Mineral Mikro : Pengertian, Jenisnya, Bahaya Kekurangan dan Kelebihannya


Mineral Mikro : Pengertian, Jenisnya, Bahaya Kekurangan dan Kelebihannya

A.    Kebutuhan Mineral Mikro Bagi Tubuh.
Mineral mikro terdapat dalam jumlah sangat kecil di dalam tubuh, namun mempunyai peranan esensial untuk kehidupan, kesehatan, dan reproduksi.
Kandungan mineral mikro dalam bahan makanan sangat bergantung pada konsentrasi mental mikro tanah asal bahan makanan tersebut.
B.     Jenis – Jenis Mineral Mikro.
Ada 8 Jenis Mineral Mikro, diantaranya :
1.      Besi (Fe).
Sumber pangan yang mengandung besi yaitu hati, daging, kuning telur, sayuran berdaun hijau tua, tiram, udang.
Fungsi Besi :
a.       Pembentukan hemoglobin baru.
b.      Mengembalikan hemoglobin kepada nilai normalnya setelah terjadi pendarahan.
c.       Menggantikan kehilangan zat besi dalam darah tubuh.
d.      Pada laktasi untuk sekresi air susu.
Kebutuhan besi untuk berbagai jenis kelamin dan golongan usia : aLaki-laki dewasa : 10mg/hr. b Wanita yang mengalami haid : 12 mg/hr. cAnak-anak umur 7-10 tahun : 2,3 – 3,8mg/hr. dOrang dewasa : 10-15mg/hr.
Kekurangan besi dapat menyebabkan :
a.       Anemia defisiensi besi.
b.      Gangguan fungsional tubuh.
c.       Pucat, lemah, letih, pusing, dan kurang nafsu makan.
d.      Menurunnya kekebelan tubuh. eGangguan penyembuhan luka.
Kelebihan zat besi :
a.       Menurunkan penyerapan dan penggunaan seng dan tembaga.
b.      Menyebabkan gangguan fungsi hati dan jantung.
2.      Mangan (Mn).
Sumber pangan yang mengandung mangan terdapat dalam tepung gandum, kacang - kacangan, daging, ikan, ayam. Mangan diangkut oleh protein transmanganin dalam plasma. Setelah diabsorpsi, mangan dalam waktu singkat terlihat dalam empedu dan dikeluarkan melalui feses. Taraf mangan dalam jaringan diatur oleh sekresi selektif melalui empedu. Pada penyakit hati, mangan menumpuk dalam hati.
Kelebihan mangan dapat menyebabkan keracunan. Hal ini dapat terjadi bila lingkungan terkontaminasi mangan. Dalam jangka waktu yang lama hal ini dapat menyebabkan gejala kelainan otak disertai tingkah laku abnormal, yang menyerupai penyakit parkinson.
3.      Tembaga (Cu).
Sumber makanan yang mengandung tembaga diantaranya adalah susu dan sereal. Terdapat juga dalam hati, tiram, daging dan kacang-kacangan. Dalam saluran cerna, tembaga dapat diabsorpsi kembali dari tubuh bergantung kebutuhan tubuh. Pengeluaran melalui empedu meningkat bila terdapat kelebihan dalam tubuh. Sedikit tembaga dikeluarkan melalui urin, keringat, dan darah haid. Tembaga yang tidak diabsorpsi dikeluarkan melalui feses.
Fungsi dari tembaga berperan dalam kegiatan enzim pernafasan sebagai kofaktor bagi enzim, misalnya sitokrom, oksidase.
Kelebihan tembaga secara kronis menyebabkan penumpukan tembaga dalam hati yang dapat menyebabkan nekrosis hati atau serosis hati. Kelebihan ini dapat terjadi  karena menggunakan alat masak dari bahan tembaga, terutama apabila digunakan untuk memesak cairan yang bersifat asam. Konsumsi dosis tinggi menyebabkan kematian.
Kekurangan Tembaga menyebabkan :
a.       Bayi gagal tumbuh kembang.
b.      Gangguan fungsi kekebalan.
c.       Menghambat pembentukan hemoglobin.
d.      Perubahan pada jaringan tulang dan kerangka  tubuh yang dapat  menyebabkan patah tulang dan osteoporosis.
4.      Seng (Zn).
Sumber makanan yang mengandung seng terdapat dalam daging, telur, hati, unggas, dan ikan. Di dalam pankreas, seng digunakan untuk membuat enzim pencernaan yang pada waktu makan dikeluarkan ke dalam saluran cerna. Seng dikeluarkan tubuh terutama melalui feses. Di samping itu, seng dikeluarkan melalui urin, keringat, sel dinding usus, cairan haid, dan mani.
Kekurangan Seng menyebabkan :
a.       Pertumbuhan terhambat.
b.      Gangguan kematangan seksual.
c.       Gangguan fungsi pencernaan karena gangguan fungsi pancreas.
d.      Perusakan saluran cerna.
Konsumsi seng secara berlebihan dapat terjadi karena konsumsi suplemen seng dan makanan yang terkena polusi udara, alat masak, dan kaleng. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya penyerapan zat besi dan tembaga, mual, diare, pusing, gangguan reproduksi, dan gangguan fungsi hati. Kelebihan sampai 10 kali AKG mempengaruhi metabolisme kolestrol, mengubah nilai lipoprotein dan mempercepat timbulnya ateroskloresis.
5.      Yodium ( I ).
Sumber yodium diantaranya adalah garam beryodium, ikan laut dan rumput laut. Fungsi yodium sebagai komponen esensial tiroksin dan kelenjar tiroid. Ekskresi yodium dilakukan melalui ginjal, jumlahnya berkaitan dengan banyak sedikitnya yodium yang dikonsumsi. Konsumsi yodium di atas 2000 mg / hari dianggap berlebihan. Hal ini dapat menghambat pelepasan yodium dan tiroid. Kelebihan pada tingkat selanjutnya akan menimbulkan gondok seperti halnya kekurangan yodium.
Kekurangan Yodium mengakibatkan :
a.       Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) berupa gangguan fisik dan mental. B
b.      Kelenjar tiroid membesar (gondok).
c.       Pada ibu hamil dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. 
6.      Selenium (Se).
Sumber pangan yang mengandung selenium terdapat dalam ikan laut dan kerang. Dalam pangan nabati tergantung pada kandungan selenium dalam tanah tempat tanaman tersebut tumbuh. Fungsi selenium sebagai antioksidan.
Kekurangan Selenium menyebabkan aktifitas enzim glutation perioksidase menurun dan kekebalan tubuh menurun. Konsumsi selenium diatas 850mg / hr berpengaruh pada kesehatan yaitu terjadinya mual, muntah dan diare. Konsumsi diatas 500omg / hr akan menyebabkan terjadinya perubahan kuku dan terjadinya kerontokan rambut.
7.      Fluor ( F ).
Sumber pangan terdapat dalam air, makanan laut, ikan dan makanan hasil ternak. Fungsi  fluor  adalah untuk pertumbuhan dan pembentukan struktur gigi, serta untuk mencegah karies gigi. Penggunaan fluor sebanyak 20-30mg/hr  dapat menyebabkan terjadinya keracunan.
Gejalanya adalah fluorosis (perubahan warna gigi menjadi kekuning-kuningan) mulas, diare, sakit didaerah dada, gatal dan muntah. Kekurangan fluor akan menyebabkan terjadinya karies pada gigi.
8.      Kobalt (Co).
Kobalt merupakan komponen vitamin B12 yang diperlukan bagi perkembangan normal se-sel darah merah. Sumber utamanya adalah sayuran berdaun hijau. Kobalt mempunyai fungsi untuk keseimbangan tubuh ruminansia.

Previous
Next Post »
Thanks for your comment