Sistem Gerak Manusia (Materi IPA SMP Kelas 8 – Halaman 23 s/d 43)


Sistem Gerak Manusia (Materi IPA SMP Kelas 8 – Halaman 23 s/d 43) 

Gambar – gambar nya menyusul kemudian
1.      Rangka
Pada tubuh manusia terdapat banyak sekali jenis tulang. Misalnya pada anggota tubuh bagian tangan terdapat 6 jenis tulang yaitu :
Apabila dihitung, jumlah seluruh tulang tubuh manusia dewasa terdiri dari 206 tulang. Secara umum, ada empat (4) fungsi utama tulang bagi tubuh, yaitu sebagai berikut :
a.       Memberikan bentuk pada tubuh dan menopang tubuh kita.
b.      Melindungi organ dalam, misalnya tulang rusuk melindungi jantung dan paru – paru, tulang tengkorak melindungi otak.
c.       Tempat menempelnya otot yang merupakan alat gerak aktif sehingga dapat menggerakkan tulang.
d.      Pada jenis tulang tertentu, seperti tulang paha (femur), tulang juga berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah. Sel darah dibentuk di bagian sumsum tulang, yaitu jaringan lunak yang terdapat di bagian tengah tulang.
Dibawah ini akan dibahas tentang Tulang yang ada pada system rangka manusia.
1.      Struktur Tulang.
Apabila kita perhatikan bentuk tulang, ternyata struktur tulang tidak halus, melainkan terdapat benjolan pada bagian ujungnya, berbentuk bulat serta terdapat titik – titik kasar pada bagian ujung, terdapat lekukan, tonjolan dan lubang. Masing – masing bagian ini mempunyai fungsi yang berbeda – beda. Lekukan dan tonjolan berfungsi sebagai tempat menempelnya otot. Lubang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya pembuluh darah dan saraf.
permukaan tulang ditutupi oleh membrane yang menempel dengan kuat, membrane itu disebut periosteum. Pada periosteum terdapat pembuluh – pembuluh darah kecil yang berfungsi membawa zat – zat makanan kedalam tulang. Membran ini juga penting dalam pertumbuhan dan perbaikan tulang. Pada bagian bawah periosteum terdapat tulang kompak atau disebut juga tulang keras yaitu suatu lapisan tulang yang keras dan kuat. Tulang kompak mengandung sel – sel tulang, pembuluh – pembuluh darah, zat kapur dan fosfor, serta serabut elastis. Kerasnya tulang disebabkan karena tulang mengandung zat kapur dan fosfor. Sedangkan serabut – serabut elastis mempertahankan tulang agar tetap kuat, tidak mudah rapuh atau patah.
Tulang spons dalam tulang pipa atau tulang panjang terdapat di daerah ujung tulang. Tulang spons kurang kompak dan mempunyai banyak ruang – ruang kecil terbuka yang membuat tulang menjadi ringan. Tulang panjang mempunyai lubang atau saluran yang besar. Saluran – saluran itu terdapat di tengah tulang panjang dan diisi oleh jaringan berlemak yang disebut sumsum. Sumsum merah tulang berada di daerah tulang panjang bagian ujung di antara tulang spons, sedangkan sumsum kuning berada di tulang panjang bagian tengah dan sebagian besar berisi lemak. Pada orang sehat, sumsum tulang merah menghasilkan sel – sel darah merah dengan kecepatan sampai tiga juta sel per sekon. Sel – sel darah putih juga dihasilkan di dalam sumsum tulang, tetapi lebih sedikit jumlahnya.
Ujung tulang panjang ditutup dengan suatu lapisan jaringan tebal, lunak dan lentur, yang disebut dengan tulang rawan (kartilago). Tulang rawan tersusun atas sel – sel yang dikelilingi oleh matrik protein yang dihasilkan oleh sel – sel tersebut. Selain di ujung – ujung tulang panjang, tulang rawan juga dapat ditemukan di ujung – ujung tulang rusuk, dinding saluran pernapasan, hidung dan telinga.
2.      Macam – macam Tulang Pada Sistem Rangka.
Bentung tulang manusia dibedakan menjadi empat (4), yaitu :
a.       Tulang Panjang.
Misalnya tulang lengan (humerus).
b.      Tulang Pipih.
Misalnya tulang dada (sternum)
c.       Tulang Pendek.
Misalnya tulang ruas jari (falang)
d.      Tulang Tidak Beraturan.
Misalnya tulang punggung (Vertebra)
3.      Perkembangan Tulang.
Tulang yang ada di tubuh kita merupakan suatu benda yang keras, meskipun demikian tulang bukan suatu benda yang memiliki ukuran tetap. beberapa bulan sebelum dilahirkan, tulang tersusun dari kartilago (Tulang rawan). Secara bertahap, tulang rawan akan berkembang menjadi tulang keras. Akan tetapi, pada perkembangannya tidak semua tulang rawan pada tubuh manusia menjadi tulang keras.
Tulang pada daun telinga dapat dilipat karena tulang yang terdapat pada daun telinga adalah tulang rawan. Tulang hidung ataupun tulang rawan penyusun persendian adalah contoh tulang rawan. Tulang – tulang tersebut akan tetap menjadi tulang rawan sampai manusia menjadi tua. Pada saat janin (Calon bayi yang masih ada didalam kandungan), hampir semua tulang yang terdapat pada tubuhnya merupakan tulang rawan. Seiring dengan perkembangan janin dan setelah kelahiran, tulang rawan tersebut berkembang menjadi tulang keras. Proses pengubahan tulang rawan menjadi tulang keras disebut dengan penulangan atau Osifikasi.
Proses osifikasi berawal dari tulang rawan. Tulang rawan bentuknya mirip dengan tulang dewasa. Selain itu, tulang rawan memiliki rongga yang terisi oleh osteoblast (sel pembentuk tulang). Selanjutnya, osteoblast akan membentuk osteosit (sel – sel tulang). Proses osifikasi dimulai dari bagian tengah tulang rawan dan kemudian meluas ke seluruh arah sesuai dengan pertumbuhan tulang rawan. Diantara jaringan tulang yang terbentuk terdapat pembuluh darah. Pembuluh darah ini akan membawa mineral seperti kalsium sehingga tulang yang terbentuk menjadi keras.
Selain mengalami osifikasi, tulang juga mengalami fusi atau penggabungan. Pada saat baru lahir, jumlah seluruh tulang yang ada pada system rangka adalah 270 tulang. Seiring bertambahnya usia beberapa tulang akan mengalami fusi, misalnya tulang tengkorak dan tulang ekor. Oleh karena itu, ketika dewasa, jumlah tulang penyusun system rangka ada 206 tulang.
Itulah beberapa Tulang yang terdapat pada system rangka manusia.
2.      Sendi.
Sendi adalah tempat bertemunya dua tulang atau lebih. Dengan adanya sendi, hubungan antara tulang – tulang tubuh dapat digerakkan. Sendi dapat dikelompokkan berdasarkan banyak sedikitnya gerakan yang mungkin dilakukan, yaitu :  
1.      Sinartrosis.
Yaitu sendi yang tidak dapat digerakkan, misalnya sendi yang terdapat pada tulang tengkorak.
2.      Amfiartrosis.
Yaitu sendi yang dapat digerakkan namun terbatas, misalnya sendi antar ruas tulang belakang.
3.      Diartrosis.
Sendi yang dapat digerakkan dengan bebas.
Berikut ini beberapa jenis persendian yang dapat digerakkan dengan bebas, diantaranya :
a.      Sendi Peluru.
Sendi Peluru menghubungkan antara satu tulang yang mempunyai satu ujung bulat yang masuk ke ujung tulang lain yang berongga seperti mangkok. Sendi ini dapat membentuk gerakan sangat bebas. Contoh sendi peluru adalah sendi antara tulang lengan atas dan tulang belikat, serta antara tulang pinggul dan tulang paha. Adanya sendi ini memungkinkan tulang – tulang tersebut dapat diayunkan kearah manapun.
b.      Sendi Engsel.
Tipe sendi ini mempunyai gerakan satu arah, ada yang ke depan da nada yang ke belakang seperti engsel pintu. Contoh sendi engsel antara lain sendi – sendi pada siku dan lutut. Sendi ini memiliki ruang gerak yang lebih sempit dibandingkan sendi peluru.
c.       Sendi Putar.
Pada sendi putar salah satu tulang berfungsi sebagai poros dan ujung tulang yang lain berbentuk cincin yang dapat berputar pada poros tersebut. Contohnya adalah persendian yang terdapat di antara tulang tengkorak dengan tulang leher. Sendi tersebut memungkinkan kepala kita dapat memutar, mengangguk serta menggeleng.
d.      Sendi Pelana.
Pertemuan antara dua tulang yang berbentuk seperti pelana disebut dengan sendi pelana. Sendi ini dapat menggerakkan tulang ke dua arah, yaitu muka – belakang dan ke samping. Contoh sendi ini adalah pada pangkal ibu jarimu.
e.       Sendi Geser.
Sendi geser menghubungkan antara dua tulang yang memiliki permukaan yang datar. Prinsip kerja sendi ini adalah satu bagian tulang bergerak menggeser diatas tulang lain. Sendi geser juga memungkinkan tulang bergerak ke depan dan ke belakang. Contoh sendi geser berada pada tulang – tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki dan diantara tulang belakang. Sendi ini merupakan sendi yang paling sering digunakan dalam melakukan aktivitas sehari - hari, misalnya mengambil buku, naik tangga, makan dan beberapa aktivitas lainnya.
3.      Otot.
a.      Fungsi Otot.
tanpa otot, tulang dan sendi yang terdapat ditubuh tidak memiliki kekuatan untuk bergerak. Otot adalah penggerak bagian – bagian tubuh, sehingga otot disebut alat gerak aktif. Hampir 35 hingga 40 persen massa tubuh adalah jaringan otot. Setiap saat selalu ada gerakan yang terjadi di tubuh, gerakan tersebut terjadi karena adanya kerja dari otot. Otot adalah jaringan yang dapat berkonstraksi menjadi lebih pendek. Proses kontraksi ini mengakibatkan bagian – bagian tubuh bergerak. Pada kontraksi ini diperlukan energy. Diameter otot lengan dapat membesar dan mengecil ketika meluruskan atau membengkokkan tangan. Diameter lengan membesar karena otot lengan dalam keadaan kontraksi. Pada saat melakukan kontraksi otot akan memadat dan memendek, sehingga pada saat diukur diameter otot akan membesar. Sebaliknya, pada saat otot dalam keadaan relaksasi, otot akan memanjang, sehingga pada saat diukur diameter otot akan mengecil.
Otot yang bekerja di bawah kesadaran adalah otot yang kerjanya dapat dikendalikan. Prinsip kerja otot ini adalah dapat dikendalikan, artinya kita dapat mengendalikan apakah harus menggerakkan atau tidak menggerakkan otot – otot tersebut. Sebagai contohnya, kerja otot – otot pada saat makan, menulis, berlari serta aktivitas – aktivitas lainnya yang bisa dilakukan secara sadar. Selain otot yang bekerja dibawah kesadaran, ada juga otot yang bekerja diluar kesadaran. Otot yang bekerja diluar kesadaran adalah otot yang tidak dapat dikendalikan secara sadar. Prinsip kerja otot ini adalah tidak dapat dikendalikan, artinya kita tidak dapat mengendalikan apakah harus menggerakkan atau tidak menggerakkan otot – otot tersebut. Otot – otot tersebut bekerja sepanjang hari, sepanjang hidup diluar kesadaran kita. Contoh dari aktivitas otot ini antara lain aktivitas jantung untuk selalu memompa darah ke seluruh tubuh, aktivitas otot – otot lambung untuk mencerna makanan secara mekanik.
b.      Tiga Jenis Jaringan Otot.
1.      Otot Rangka.
Otot rangka adalah otot yang paling banyak terdapat didalam tubuh. Jika diamati di bawah mikroskop, sel – sel otot rangka terlihat bergaris – garis melintang, sehingga otot ini juga disebut dengan otot lurik. Otot rangka melekat pada tulang dengan perantaraan tendon. tendon adalah pita tebal, berserabut dan liat yang melekatkan otot pada tulang. Otot rangka tergolong otot sadar. Kita dapat mengontrol penggunaan otot ini. Kita dapat menentukan kapan berjalan dan kapan tidak. Otot rangka cenderung cepat berkontraksi dan cepat lelah.
2.      Otot Polos.
Otot Polos terdapat pada dinding lambung usus halus, Rahim, kantung empedu dan pembuluh darah. Otot polos berkontraksi dan berelaksasi dengan lambat. Otot ini berbentuk gelendong serta memiliki sebuah inti pada tiap selnya. Berdasarkan cara kerjanya, otot polos tergolong dalam otot tak sadar.
3.      Otot Jantung.
Otot jantung hanya ditemukan di jantung. Otot jantung mempunyai garis – garis seperti otot rangka. Sebaliknya, cara kerja otot jantung mirip otot polos karena tergolong otot tidak sadar. Otot jantung berkontraksi sekitar 70 kali per menit sepanjang hari selama hidup. otot jantung berkontraksi pada saat jantung berdenyut. Otot ini tidak dapat dikontrol oleh kemauan sadarmu.
4.      Gangguan dan Kelainan Pada Sistem Gerak Dan Upaya Mencegah Serta Mengatasinya.
a.      Riketsia.
Riketsia terjadi karena kekurangan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium dan fosfor sehingga proses pengerasan tulang terganggu. Penyakit ini terjadi pada anak – anak. Riketsia menyebabkan tulang kaki tumbuh membengkok . Penyembuhan dan pencegahan dari penyakit ini adalah dengan penambahan kalsium, fosfor dan vitamin D kedalam menu makan. Vitamin D dapat diperoleh dari makanan, suplemen dan berjemur di panas matahari pagi.
Seseorang yang berusia 1 – 70 tahun membutuhkan Vitamin D sebanyak 15 miligram / hari. Sedangkan seseorang yang berusia 71 keatas membutuhkan vitamin D sebanyak 20 miligram / hari. Vitamin D dapat diaktifkan dengan bantuan sinar matahari pagi melalui berjemur. Melalui paparan sinar matahari pagi selama 10 – 15 menit, maka sinar ultraviolet dari matahari akan dapat membantu tubuh mengaktifkan pro vitamin D. Vitamin D aktif akan dapat meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor didalam tubuh, sehingga akan menambah jumlah kalsium dan fosfor dalam darah. Dengan demikian bertambahnya kadar vitamin D dalam tubuh karena terkena sinar matahari, maka akan dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium sehingga dapat menolong perbaikan tulang penderita riketsia
b.      Osteoporosis.
Osteoporosis disebabkan karena kekurangan kalsium. Osteoporosis umumnya terjadi pada orang dewasa dan orang tua. orang tua biasanya menghasilkan lebih sedikit hormone, sehingga osteoblast sebagai pembentuk tulang kurang aktif dan massa tulangpun jadi berkurang. Tulang yang kekurangan mineral akan menjadi rapuh dan mudah patah.
c.       Artritis.
Artritis adalah penyakit sendi. Penderita penyakit ini mempunyai tulang rawan sendi yang rusak. Kerusakan ini menyebabkan sendi menjadi sakit dan bengkok. Kadang – kadang sendi yang terkena artritis tidak dapat digerakkan. Rematik adalah salah satu bentuk artritis. Beberapa hal yang menyebabkan penyakit artritis ini adalah metabolism asam urat yang terganggu, sehingga asam urat tertimbun pada sendi dan menyebabkan sakit terutama pada jari – jari tangan maupun kaki, penumpukan kapur diantara dua tulang mengakibatkan sendi sulit digerakkan dan kaku. Upaya untuk mengurangi terjadinya artritis yaitu dengan mengonsumsi makanan yang seimbang.
d.      Fraktura (Patah Tulang).
Tulang memiliki struktur kuat dan lentur, namun demikian tulang juga dapat patah. Salah satu penyebab terjadinya patah tulang adalah karena tulang mengalami benturan yang keras, misalnya pada saat kecelakaan atau jatuh dari tempat yang tinggi. Patahnya tulang disebut fraktura.
Ada beberapa jenis Fruktura, secara umum dapat dikelompokkan menjadi :
1.      Fruktura Tertutup.
Jika tulang yang patah tidak sampai menembus kulit
2.      Fruktura Terbuka.
jika tulang yang patah keluar menembus kulit.
Fraktura juga dapat dibedakan berdasarkan kondisi tulang yang patah, yaitu :
1.      Miring.
2.      Kominuta (terpecah – pecah menjadi bagian – bagian kecil).
3.      spiral.
e.       Kifosis, Lordosis dan Skollosis.
Tulang belakang manusia yang normal tidaklah lurus, tetapi melengkung. Bentuk tulang belakang mempengaruhi bentuk tubuh kita. Tulang belakang dapat mengalami kelainan. Tiga kelainan tulang belakang yang umum terjadi adalah Lordosis, Kifosis dan Skoliosis.
1.      Kifosis.
Kifosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan di bagian dada kea rah belakang. penderita kifosis tubuhnya terlihat bungkuk. Kifosis dapat disebabkan karena penyakit (misalnya TBC atau reketsia) atau kebiasaan duduk yang salah
2.      Lordosis.
Lordosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan kearah depan di bagian pinggang. Orang yang mengalami kelainan ini pinggangnya terlihat lebih menonjol ke depan. Lordosis dapat disebabkan karena perut penderita yang terlalu besar (misalnya karena hamil atau kegemukan)
3.      Skoliosis.
Skoliosis adalah melengkungnya tulang belakang kearah samping. Skoliosis dapat disebabkan oleh polio atau kebiasaan duduk atau berposisi yang salah.
5.      Upaya Menjaga Kesehatan Sistem Gerak Pada Manusia.
Setelah mengetahui beberapa gangguan atau kelainan yang terjadi pada system gerak, maka kita harus dapat mengantisipasi agar tidak mengalami gangguan – gangguan tersebut. Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan system gerak kita adalah sebagai berikut :
a.       Meningkatkan kandungan kalsium dalam asupan makanan. Makanan yang banyak mengandung kalsium diantaranya : susu, kangkung, kedelai dan olahannya, ikan salmon, kacang almond dan brokoli.
b.      Berjemur pada sinar matahari pagi karena sinarnya sangat baik untuk membantu pembentukan vitamin D yang sangat penting dalam membantu penyerapan kalsium dalam makanan.
c.       Memperhatikan asupan vitamin D dengan makan makanan yang mengandung vitamin D. Makanan yang mengandung vitamin D diantaranya telur, produk olahan dari kedelai, minyak ikan, ikan berlemak, hati sapid an udang.
d.      memperhatikan aktivitas fisik yang cukup setiap harinya. Aktivitas fisik seperti jalan kaki, jogging, tenis, menaiki tanggga dapat membantu terbentuknya tulang yang kuat dan memperlambat proses kerapuhan tulang pada tubuh.
e.       Menghindari  kebiasaan sikap tubuh yang salah, misalnya dengan cara duduk yang benar yaitu tulang belakang harus dalam posisi tegak (tidak membungkuk), saat tidur sebaiknya memakai alas yang datar dan padat agar posisi tulang belakang tetap lurus. 

Comments