Sistem Pencernaan Manusia (Materi IPA Terpadu SMP Kelas 8 - Halaman 155 s/d 198)


Sistem Pencernaan Manusia (Materi IPA Terpadu SMP Kelas 8 - Halaman 155 s/d 198) 

A.    Nutrisi
Maha Besar Tuhan yang telah memberikan negara kita sumber daya alam yang melimpah. Indonesia merupakan negara agraris yang sangat subur serta memiliki potensi alam yang luar biasa. Berbagai jenis tumbuhan sebagai penyedia makanan pokok bagi manusia dapat dengan mudah ditemukan, seperti Padi, jagung, sagu dan berbagai macam umbi. Bahan – bahan pokok ini berfungsi sebagai sumber karbohidrat yang merupakan pemasok energy utama tubuh. Selain itu, berbagai jenis buah – buahan dan sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral juga tumbuh subur di sekitar kita.
Makanan merupakan sumber energy utama bagi makhluk hidup, tanpa makanan yang masuk kedalam tubuh, manusia dapat mati karena tidak punya energy untuk bertahan hidup. Coba pikirkan apa yang akan terjadi jika kita tidak makan selama sehari  saja ?. Tentu tubuh kita akan lemas dan tidak berenergi. Begitu penting peran makanan, oleh karena itu kita harus tahu apa saja jenis makanan dan kandungan gizi di dalamnya.
Banyak orang yang lebih mementingkan rasa suatu makanan daripada nilai gizi yang terkandung didalam makanan. Sepotong roti tawar akan mudah kita santap, namun hanya memberikan beberapa nutrisi yang kita butuhkan. Nutrisi pada makanan berperan dalam memberikan energy dan bahan untuk perkembangan, pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh. Oleh karena itu, memilih makanan dengan kandungan nutrisi yang tepat sangat penting untuk diketahui.
1.      Kebutuhan Energi.
Tubuh membutuhkan energy untuk setiap kegiatan, seperti belajar, berjalan ke sekolah dan membaca buku. Tubuh juga menggunakan energy untuk mempertahankan suhu tubuh normal sekitar 370 C. Energi ini berasal dari makanan yang kita makan. Jumlah energy yang dibutuhkan oleh tubuh untuk aktivitas tersebut menggunakan satuan kalori. Sama halnya pada tubuh, jumlah energy yang tersedia dalam makanan juga diukur dalam satuan kalori. Satu satuan kalori (kal) menunjukkan jumlah energy yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 gram air sebesar 10 C. 1 Kilo kalori (kkal) sama dengan 1000 kalori (kal) sama dengan 4.200 Joule (J).  Contoh makanan yang berfungsi sebagai sumber energy adalah Nasi, Roti dan Pisang.
Sejumlah energy yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas metabolism tubuh selama sehari berbeda – beda bagi setiap orang. Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan energy seseorang diantaranya adalah usia, jenis kelamin, serta aktivitas yang dilakukan. Secabai contoh, kita akan cenderung lebih cepat lapar ketika selesai melakukan olahraga dibandingkan jika hanya duduk atau beristirahat. Hal itu dapat terjadi karena pada saat olahraga kalori yang dibutuhkan tubuh lebih banyak sehingga pembakaran energy dari makanan yang dimakan juga lebih cepat dibandingkan jika hanya duduk dan istirahat. Perhatikan tabel dibawah ini :
NO
Aktivitas
Kalori yang dibutuhkan per Jam (kkal)
1
Berjalan naik tangga
1.100
2
Berlari
570
3
Berenang
500
4
Latihan berat
450
5
Berjalan – jalan
200
6
beristirahat
100

Keseimbangan energy dapat terjadi ketika kalori yang masuk dalam tubuh melalui makanan sama dengan kalori yang dikeluarkan melalui metabolism tubuh dan aktivitas otot. Dalam kondisi ini, berat badan akan cenderung tetap. Jika kalori yang masuk dalam tubuh melebihi kalori yang dikeluarkan, maka akan terjadi keseimbangan energy positif. Artinya jaringan tubuh akan menyimpan kelebihan nutrisi tersebut. Kenaikan berat badan dapat terjadi jika sekitar 3.500 kkal disimpan dalam bentuk lemak pada jaringan tubuh. Sebaliknya, jika kalori yang dikeluarkan tubuh melalui aktivitas lebih besar dibandingkan dengan kalori yang masuk dalam tubuh, maka akan terjadi keseimbangan energy negatif. Artinya tubuh akan melakukan pembakaran simpanan nutrisi yang tersimpan dalam tubuh untuk memenuhi kalori yang dibutuhkan tubuh. Hal ini dapat menurunkan berat badan. Oleh karena itu, untuk menjaga berat badan tetap seimbang, kita harus menjaga agar kalori yang masuk dalam tubuh sama dengan kalori yang dikeluarkan.
2.      Jenis Nutrisi.
Makanan yang kita konsumsi seharusnya tidak hanya sekedar mengenyangkan, tetapi harus mengandung nutrisi dan gizi. Nutrisi atau gizi adalah zat yang dibutuhkan makhluk hidup sebagai sumber energy, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan dan untuk berlangsungnya fungsi normal pada setiap jaringan dan organ tubuh. Sebenarnya, makanan yang dikonsumsi sehari – hari harus mengandung enam (6) jenis nutrisi, yaitu ;
1.      Karbohidrat.
2.      Lemak.
3.      Protein.
4.      Vitamin.
5.      Mineral.
6.      Air
Karbohidrat, lemak dan protein dibutuhkan dalam jumlah banyak, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit.
Karbohidrat, lemak, protein dan vitamin merupakan nutrisi organic yang mengandung karbon. Sebaliknya nutrisi anorganik seperti air dan mineral, tidak mengandung karbon. Makanan yang mengandung karbohidrat, lemak dan protein perlu dicerna atau dipecah terlebih dahulu oleh tubuh. Sedangkan air, vitamin dan mineral dapat diserap langsung oleh sel – sel tubuh.
a.      Karbohidrat.
Setiap molekul karbohidrat terbuat dari karbon, hydrogen dan oksigen. Karbohidrat adalah sumber utama energy bagi tubuh. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4,1 kilokalori (kkal). Terdapat tiga jenis karbohidrat yaitu gula, pati dan serat. Gula disebut karbohidrat sederhana. Contoh makanan yang mengandung gula antara lain buah – buahan, madu dan susu. Dua jenis karbohidrat lainnya yaitu pati dan serat disebut karbohidrat kompleks. Pati ditemukan dalam umbi – umbian seperti kentang dan makanan yang terbuat dari biji – bijian. Serat, seperti selulosa, ditemukan di dinding sel tumbuhan. Makanan seperti roti gandum atau sereal, kacang – kacangan, sayuran dan buah – buahan merupakan sumber serat yang baik. Serat tidak dapat dicerna oleh saluran percernaan makanan manusia, sehingga dikeluarkan sebagai feses. Dengan demikian, serat bukan merupakan sumber energy bagi tubuh manusia.
Konsumsi karbohidrat terlalu berlebihan dapat menyebabkan penyakit gula atau diabetes.  Hati – hati dengan diabetes. Menurut WHO 246 juta orang di dunia mengidap diabetes. Jumlah ini menunjukkan hampir 6 % dari populasi orang dewasa di dunia. Karena jumlahnya yang besar ini, maka diabetes disebut sebagai “The Silent Epidemi”. Penyebab utama peningkatan kejadian diabetes adalah gaya hidup. Olah raga teratur dan pengaturan pola makan dapat mengurangi atau menunda timbulnya diabetes lebih dari 50 %. Untuk mengetahui kadar gula dalam tubuh, dapat menggunakan alat pengukur kadar gula darah. Kadar gula darah normal berkisar antara 60 – 100 ml / dL, saat dalam kondisi tidak makan. Jika setelah makan, kadar maksimal kurang dari 140 mg / dL.
b.      Lemak.
Lemak atau Lipid diperlukan tubuh karena menyediakan energy sebesar 9,3 kkal / gram, melarutkan vitamin A, D, E, K dan menyediakan asam lemak sesensial bagi tubuh manusia. Selama proses pencernaan, lemak dipecah menjadi molekul yang lebih kecil, yaitu asam lemak dan gliserol.
Lemak merupakan unit penyimpanan yang baik untuk energy. Kelebihan energy dari makanan yang kita makan akan diubah menjadi lemak dan disimpan untuk digunakan lain waktu. Berdasarkan struktur kimianya, dikenal lemak jenuh dan lemak tak jenuh.
1.      Lemak Tak Jenuh.
Lemak Tak Jenuh biasanya cair pada suhu kamar. Minyak Nabati serta Lemak yang ditemukan dalam biji adalah lemak tak jenuh.
2.      Lemak Jenuh.
Lemak Jenuh biasanya padat pada suhu kamar, ditemukan dalam daging, susu, keju, minyak kelapa dan minyak kelapa sawit. Lemak Jenuh yang berlebih dapat meningkatkan kolesterol darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.
Makanan yang mengandung lemak biasanya akan cenderung berminyak atau memiliki rasa yang gurih, misalnya pada keripik kentang dan kacang.
c.       Protein.
Protein dibutuhkan sebagai penghasil energy, untuk pertumbuhan dan mengganti sel – sel tubuh yang rusak, pembuat enzim dan hormone dan pembentuk antibody (system kekebalan tubuh). Protein merupakan molekul besar yang terdiri atas sejumlah asam amino. Asam Amino terdiri atas karbon, hydrogen, oksigen, nitrogen dan kadang – kadang belerang.
Protein yang kita makan dapat berasal dari hewan (Protein Hewani) dan dari tumbuhan (Protein Nabati). Bahan makanan yang mengandung protein hewani antara lain daging, ikan, telur, susu dan keju. Bahan makanan yang mengandung protein nabati adalah kacang kedelai, kacang hijau dan kacang – kacangan lainnya. Kacang kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu merupakan salah satu sumber protein yang baik.
Kandungan nutrisi dalam bahan makanan dapat diketahui dengan menggunakan indicator uji makanan atau reagen.
Ada Tiga (Macam) Reagen, diantaranya :
a.      Reagen Kalium Iodida (KI) atau Lugol.
Digunakan untuk menguji bahan makanan yang mengandung amilum. Reagen ini berwarna oranye. Setelah sampel yang diuji ditetesi reagen KI, akan terjadi perubahan warna. Apabila sampel berubah warna menjadi biru tua berarti bahan makanan tersebut mengandung amilum.
b.      Reagen Benedict.
Digunakan untuk menguji bahan makanan yang mengandung gula. Reagen ini berwarna biru jernih. Setelah sampel yang diuji ditetesi Reagen Benedict, akan terjadi perubahan warna. Apabila sampel berubah warna menjadi biru kehijauan atau kuning atau merah bata berarti bahan makanan tersebut mengandung gula. Bergantung pada kadar gula dalam sampel.
c.       Reagen Biuret.
Digunakan untuk mengetahui adanya kandungan protein pada bahan makanan. Reagen Biuret adalah larutan berwarna biru yang ketika bereaksi dengan protein akan berubah warna menjadi merah muda sampai ungu.

d.      Vitamin.
Walaupun Vitamin dibutuhkan dalam jumlah sedikit, namun harus ada, karena vitamin diperlukan untuk mengatur fungsi tubuh dan mencegah beberapa penyakit. Vitamin dikelompokkan menjadi dua yaitu :
1.      Vitamin yang larut dalam Air, yaitu Vitamin B dan C.
2.      Vitamin yang larut dalam Lemak, yaitu Vitamin A, D, E dan K.
Khusus Vitamin D dapat terbentuk ketika kulit terkena sinar matahari, karena didalam tubuh ada pro vitamin D. Perhatikan Tabel 4.8.
Tabel 4.8. Jenis Vitamin, Sumber dan Manfaatnya
NO
VITAMIN
MANFAAT
SUMBER
1
VITAMIN A
Menjaga kesehatan mata, meningkatkan system kekebalan tubuh, pertumbuhan tulang dan menguatkan gigi
Susu, telur, hati, sereal, sayuran oranye seperti wortel, ubi jalar, labu dan buah – buahan.
2
VITAMIN B
Mengatur fungsi tubuh, membantu untuk menghasilkan sel darah merah.
Gandum, makanan laut, daging, telur, produk susu seperti susu asam, sayuran berdaun hijau, kacang.
3
VITAMIN C
Membentuk kolagen, membantu menjaga kesehatan jaringan tubuh seperti gusi dan otot dan membantu tubuh melawan infeksi
Buah jeruk, stroberi, jambu biji, cabai, tomat, brokoli dan bayam, sari buah jeruk.
4
VITAMIN D
Menguatkan tulang dan gigi, membantu tubuh menyerap kalsium pembentuk tulang.
Kuning telur, minyak ikan dan makanan yang diperkaya seperti susu serta susu kedelai
5
VITAMIN E
Sebagai antioksidan dan membantu melindungi sel dari erusakan, penting bagi kesehatan sel – sel darah merah
Minyak sayur, kacang – kacangan dan sayuran berdaun hijau, alpukat, gandum dan biji – bijian.
6
VITAMIN K
Membantu pembekuan darah dan meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan tulang.
Alpukat, anggur, sayuran hijau, produk susu seperti susu asam, umbi – umbian, biji – bijian dan telur.

Kekurangan vitamin diatas dapat menyebabkan beberapa gangguan didalam tubuh. Salah satu contoh yang sering kita jumpai sehari – hari adalah kekurangan vitamin C. Salah satu akibat kekurangan vitamin C adalah sariawan. Untuk pengobatan atau pencegahan sariawan biasanya disarankan untuk banyak mengonsumsi buah – buahan yang asam seperti jeruk, stroberi atau asam jawa.
Vitamin C tidak hanya terdapat pada buah – buahan yang asam.
e.       Mineral.
Tubuh memerlukan sekitar 14 jenis mineral, diantaranya kalsium, fosfor, kalium, natrium, besi, iodium dan seng. Mineral merupakan nutrisi yang sedikit mengandung atom karbon. Satu jenis makanan yang kita konsumsi ternyata dapat mengandung lebih dari satu jenis zat gizi, misalnya pada susu terkandung protein, lemak, serta mineral berupa kalsium.
Mineral berfungsi dalam proses pembangunan sel, membantu reaksi kimia tubuh, mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan pembentukan dan pemeliharaan tulang. Beberapa mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sangat sedikit, sebagian yang lain cukup banyak.
Berbagai mineral yang dibutuhkan tubuh, manfaatnya serta sumbernya dapat dicermati pada Tabel 4.10.
NO
MINERAL
KEGUNAAN
SUMBER
1
KALSIUM (Ca)
Bahan pembentuk tulang, gigi, kerja otot dan kerja saraf.
Telur, sayuran hijau, kedelai
2
FOSFOR (P)
Membantu dalam kontraksi dan relaksasi otot serta pembentukan tulang – gigi
Daging, gandum, keju
3
POTASIUM / KALIUM (K)
Mengatur keseimbangan air dalam sel, mempercepat hantaran impuls pada saraf dan kerja otot.
Pisang, kentang, kacang, daging dan jeruk
4
SODIUM / NATRIUM (Na)
Menjaga keseimbangan cairan dalam jaringan tubuh dan mempercepat hantaran impuls pada saraf.
Daging, susu, keju, garam dan wortel
5
BESI (Fe)
Bahan utama penyusunan hemoglobin pada sel darah merah
Daging merah, kacang, bayam dan telur
6
IODIUM (I)
Sebagai salah satu hormone tiroksin dan merangsang metabolism
Ikan laut dan garam beriodium
7
SENG
Menjaga kekebalan tubuh, kesehatan mata, menghambat virus, mengurangi risiko kanker, kesehatan organ vital laki – laki dan mempercepat penyembuhan luka.
Kacang – kacangan, biji – bijian dan gandum

f.       Air.
Air penting bagi tubuh untuk menjaga kelangsungan hidup. Kita tentu lebih dapat menahan lapar daripada menahan haus. Mengapa demikian ?. Karena sel – sel tubuh membutuhkan air untuk beraktivitas. Disamping itu, nutrisi yang masuk ke tubuh tidak dapat digunakan oleh sel – sel tubuh bila tidak terlarut dalam air.
Sekitar 60 – 80 % sel tubuh makhluk hidup terdiri atas air. Tubuh dapat kehilangan air ketika bernapas, berkeringat, buang air besar maupun air kecil. Kehilangan air tersebut harus segera diganti dengan minum air sebanyak 2 liter atau 8 gelas sehari. Namun, minum air bukan satu – satunya cara untuk memasok sel – sel dengan air, karena tanpa kita sadari makanan yang kita makan mengandung banyak air. Contoh apel mengandung 80 % air dan daging mengandung 66 % air. 
Air dibutuhkan oleh tubuh sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh, pengatur suhu tubuh, pelarut zat – zat gizi lain dan pembantu proses pencernaan makanan, pelumas dan bantalan, media transportasi dan media pengeluaran sisa metabolisme.
B.     Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Makanan Pada Manusia.
Makanan diperlukan oleh tubuh untuk memasok energy. Makanan diproses dalam tubuh melalui empat (4) tahap :
1.      Ingesti. (Proses memasukkan makanan kedalam mulut)
2.      Digesti. (Percernaan)
3.      Absorpsi. (Penyerapan)
4.      Defekasi.(Pengeluaran)
Pada saat makanan masuk kedalam mulut, proses pencernaan dimulai. Pencernaan merupakan proses memecah makanan menjadi molekul kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh melalui pembuluh darah. Selanjutnya, molekul makanan dari darah masuk kedalam sel melintasi membrane sel. Molekul yang tidak digunakan dan dibutuhkan oleh tubuh akan dikeluarkan dari tubuh melalui system eksresi seperti keringat dan urine. Makanan yang tidak tercerna berupa feses akan dibuang melalui anus, proses ini disebut defekasi.
Pencernaan makanan terbagi atas dua macam, yaitu :
1.      Pencernaan Mekanis.
Pencernaan mekanis terjadi ketika makanan dikunyah, dicampur dan diremas. Pencernaan mekanis salah satu contohnya terjadi didalam mulut yaitu pada saat makanan dihancurkan oleh gigi.
2.      Pencernaan Kimiawi.
Pada pencernaan kimiawi, terjadi reaksi kimia yang menguraikan molekul besar makanan menjadi molekul yang lebih kecil. Pencernaan kimiawi pada proses pencernaan biasanya dilakukan dan dibantu oleh enzim – enzim pencernaan seperti enzim amylase pada mulut.
Perhatikan gambar 4.10 dibawah ini
1.      Organ Pencernaan Utama.
Sistem pencernaan manusia terdiri atas organ utama berupa saluran pencernaan dan organ aksesori (tambahan). Saluran pencernaan merupakan saluran yang dilalui bahan makanan yang dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rectum dan berakhir di anus. 
Lidah, gigi, kelenjar air ludah (Kelenjar Saliva), hati, kantung empedu dan pancreas merupakan organ aksesori yang membantu pencernaan mekanis dan kimiawi. Kelenjar pencernaan adalah organ aksesori yang mengeluarkan enzim untuk membantu mencerna makanan.
a.      Mulut.
Didalam mulut terdapat gigi, lidah dan kelenjar air liur (saliva). Air liur mengandung mukosa atau lendir, senyawa yang berfungsi sebagai anti bakteri dan enzim ptyalin. Enzi mini akan memecah molekul amilum menjadi molekul maltose. Didalam mulut terjadi pencernaan makanan secara mekanis dan kimiawi.
b.      Kerongkongan (Esofagus).
Setelah melalui rongga mulut, makanan yang berbentuk bolus akan masuk kedalam tekak (faring). Faring adalah saluran yang memanjang dari bagian belakang rongga mulut sampai ke permukaan kerongkongan (Esofagus). Pada pangkal faring terdapat katup pernapasan yang disebut epiglottis. Epiglotis berfungsi untuk menutup ujung saluran pernapasan (laring) agar makanan tidak masuk ke saluran pernapasan. Setelah melalui faring, bolus menuju ke esophagus (kerongkongan). Otot kerongkongan berkontraksi sehingga menimbulkan gerakan meremas yang mendorong bolus kedalam lambung. Gerakan otot kerongkongan ini disebut gerakan peristaltic.
c.       Lambung.
Setelah dari Esofagus makanan masuk ke lambung. Didalam lambung terjadi pencernaan mekanis dan kimiawi. Secara mekanis otot lambung berkontraksi mengaduk – aduk bolus. Secara kimiawi bolus tercampur dengan getah lambung. Getah lambung mengandung asam klorida (HCL), enzim Pepsin dan enzim renin. HCL berfungsi untuk menjadikan ruangan dalam lambung bersifat asam (pH 1-3) sehingga dapat membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Enzim pepsin akan menghidrolisis (memecah) protein menjadi pepton (campuran dari polipeptida dan asam amino). Enzim renin akan mengendapkan protein kasein yang terdapat dalam susu. Setelah melalui proses pencernaan selama 2 – 4 jam didalam lambung, bolus menjadi bahan kekuningan yang disebut klimus (bubur usus). Klimus akan masuk sedikit demi sedikit kedalam usus dua belas jari. Pengaturan ini dibantu oleh adanya sfingter, yaitu otot – otot yang tersusun melingkar antara lambung dan usus dua belas jari.
d.      Usus Halus.
Usus halus memiliki panjang sekitar 8,25 meter. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu usus 12 jari (duodenum) dengan panjang sekitar 0,25 meter, usus tengah (jejunum) dengan panjang sekitar 7 meter. Dalam usus halus terjadi pencernaan secara kimiawi saja. Pada duodenum terdapat saluran yang terhubung dengan kantung empedu dan pancreas. Getah pancreas mengandung enzim lipase, amylase dan tripsin. Enzim lipase akan mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Amilase akan mencerna amilum menjadi maltose. Tripsin akan mencerna protein menjadi polipeptida. Getah empedu yang dihasilkan hati akan mengemulsikan lemak yakni membuat lemak agar larut dalam air.
Pencernaan makanan dilanjutkan di jejunum. Pada bagian ini terjadi pencernaan terakhir sebelum zat – zat makanan diserap. Zat – zat makanan setelah melalui jejunum menjadi bentuk yang siap diserap. Penyerapan zat – zat makanan terjadi di Ileum. Glukosa, vitamin yang larut dalam air, asam amino dan mineral setelah diserap oleh vili usus halus akan dibawa oleh darah menuju hati dan diedarkan ke seluruh tubuh. Glukosa dalam hati selanjutnya disimpan dalam bentuk glikogen. Asam lemak, gliserol dan vitamin yang larut dalam lemak setelah diserap oleh vili usus halus akan dibawa oleh pembuluh getah bening menuju hati, kemudian disimpan dalam jaringan lemak.
Struktur usus manusia memiliki lipatan – lipatan, baik bagian luar maupun bagian dalam, yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan.
Semakin luas bdang permukaan bagian dalam usus, semakin banyak vili yang terdapat, akan menyebabkan proses penyerapan yang terjadi juga akan semakin efektif. Maha suci Tuhan yang telah merancang struktur usus halus seperti itu. Bayangkan apabila struktur usus datar, maka penyerapannya juga tidak efektif dan membutuhkan waktu yang sangat lama, akibatnya kita akan kekurangan pasokan nutrisi.
e.       Usus Besar.
Usus besar atau kolon memiliki panjang 1 meter dan terdiri atas :
1.      Kolon Asendens (Naik).
2.      Kolon Transversum (Mendatar).
3.      Kolon Desendens (Menurun) dan berakhir pada anus.
Diantara usus halus dan usus besar terdapat usus buntu (sekum). Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut umbai cacing (Apendiks) yang berisi massa sel darah putih yang berperan dalam imunitas.
Bahan makanan yang sampai pada usus besar dapat dikatakan sebagai zat – zat sisa. Zat – zat sisa berada dalam usus besar selama 1 sampai 4 hari. Zat sisa tersebut terdiri atas sejumlah besar air dan bahan makanan yang tidak dapat tercerna, misalnya selulosa. Usus besar berfungsi mengatur kadar air pada sisa makanan. Bila kadar air pada sisa makanan terlalu banyak, maka dinding usus besar akan menyerap kelebihan air tersebut. Sebaliknya bila sisa makanan kekurangan air, maka dinding usus besar akan mengeluarkan air dan mengirimnya ke sisa makanan. Didalam usus besar terdapat banyak sekali bakteri Escherichia Coli yang membantu membusukkan sisa – sisa makanan tersebut. Bakteri Escherichia Coli mampu membentuk vitamin K dan B12. Sisa makanan yang tidak terpakai oleh tubuh beserta gas – gas yang berbau disebut tinja (feses) dan dikeluarkan melalui anus.
2.      Organ Pencernaan Tambahan.
Proses pencernaan manusia tidak hanya terdiri atas saluran pencernaan, tetapi juga terdapat organ pencernaan tambahan berupa kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan membantu mencerna makanan dengan menghasilkan enzim – enzim yang digunakan dalam pencernaan makanan secara kimiawi. Terdapat tiga organ pencernaan tambahan yaitu hati, kantung empedu dan pancreas.
a.      Hati.
Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh. Hati berada pada bagian rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma. Hati berperan dalam proses detoksifikasi. Ketika dalam darah terkandung beberapa zat yang berbahaya dan bersifat racun, maka hati akan menetralisir racun tersebut sehingga tidak berbahaya bagi tubuh.
Hati merupakan organ penyimpanan. Hati akan memindahkan zat besi (Fe) dan vitamin A,D,E,K dan B12 dari darah dan menyimpannya. Hati juga berperan dalam menjaga keseimbangan kadar glukosa darah. Ketika kadar glukosa dalam darah rendah, hati akan melepaskan glukosa dalam darah rendah. Hati akan melepaskan glukosa dengan cara memecah glikogen. Bahkan jika dibutuhkan, hati akan mengubah gliserol, asam lemak dan asam amino menjadi glukosa. Selain itu,  Hati juga mengatur kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol akan diubah menjadi asam kolik (Cholic Acid) yang berfungsi untuk mengemulsi lemak. Sel – sel hati akan mengeluarkan getah yang mengandung kolesterol, asam kolik, garam empedu, lesitin, bilirubin dan elektrolit. Getah ini disebut getah empedu.
b.      Kantung Empedu.
Kantung Empedu merupakan organ yang berada dibawah hati. Kantung ini akan menyimpan getah empedu yang dihasilkan oleh hati. Getah empedu berwarna kuning kehijauan karena mengandung pigmen bilirubin. Bilirubin merupakan pigmen yang terbentuk dari pemecahan hemoglobin. Getah empedu akan dikeluarkan ke usus halus dan berperan dalam mengemulsi lemak. Dengan demikian, lemak akan terpecah menjadi butiran – butiran kecil sehingga lebih mudah dicerna oleh enzim pencernaan dan melanjutkan proses pemecahan hingga dapat diserap oleh tubuh.
c.       Pankreas.
Pankreas merupakan organ yang berada dibalik perut di belakang lambung. Sel – sel pada pancreas akan menghasilkan cairan pancreas, yang akan masuk kedalam duodenum melalui saluran pancreas. Getah Pankreas mengandung Sodium Bikarbonat (NaHCO2) dan enzim – enzim pencernaan yang berperan dalam pemecahan karbohidrat, protein dan lemak. Pankreas juga merupakan kelenjar endokrin yang menghasilkan hormone insulin. Hormon Insulin ini berfungsi mengatur proses pengubahan glukosa dalam darah menjadi glikogen yang disimpan dalam hati. Adanya hormone insulin inilah yang mengontrol keseimbangan jumlah glukosa dalam darah. Apabila terjadi gangguan dalam produksi insulin, maka dapat mengakibatkan penyakit diabetes.
C.    Gangguan Pada Sistem Pencernaan dan Upaya Untuk Mencegah atau Menanggulanginya.
1.      Obesitas.
Obesitas adalah suatu kondisi tubuh yang memiliki kandungan lemak berlebih, sehingga dapat menimbulkan efek negatif pada kesehatan. Obesitas dapat meningkatkan risiko terkena beberapa jenis penyakit seperti penyakit jantung, diabetes dan osteoarthritis.
Obesitas umumnya disebabkan karena konsumsi makanan yang berlebih dan kurangnya aktivitas tubuh. Namun demikian, obesitas juga dapat disebabkan oleh keturunan melalui pewarisan gen atau akibat konsumsi obat tertentu. Pada beberapa orang, ada yang sedikit mengonsumsi makanan, namun mengalami kelebihan berat badan. Hal ini dapat disebabkan laju metabolism tubuh yang lambat.
2.      Karies Gigi.
Karies gigi atau gigi berlubang, merupakan kerusakan gigi akibat infeksi bakteri yang merusak lapisan gigi sehingga merusak struktur gigi. Bakteri pada mulut mengolah gula sehingga menghasilkan asam. Asam yang diproduksi selama metabolism dalam mulut ini dapat merusak gigi. Gigi berlubang dapat menyebabkan nyeri pada gigi jika sampai terlalu dalam kerusakannya karena telah sampai merusak saraf gigi.
Pada umumnya penyakit gigi dan mulut disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan mulut. Oleh karena itu, upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan kebersihan gigi. Menyikat gigi minimal 2 kali sehari, membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi, obat kumur atau berkumur dengan larutan garam dan air hangat dapat membantu mengurangi plak gigi, serta pemeriksaan gigi secara teratur dapat mengurangi perkembangan bakteri yang menyebabkan terjadinya penyakit pada mulut dan gigi. Selain itu juga harus mengurangi makanan – makanan manis seperti permen, minuman bersoda atau makanan manis lainnya agar jumlah plak yang menempel pada gigi berkurang. Kita dapat berkumur dengan air setelah banyak makan makanan manis. Perbanyak minum air putih juga dapat mengurangi plak yang menempel pada gigi.
3.      Mag (Gastritis).
Sakit mag (gastritis) merupakan penyakit yang menyebabkan terjadinya peradangan atau iritasi pada lapisan lambung. Mag dapat diakibatkan meningkatnya asam lambung, infeksi bakteri Helicobacter pylori, peningkatan asam lambung, stress, makan tidak teratur dan mengonsumsi makanan yang terlalu pedas atau asam. Mag dapat dicegah dengan cara makan teratur, makan secukupnya, cuci tangan sebelum makan, menghindari makanan yang memicu produksi asam lambung yang berlebihan seperti makanan asam, makanan pedas dan kopi. Selain itu, menghindari stress yang berlebihan juga dapat membantu mencegah sakit mag. Apabila mag disebabkan adanya infeksi bakteri Helicobacter Pylori, dapat diobati dengan mengonsumsi obat anti biotik seperti amoksilin dan tetrasiklin. Namun tentu harus dengan resep dari dokter.
4.      Hepatitis.
Hepatitis merupakan penyakit peradangan pada hati. Orang yang menderita hepatitis ringan memiliki gejala seperti orang yang terkena flu, yaitu sakit otot dan persendian, demam, diare dan sakit kepala. Penderita hepatitis akut dapat mengalami jaundice (menguningnya kulit dan mata), membesarnya hati dan membesarnya limfa. Hepatitis apabila tidak segera ditangani dapat memicu fibrosis (kerusakan pada hati) dan sirosis (gagal hati kronis). Sirosis dapat meningkatkan risiko berkembangnya kanker hati.
Virus hepatitis B merupakan penyebab utama penyakit hepatitis. Selain virus hepatitis B, penyakit hepatitis juga dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, Protozoa, racun seperti alcohol dan penggunaan obat secara terus – menerus, seperti parasetamol.
5.      Diare.
Diare adalah penyakit pada saluran usus besar yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan Protozoa, seperti Entamoeba Coli. Ketika terjadi infeksi, didnding usus besar teriritasi, gerakan peristaltic meningkat, serta air tidak dapat diserap. Penderita diare dapat mengalami dehidrasi karena air dalam usus terus – menerus dikeluarkan, selain itu penderita diare juga akan mengalami mulas di perut karena kontraksi otot pada usus besar terjadi terus – menerus.
Upaya mencegah diare adalah dengan menjaga kebersihan makanan yang kita makan, karena makanan yang kurang higienis biasanya mengandung bakteri yang dapat menyebabkan diare, cucilah tangan sebelum makan, minum air yang dimasak atau air kemasan yang higienis dan jagalah kebersihan diri dan lingkungan. Apabila terkena diare, penanganan yang dilakukan adalah dengan meminum oralit (larutan gula garam) untuk mengganti cairan yang banyak keluar saat diare atau dapat juga minum obat diare. Obat diare biasanya memiliki fungsi utama membantu proses pemadatan feses, bukan menghentikan diare. Apabila sakit diare belum teratasi segeralah memeriksakan diri ke dokter.
6.      Konstipasi.
Konstipasi merupakan kondisi feses keras atau kering sehingga sulit dikeluarkan. Penyebab konstipasi adalah kurangnya asupan makanan berserat dan kurang minum. Ketika feses tidak dikeluarkan secara teratur, air yang terkandung didalamnya akan terserap sehingga menyebabkan feses keras atau kering sehingga sulit dikeluarkan. Upaya mencegah konstipasi diantaranya adalah tidak sering menahan buang air besar, makan makanan yang berserat seperti sayur dan buah – buahan. Hindari mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dan gula (seperti makanan manis, keju, makanan olahan) karena makanan tersebut dapat menimbulkan konstipasi. Minum cukup banyak air. Banyak minum dan makan makanan berserat akan membantu pergerakan feses dan membantu feses lebih lunak sehingga dapat menghindari konstipasi. Selain itu, peningkatan aktivitas fisik juga membantu mengatasi konstipasi.
7.      Gejala Kekurangan Vitamin.
Kekurangan vitamin pada tubuh disebut dengan Avitaminosis. pada Tabel 4.14 berikut akan dipaparkan beberapa gejala kekurangan vitamin pada tubuh.
Tabel 4.14 Gejala Kekurangan Vitamin.
NO
VITAMIN
GANGGUAN
1
VITAMIN A
Penglihatan kabur, kerusakan hati dan tulang, rambut rontok.
2
VITAMIN B
Penyakit beri – beri, gangguan saraf, kehilangan berat badan berlebih dan anemia.
3
VITAMIN C
Skorbut (degenerasi kulit, gigi, pembuluh darah), sariawan, lemas, luka yang lambat sembuh dan gangguan kekebalan tubuh.
4
VITAMIN D
Riket (cacat tulang) pada anak – anak, pelunakan tulang pada orang dewasa, kerusakan otak, kardiovaskular dan ginjal
5
VITAMIN E
Degenerasi system saraf
6
VITAMIN K
Kelainan penggumpalan darah, kerusakan hati dan anemia

8.      Gejala Kekurangan Mineral.
Kekurangan mineral juga dapat menyebabkan gangguan pada tubuh. Perhatikan tabel 4.15 untuk mengetahui beberapa gejala akibat kurangnya asupan mineral.
Tabel 4.15 Gejala Kekurangan Mineral pada Tubuh
NO
MINERAL
GANGGUAN
1
KALSIUM (Ca)
Keterlambatan pertumbuhan dan kehilangan massa tulang
2
FOSFOR (P)
Lemas, kehilangan mineral dari tulang dan kehilangan kalsium
3
MAGNESIUM (Mg)
Gangguan system saraf
4
NATRIUM (Na)
Kram otot dan nafsu makan berkurang
5
BESI (Fe)
Anemia dan kelainan kekebalan tubuh
6
IODIUM (I)
Gondok (Pembengkakan Kelenjar Tiroid)
7
SENG (Zn)
Kegagalan pertumbuhan, kelainan kulit, kegagalan reproduksi dan gangguan kekebalan tubuh.


Comments