Persalinan Ibu : Pengertian, Penyebab dan Teori yang Mendasarinya


Persalinan Ibu : Pengertian, Penyebab dan Teori yang Mendasarinya 

A.    Pengertian Persalinan.
Persalinan adalah proses fisiologik dimana uterus mengeluarkan atau berupaya mengeluarkan janin dan plasenta setelah masa kehamilan 20 minggu atau lebih dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan.
Persalinan adalah tugas dari seorang ibu yang harus dihadapi dengan tabah, walaupun tidak jarang mereka merasa cemas dalam menghadapi masalah tersebut. Hal ini dikarenakan orangtua tersebut belum berpengalaman dan belum memiliki cukup pengetahuan tentang proses bersalin itu sendiri . Oleh karena itu, mereka memerlukan penolong yang dapat dipercaya, yang data memberikan bimbingan dan semangat selalu siap di depan dalam mengatasi kesukaran.
Para Dokter atau perawat atau siapapun yang peduli dan mengetahui tentang ilmunya berperan penting sebagai educator untuk memberikan pengetahuan tentang proses persalinan kepada pasangan suami istri yang akan menjadi orangtua. Bukan hanya mereka yang merasakan kepanikan, tetapi orangtua yang telah melahirkan sebelumnya pun bisa juga panik, karena pengalaman masa lalu yang tidak mengenakkan.
B.     Penyebab Terjadinya Persalinan berdasarkan Teori .
Adapun penyebabpenyebab terjadinya suatu persalinan yang harus dipahami oleh ibu hamil yang akan melahirkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada saat proses persalinan.  Dibawah ini ada beberapa Faktor yang memegang peranan penting sehingga menyebabkan persalinan menurut Beberapa Teori.
Penyebab Persalinan menurut Teori – teori tersebut diantaranya : 
a.      Penurunan kadar estrogen dan progesterone.
Gesteron menimbulkan relaksasi otot-otot rahim, sebaliknya hormon estrogen meninggikan kerentanan otot-otot rahim.selama kehamilan terdapat keseimbangan antara kadar progesteron dan estrogen di dalam darah, tetapi pada akhir kehamilan kadar progesteron menurun sehingga timbul his.
1.      Teori Oksitosin.
Hormon oksitosin mempengaruhi kontraksi otot-otot rahim. Pada akhir kehamilan, kadar oksitosin bertambah, sehingga uterus menjadi lebih sering berkontraksi.
2.      Teori distansia Rahim.
Seperti halnya dengan kandung kencing dan lambung, bila dindingnya teregang oleh karena isinya bertambah maka timbul kontraksi untuk mengeluarkan isinya.demikian dengan rahim, maka dengan majunya kehamilan makin teregang otot-otot dan otot-otot rahim makin rentan.
b.      Pengaruh janin.
Hipofyse dan kelenjar suprarenal janin memegang peranan oleh karena pada anencephalus kehamilan sering lebih lama dari biasa.
1.      Teori Prostaglandin.
Prostaglandin yang dihasilkan oleh desidua, menjadi salah satu penyebab permulaan persalinan.
2.      Teori Plasenta menjadi tua.
Menurut teori ini, plasenta menjadi tua akan menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progesteron yang menyebabkan kekejangan pembuluh darah, hal ini akan menimbulkan kontraksi rahim.
3.      Teori Iritasi Mekanik.
Di belakang serviks terdapat ganglion servikale (fleksus frankenhauser). Bila ganglion ini digeser dan ditekan, misalnya oleh kepala janin, maka akan timbul kontraksi.
C.    Penyebab Persalinan Menurut Para Ahli. 
Sebab - Sebab Terjadinya  Persalinan Menurut para ahli, diantaranya :
a.      Rustam Mochtar.
Menurut Mochtar (2000), sebab - sebab yang menimbulkan persalinan antara lain :
1.      Teori Penurunan Hormon.
Selama satu sampai dua minggu sebelum partus mulai terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Progesteron bekerja sebagai penenang otot-otot polos rahim, dengan turunnya progesteron akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul his yang akan mendorong hasil konsepsi keluar.
Faktor-faktor hormonal, pengaruh prostaglandin, struktur uterus, sirkulasi uterus, pengaruh syaraf dan nutrisi disebut sebagai faktor-faktor yang mengakibatkan partusmulai. Kadar prostaglandin meningkat sejak minggu ke-15 hingga aterm, lebih-lebih sewaktu partus.
2.      Teori Plasenta Menjadi Tua.
Sama halnya dengan teori pertama dan teori menurunnya hormon yang dipengaruhi oleh plasenta menjadi tua yang juga mengakibatkan villi korealismengalami perubahan sehingga kadar estrogen dan progesteron menurun.
3.      Teori Distensi Rahim.
Kedaan uterus yang terus membesar dan menjadi tegang mengakibatkaniskemia otot-otot uterus. Hal ini memungkinkan terganggunya sirkulasi utero plasenta, sehingga plasenta mengalami degenersi.
4.      Teori Iritasi Mekanik.
Adanya tekanan pada ganglion serviks dari pleksus frankenhouser yang terletak dibelakang serviks. Bila ganglion ini tertekan oleh kepala janin maka akan timbul kontraksi uterus.  
5.      Induksi Partum (Induction Of Labor).
Induksi partum dilakukan dengan merangsang pleksus frankenhouserdengan memasukan beberapa gram laminaria dalam kanalis servikalis, memecah ketuban,penyuntikan oksigen (sebaiknya dengan jalan infus), pemakaianprostaglandin dan sebagainya. Dalam induksi persalinan harus diperhatikan bahwaserviks sudah matang (sudah pendek dan lembek), juga serviks telah membuka untuk satu jari. Untuk menilai serviks dapat juga menggunakan skor orshop atau bishop skor. Bila nilai bishop lebih dari induksi persalinan kemungkinan besar akan berhasil.
6.      Teori berkurangnya nutrisi pada janin dikemukakan pertama kali oleh Hipokrates jika nutrisi berkurang maka hasil konsepsi akan segera dikeluarkan.
Sedangkan Sebab - sebab yang menimbulkan persalinan (Mochtar, 1998), diantaranya :
1.      Penurunan kadar progesterone.
Progesteron menimbulkan relaksasi otot rahim, sebaliknya esterogen meninggikan kerentanan otot rahim. Selama kehamilan terdapat keseimbangan antara kadar progesteron dan esterogen di dalam darah, tetapi pada akhir kehamilan kadar progesteron menurun sehingga timbul his.
2.      Teori Oxytosin.
Pada akhir kehamilan kadar oxytosin bertamabah. Oleh karena itu timbul kontraksi otot-otot rahim.
3.      Keregangan otot-otot.
Seperti halnya dengan kandung kencing dan lambung, bila dindingnya teregang oleh karena isinya bertambah maka timbul kontraksi untuk mengeluarkan isinya. Demikian pula degan rahim, maka dengan majunya kehamilan makin teregang otot-otot dan otot-otot makin rentan.
4.      Pengaruh janin.
Hypofisis dan kelenjar suprarenal janin rupa-rupanya juga memegang peranan oleh karena pada anencephaluskehamilan sering lebih lama dari biasa.
5.      Teori prostaglandin.
Prostagladin yang dihasilkan oleh decidua, disangka menjadi salah satu sebab permulaan persalinan. Hal ini juga disokong dengan adanya kadar prostagladin yang tinggi baik dalam air ketuban maupun darah perifer pada ibu-ibu hamil sebelum melahirkan atau selama persalinan.
6.      Lightening.
Terbenamnya kepala janin ke dalam rongga panggul karena berkurangnya tempat di dalam uterus dan sedikit melebarnya symphisis.
Keadaan ini sering meringankan keluhan pernafasan serta heartburn dan pada primigravida akan terlihat pada kehamilan 36 mingu sementara pada multipara baru tampak setelah persalinan dimulai mengingat otot-otot abdomennya lebih kendor.   
7.      Sering buang air kecil.
Sering buang air kecil yang disebabkan oleh tekanan kepala janin pada kandung kemih.
8.      Kontraksi Braxton-Hicks.
Kontraksi Braxton-Hicks pada saat uterus yang teregang dan mudah dirangsang itu menimbulkan distensi dinding abdomen sehingga dinding abdomen menjadi lebih tipis dan kulit menjadi lebih peka terhadap rangsangan.  
b.      Wiknjosastro.
Menurut Wiknjosastro (2006) mulai dan berlangsungnya Persalinan, antara lain :
1.      Teori penurunan hormone.
Penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron yang terjadi kira – kira 1 – 2 minggu sebelum  partus dimulai. Progesterone bekerja sebagai penenang bagi otot – otot uterus dan akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul his bila kadar progesterone turun.
2.      Teori plasenta menjadi tua.
Villi korialis mengalami perubahan – perubahan, sehingga kadar estrogen dan progesterone menurun yang menyebabkan kekejangan pembuluh darah, hal ini akan menimbulkan kontraksi rahim.
3.      Teori berkurangnya nutrisi pada janin.
Jika nutrisi pada janin berkurang maka hasil konsepsi akan segera di keluarkan.
4.      Teori distensi Rahim.
Keadaan uterus yang terus menerus membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia otot – otot uterus. Hal ini mungkin merupakan faktor yang dapat menggangu sirkulasi uteroplasenter sehingga plasenta menjadi degenerasi.
5.      Teori iritasi mekanik.
Tekanan pada ganglio servikale dari pleksus frankenhauser yang terletak di belakang serviks. Bila ganglion ini tertekan, kontraksi uterus akan timbul.
6.      Induksi Partus (induction of labour).
Parus dapat di timbulkan dengan jalan :
a.       Gagang laminaria : beberapa laminaria di masukkan dalam kanalis servikalis dengan tujuan merangsang pleksus frankenhauser.
b.      Amniotomi : pemecahan ketuban.
c.       Oksitosin drips : pemberian oksitosin menurut tetesan infuse.
c.       Asrinah, Dkk.
Proses Terjadinya Persalinan menurut Asrinah dalam bukunya “Asuhan Kebidanan Masa Persalinan” (Asrinah,et al, 2010, hal.3).
Sebab yang mendasari terjadinya partus secara teoritis masih merupakan kumpulan teoritis yang kompleks teori yang turut memberikan andil dalam proses terjadinya persalinan antara lain :
1.      Teori kerenggangan.
Otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu. Setelah melewati batas tersebut terjadi kontraksi sehingga persalinan dimulai.
2.      Teori penurunan progesterone.
Progesteron menurun menjadikan otot rahim sensitif sehingga menimbulkan his atau kontraksi.
3.      Teori oksitosin.
Pada akhir kehamilan kadar oksitosin bertambah sehingga dapat mengakibatkan his.
4.      Teori pengaruh prostaglandin.  
Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan.
5.      Teori plasenta menjadi tua.
Dengan bertambahnya usia kehamilan, plasenta menjadi tua dan menyebabkan villi corialis mengalami perubahan sehingga kadar esterogen dan progesteron turun. Hal ini menimbulkan kekejangan pembuluh darah dan menyebabkan kontraksi rahim.
6.      Teori distensi Rahim.
Keadaan uterus yang terus membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia otot-otot uterus sehingga mengganggu sirkulasi uteroplasenter.
7.      Teori berkurangnya nutrisi.
Bila nutrisi pada janin berkurang, maka hasil konsepsi akan segera dikeluarkan


Previous
Next Post »
Thanks for your comment