Kesehatan Mental : Sejarah, Perkembangan dan Tindakan Diskriminasi Terhadap Gangguan Mental


Kesehatan Mental : Sejarah, Perkembangan dan Tindakan Diskriminasi Terhadap Gangguan Mental 

A.    Sejarah.
Sejarah Kesehatan Mental tidaklah sejelas ilmu kedokteran. Ini terutama karena masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat diamati dan terlihat. Berbeda dengan gangguan kesehatan mental sering kali tidak terdeteksi .
Orang yangmengalami gangguan kesehatan mental sering kali tidak terdeteksi, sekalipun oleh anggota keluarga sendiri. Krisis yang saat ini melanda membuat perhatian terhadap kesehatan kurang terpikirkan.
B.     Perkembangan Kesehatan Mental. 

Berikut mengenai perkembangan kesehatan mental terutama dari Amerika dan Eropa.
1.      Gangguan Mental Tidak Dianggap Sakit.
a.      Pandangan masyarakat saat itu menganggap bahwa orang yang mengalami gangguan mental adalah karena mereka dimasuki oleh roh - roh sekitar. Oleh karena itu, mereka sering kali tidak menganggap sakit.
b.      John Locke (1960) tulisannya yang berjudul “An Essay Concerning Human Understanding”. 

Menyatakan bahwa terdapat derajat kegilaan dalam diri setiap orang yang disebabkan oleh emosi yang memaksa orang untuk memunculkan ide - ide salah dan tidak masuk akal secara terus - menerus. Kegilaan adalah ketidakmampuan akal untuk mengeluarkan gagasan yang berhubungan dengan pengalaman secara tepat.
2.      Gangguan Mental dianggap Sakit.
Pada tahun 1960-an mulai mengungkapkan kesehatan mental dengan menampilkan orang-orang yang pernah mengalami sakit mental untuk menceritakan pengalaman mereka.
3.      Gangguan Mental Dianggap Bukan sakit.
Munculnya perawatan yan terencana, yaitu dengan opname di rumah sakit dalam jangka waktu yang pendek dan treatmen masyarakat menjadi standar bagi perawatan penyakit mental.
C.    Tindakan Diskriminasi terhadap Gangguan Mental. 

Gangguan mental bisa dimaknai bukan penyakit, tetapi tindakan kriminal seperti yang pernah dipahami oleh masyarakat Inggris. Gangguan dimaknai sebagai ketidakmampuan untuk berpikir rasional. Orang yang terganggu mentalnya dipandang memiliki pola pikir irasional.
Ada beberapa pandangan masyarakat terhadap ganguan mental di dunia barat, antara lain : 

1.      Akibat kekuatan supranatural.
2.      Dirasuk oleh roh / setan.
3.      Dianggap kriminal karena memiliki derajad kebinatangan yang besar.
4.      Dianggap memiliki cara berpikir irasional.
5.      Dianggap sakit.
6.      Merupakan reaksi terhadap tekanan / stres, meruapakn perilaku maladaptive.
7.      Melarikan diri dari tanggung jawab.
Kesehatan mental berasal dari ilmu jiwa dan terlahir dari kenyataan respon manusia terhadap problem hidup yang dihadapi. Adapun kelompoknya terbagi atas : 

1.      Masih bisa diantisipasi.
2.      Mengeluh terus (mendramatisir).
3.      Usil terhadap orang

Previous
Next Post »
Thanks for your comment