Manajemen Komunikasi : Perspektif, Konsentrasi Studi, Kompetensi dan Prospek Kerja


Manajemen Komunikasi :  Perspektif, Konsentrasi Studi, Kompetensi dan Prospek Kerja

A.    Perspektif Hubungan Sosial.
Hubungan dengan orang - orang (investasi) merupakan aspek yang sangat penting dalam manajemen komunikasi dalam upaya mengembangkan hubungan profesional. Efektivitas manajerial tergantung pada kepuasan hubungan profesional dalam pekerjaan.
Dalam mempromosikan produktivitas terhadap staf, manajer pelu mengklarifikasi jenis – jenis peran dan tanggung jawab yang mana para pengusaha harus mengupayakannya. Performan peran adalah determinan yang penting untuk kestabilan, personal yang hidup dan hubungan timbal balilk yang profesional. Strategi untuk mengurangi ambiguitas dan kelebihan peran.
Kebutuhan orang untuk menetapkan perbedaan jenis - jenis hubungan interpersonal dan professional, diantaranya :
1.      Individual to individual.
2.      Individual to group.
3.      Individual to organization.
4.      Group to individual.
5.      Group to group.
6.      Group to organization.
B.     Perspektif Pengaruh Sosial.
Perspektif ini lebih menekankan pada pentingnya penerapan fungsi - fungsi manajemen komunikasi dan memiliki fokus perhatian kepada perubahan (pendapat, sikap, kepercayaan, perilaku).
Komunikasi merupakan faktor penentu keberhasilan persuasi. Komunikasi memiliki kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku seseorang melalui komunikasi persuasif. Kredibilitas adalah persepsi dan sikap komunikan terhadap komunikator, kredibilitas pada pada persepsi komunikan, jadi tidak inheren dalam diri komunikator.
Aristoteles menyebutkan Kredibilitas sebagai Ethos, yang terdiri dari :
1.      Good Will.
2.      Good Sense.
3.      Good Moral Character.
Sedangkan Hovland mengatakan bahwa Kredibilitas mencakup :
1.      Expertise (keahlian).
2.      Trust Worthiness (dapat dipercaya).
3.      Attractiveness (menarik).
4.      Power (kekuatan).
Pendekatan pengaruh sosial memiliki dua konsep pokok, yakni : 
1.      Compliance garning (keuntungan).
2.      Compliance resisting (penolakan).  
Komunikasi tidak hanya sekedar pertukaran pesan, tetapi pesan di - encode secara hati - hati. Komunikasi adalah proses berpikir (construction of meaning). Construction of meaning dipengaruhi oleh value system, beliefs and attitide, atribution of meaning. Akurasi dalam construction of meaning.
Individual difference variable :  complexity, age and age related developmental concerns, male-female, and self monitoring.
C.    Perspektif Kompetensi.
Manajerial efektif adalah kompetensi komunikasi efektif. Kompetensi komunikasi :
1.      Kemampuan menghadapi kelompok besar / audience / comm.apprehension.
2.      Kemampuan me-manage dan memecahkan konflik di antara mereka dan khalayak mereka.
Konsep kompetensi dalam komunikasi interpersonal :
1.      Emphaty.
2.      Suspesion of judgment.
3.      Ownership feelings and thoughts.
4.      Self disclosure.
5.      Behavioral ability.
Kompetensi dalam konteks komunikasi interpersonal :
1.      Keterbukaan.
Bereaksi secara jujur terhadap apa yang dihadapi dan berusaha merasa memiliki terhadap perasaan dan pemikiran pribadi.
2.      Empati.
Komunikasi yang efektif akan terjadi apabila diantara komunikator dan komunikan terdapat Frame Of Reference dan Field Eksperience yang relatif sama.
Apabila terdapat perbedaan, maka komunikator harus berusaha mencari titik persamaan diantara keduanya, dengan cara memproyeksikan dirinya ke dalam dimensi komunikan. Inilah yang disebut dengan empati.
Secara teoritis, empati akan menimbulkan simpati. Setelah komunikan bersimpati terhadap komunikator, maka tujuan - tujuan komunikasinya akan lebih mudah tercapai. Orang yang tadinya sukar rela akan menjadi sukarela.
3.      Supportiveness.
Lebih mengarah kepada penjelasan ketimbang mengevaluasi dan lebih tentatif atau provisional daripada kaku dengan sudut pandang sendiri.
4.      Positiveness.
Bersikap positif dan melihat sesuatu akan berjalan dengan baik-baik saja.
5.      Equality (kesetaraan).
D.    Konsentrasi Studi.
Ada tiga konsentrasi studi di jurusan Manajemen Komunikasi, yaitu :
1.      Konsentrasi Manajemen Media.
Dalam hal ini, selain sebagai lembaga yang berfungsi untuk menyampaikan informasi, media juga memiliki fungsi ekonomi. Maksud media memiliki fungsi ekonomi juga adalah karena media massa mendapatkan keuntungan dari pemberitaan atau tayangan yang mereka berikan kepada khalayak.
Konsentrasi ini mengkhususkan seseorang agar dapat mengatur (manage) jalannya media massa sehingga terus menerus dapat memberikan keuntungan bagi media itu sendiri dan juga bagi masyarakat. Konsentrasi ini menghasilkan lulusan yang memimiliki kompetensi sebagai pebisnis media, media planner, dan media analyst.
Kompetensi Manajemen Media, diantaranya :
a.       Perencana Media (Media Planner).
b.      Pekerja atau Pebisnis Media (Media Professional).
c.       Peneliti Media (Media Analyst).
2.      Konsentrasi Komunikasi Pemasaran.
Konsentrasi ini lebih menekankan pada cara - cara seseorang mencoba meyakinkan masyarakat agar menggunakan ataupun membuat masyarakat tertarik pada barang yang ditawarkan oleh perusahaan yang bersangkutan.
Komunikasi disini juga menjadi sangat penting untuk diperdalam dalam usaha untuk memasarkan produk yang dirancang atau dibuat oleh suatu perusahaan. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagai konsultan promosi dan pemasaran; perencana, pelaksana, dan evaluator program promosi dan pemasaran; dan analis bidang promosi dan pemasaran.
Kompetensi Manajemen Komunikasi Pemasaran, diantaranya :
a.       Perencana, pelaksana, evaluator proses promosi dan pemasaran.
b.      Konsultan dalam bidang promosi dan pemasaran.
c.       Analis dalam bidang promosi dan pemasaran.
3.      Konsentrasi Training and Consulting.
Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagai konsultan bidang pengembangan SDM komunikasi; perencana, pelaksana, dan evaluator program pelatihan dan pengembangan SDM; dan analis bidang dinamika kelompok perilaku organisasi dan kepemimpinan.
Kompetensi Manajemen Pelatihan dan Konsultasi, diantaranya :
1.      Perencana, pelaksana, evaluator program - program pelatihan / SDM.
2.      Konsultan Bidang Komunikasi dan Pengembangan SDM.
3.      Event Organizer Komunikasi Organisasional.
4.      Analis dalam Bidang Dinamika Kelompok, Organisasi, dan Kepemimpinan.
E.     Kompetensi dan Prospek Kerja Lulusan Manajemen Komunikasi.
a.      Kompetensi Lulusan Manajemen Komunikasi.
Kompetensi Lulusan Manajemen Komunikasi, diantaranya :
1.      Peneliti dan Analis Komunikasi.
2.      Praktisi profesional yang memiliki keterampilan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program komunikasi dalam berbagai bentuk dan konteks.
3.      Konsultan profesional dalam bidang perencanaan strategis, taktis, maupun teknis komunikasi.
b.      Prospek Kerja Lulusan Manajemen Komunikasi.
Secara khusus lapangan pekerjaan yang terkait langsung dengan bidang manajemen komunikasi dan memberikan peluang karier yang lebih prospektif antara lain :
1.      Perusahaan - perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur maupun jasa.
2.      Industri media, baik media cetak maupun elektronik, Industri media, baik media cetak maupun elektronik,
3.      Perusahaan - perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur maupun jasa.
4.      Instansi Pemerintah.
5.      Entrepreneur bisnis komunikasi.
Sedangkan Prospek Karier bagi Lulusan Manajemen Komunikasi antara lain :
1.      Corporate Communication Manager.
2.      Media (Industry) Manager.
3.      Brand Manager.
4.      Community Development Project Coordinator.
5.      Communication Policy Analyst.
6.      Marketing Communication Manager.
7.      Media and Communication Training Manager.
8.      Communication Consultant.
9.      Event Organizer.
10.  Political - Social Campaign Manager.
11.  Social and Development Communication Manager.
12.  Social and Communication Researcher.
13.  Media Relations Executive.
14.  Professional Negotiator.
15.  Diplomat.
16.  Human Resources Manager.
17.  Communication Business Officer.
18.  University Lecturer.
19.  Government speaker, dsb.

Comments