Endokarditis Infeksi Akut (Penyakit Infeksi Jantung Part. 2)


Endokarditis Infeksi Akut (Penyakit Infeksi Jantung Part. 2) 

A.    Pendahuluan.
Infeksi akut lebih sering timbul pada jantung yang normal. Berbeda dengan infeksi sub akut, penyakitnya timbul mendadak, tanda-tanda infeksi lebih menonjol, panas tinggi dan menggigil, jarang ditemukan pembesaran limfa, jari tabuh, anemia dan ptekia . Emboli biasanya sering terjadi pada arteri yang besar sehingga menimbulkan infark atau abses pada organ bersangkutan.
Timbulnya murmur menunjukkan kerusakan katub yang sering terkena adalah katub trikuspid berupa kebocoran. Tampak jelas pada saat inspirasi yang menunjukkan gagal jantung kanan, vena jugularis meningkat, hati membesar, nyeri tekan, dan berpulsasi serta udema. Bila infeksi mengenai aorta akan terdengar murmur diastolik yang panjang dan lemah.
Infeksi pada aorta dapat menjalar ke septum inter ventricular dan menimbulkan abses. Abses pada septum dapat pecah dan menimbulkan blok AV. Oleh karena itu bila terjadi blok AV penderita panas tinggi, kemungkinan ruptur katub aorta merupakan komplikasi yang serius yang menyebabkan gagal jantung progresif. Infeksi katub mitral dapat menjalar ke otot papilaris dan menyebabkan ruptur hingga terjadi flail katub mitral.
B.     Laboratorium, Echocardiografi dan Diagnosis. 
a.      Laboratorium.
Leukosit dengan jenis netrofil, anemia normokrom normositer, LED meningkat, immunoglobulin serum meningkat, uji fiksasi anti gama globulin positif, total hemolitik komplemen dan komplemen C3 dalam serum menurun, kadar bilirubin sedikit meningkat.
Pemeriksaan umum urine ditemukan maka proteinuria dan hematuria secara mikroskopik. Yang penting adalah biakan mikro organisme dari darah . Biakan harus diperhatikan darah diambil tiap hari berturut - turut dua / lima hari diambil sebanyak 10 ml dibiakkan dalam waktu agak lama (1 - 3 minggu) untuk mencari mikro organisme yang mungkin  berkembang agak lambat. Biakkan bakteri harus dalam media yang sesuai.
NB : darah diambil sebelum diberi antibiotik . Biakan yang positif uji resistansi terhadap antibiotik.
b.      Echocardiografi. 
Diperlukan untuk :
1.      Melihat vegetasi pada katub aorta terutama vegetasi yang besar ( > 5 mm).
2.      Melihat dilatasi atau hipertrofi atrium atau ventrikel yang progresif.
3.      Mencari penyakit yang menjadi predisposisi endokarditis ( prolap mitral, fibrosis, dan calcifikasi katub mitral).
4.      Penutupan katub mitral yang lebih dini menunjukkan adanya destruktif katub aorta dan merupakan indikasi untuk melakukan penggantian katub.
c.       Diagnosis.
Diagnosis endokarditis infeksi dapat ditegakkan dengan sempurna bila ditemukan kelainan katub, kelainan jantung bawaan, dengan murmur , fenomena emboli, demam dan pembiakan darah yang positif. Diagnosis dapat ditegakkan bila memenuhi kriteria diatas. Endokarditis paska bedah dapat diduga bilamana terjadi panas, leukositosis dan anemia sesudah operasi kardiovaskuler atau operasi pemasangan katub jantung prostetik.
C.    Pengobatan dan Pencegahan. 
Pemberian obat yang sesuai dengan uji resistensi dipakai obat yang diperkirakan sensitif terhadap mikroorganisme yang diduga.   
a.       Bila penyebabnya streptokokus viridan yang sensitif terhadap penicillin G , diberikan dosis 2,4 - 6 juta unit per hari selama 4 minggu, parenteral untuk dua minggu. Kemudian dapat diberikan parenteral / peroral penicillin V karena efek sirnegis dengan streptomicin, dapat ditambah 0,5 gram tiap 12 jam untuk dua minggu . 
b.      Kuman streptokokous fecalis (post operasi obs-gin) relatif resisten terhadap penisilin sering kambuh dan resiko emboli lebih besar. Oleh karena itu digunakan penisilin bersama dengan gentamisin yang merupakan obat pilihan.
Dengan dosis penisilin G 12 - 24 juta unit / hari,dan gentamisin 3 - 5 mg / kgBB dibagi dalam 2 - 3 dosis.
Ampisilin dapat dipakai untuk pengganti penisilin G dengan dosis 6 - 12 gr / hari . Lama pengobatan 4 minggu dan dianjurkan sampai 6 minggu.
c.       Bila kuman resisten dapat dipakai sefalotin 1,5 gr tiap jam (IV) atau nafcilin 1,5 gr tiap 4 jam atau oksasilin 12 gr / hari atau vankomisin 0,5 gram / 6 jam, eritromisin 0,5 gr / 8 jam lama pemberian obat adalah 4 minggu.
d.      Untuk kuman gram negatif diberikan obat golongan aminoglikosid : gentamisin 5 - 7 mg / kgBB per hari. Gentamisin sering dikombinasikan dengan sefalotin, sefazolia 2 - 4 gr / hari , ampisilin  dan karbenisilin.
e.       Untuk penyebab jamur  dipakai amfoterisin B 0,5 - 1,2 mg / kgB per hari (IV) dan flucitosin 150 mg / Kg BB per hari peroral dapat dipakai sendiri atau kombinasi.
f.       Infeksi yang terjadi katub prostetik tidak dapat diatasi oleh obat biasa. Biasanya memerlukan tindakan bedah.
Selain pengobatan dengan antibiotik penting sekali mengobati penyakit lain yang menyertai seperti : gagal Jantung . Juga  keseimbangan elektrolit, dan  intake yang cukup .
Faktor predisposisi sebaiknya diobati (gigi yang rusak, karies,selulitis dan abses).

Comments