimulus pengganti. Manusia dilahirkan dengan beberapa refleks dan reaksi emposional berupa takut, cinta, marah. Semua tingkah laku lainnya terbentuk oleh hubungan stimulus respon baru melalui conditioning.
Belajar dalam teori behaviorisme ini selanjutnya dikatakan sebagai hubungan langsung antara stimulus yang datang dari luar dengan respons yang ditampilkan oleh individu. Respons tertentu akan muncul dari individu, jika diberi stimulus dari luar. S singkatan dari Stimulus, dan R singkatan dari Respons.
Ada satu hal yang perlu dikemukakan dari teori Watson, yaitu pengaruh lingkungan (pendidikan, belajar, pengalaman) dalam perkembangan individu. Watson berpendapat bahwa reaksi - reaksi kodrati yang dibawa sejak lahir itu sedikit sekali. Kebiasaan itu terbentuk dalam perkembangn karena latihan dan belajar.
Watson mengadakan eksperimen tentang perasaan takut pada anak menggunakan tikus atau kelinci. Dari hasil percobaannya dapat ditarik kesimpulan bahwa perasaan takut pada anak dapat diubah dan dilatih. Anak mulanya tidak takut pada kelinci dibuat menjadi takut kepada kelinci. Kemudian anak itu dilatih pula untuk tidak takut lagi terhadap kelinci.
5.      Edward L. Thorndike – Teori Koneksionisme. 

a.      Law of Readiness.
Contohnya :
Seorang anak melihat suatu barang yang sangat menarik dari kejauhan, siap untuk menghampirinya, memegangnya, dan memainkannya.
b.      Law of Effect.
Contohnya :
Seorang anak yang berhasil menjawab dengan benar pertanyaan dari gurunya, kemudian sang guru memberikannya ucapan pujian dan anak tersebut pun merasa puas, maka efek dari kejadian tersebut sang anak akan lebih giat lagi belajar agar selalu bisa menjawab pertanyaan dari sang guru.
c.       Law of Exercise.
Contohnya :
Seorang anak yang selalu giat belajar setiap hari dan menjadi anak yang berprestasi, namun akibat sebuah kecelakaan dia harus dirawat selama berbulan - bulan dirumah sakit dan tidak pernah lagi melakukan aktifitas belajar, sehingga prestasinya menurun.
6.      B.F. Skinner  dengan Teori Operant Conditioning. 

a.      Law of Operant Conditioning.
Contohnya : Seorang murid sekolah dasar yang giat belajar kemudian mendapat peringkat satu di kelas dan mendapatkan hadiah dari sang guru. Karena mendapatkan stimuls penguat yaitu hadiah dari sang guru, maka kekuatan tingkah laku (belajar) akan meningkat.
b.      Law of Operant Extinction.
Law of Operant Extinction adalah kebalikan dari law of operant Conditioning.
Contohnya : Apabila seorang murid telah belajar giat dan mendapat peringkat pertama namun sama sekali tidak mendapat apresiasi / penghargaan dari sang guru maka kekuatan tingkah laku (belajar) akan menurun atau bahkan hilang.
7.      Ivan Pavlov dengan Teori Conditioning. 

a.      Law of Respondent Conditioning.
Contohnya : Seorang guru yang pada awal semester memberikan janji kepada murid - muridnya bahwa yang mendapat peringkat satu akan mendapatkan hadiah yang spesial dari sang guru, karena telah termotivasi maka murid - murid tersebut pasti akan giat belajar.
b.      Law of Respondent Extinction.
Law of Respondent Extinction adalah kebalikan dari law of respondent conditioning.
Contohnya : Apabila seorang guru telah memberi janji kepada murid - muridnya bahwa yang mendapat peringkat pertama akan diberikan hadiah, sehingga murid - murid giat belajar. Namun pada kenyataannya guru tersebut tidak memberikan hadiah pada murid yang telah mendapat peringkat pertama sehingga murid - murid tidak akan giat belajar lagi.

Comments