45 Objek Wisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur


45 Objek Wisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur 

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati gugusan timur kepulauan yang biasa disebut kepulauan Sumba Kecil. Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri atas sejumlah Pulau. terdapat tiga pulau besar yang menjadi wilayah Nusa Tenggara Timur, yaitu Pulau Flores, Pulau Sumba dan Pulau Timor.
Ibukota Provinsi Nusa tenggara Timur adalah Kupang. kupang terletak di barat daya Pulau Timor dan menjadi pusat pemerintahan, perdagangan dan pendidikan. NTT terdiri dari pulau – pulau yang tidak terlalu besar, tetapi termasuk kedalam pulau – pulau yang sangat indah. Oleh karena itu, pemerintahan Provinsi NTT berusaha mengembangkan sector pariwisata. Selain sebagai tambahan masukan bagi kas daerah setempat, juga sebagai pengangkatan potensi daerah NTT.
Tempat wisata di Provinsi NTT antara lain Pulau Komodo, Pantai Nemburat, Pantai Nusakdato, Terumbu Karang, Teluk Kupang, dll.
1.      Pulau Komodo.
Pulau Komodo merupakan sebuah pulau di NTT yang dikenal sebagai tempat penangkaran komodo. Selain itu, tempat ini merupakan habitat asli hewan komodo.
Pulau ini merupakan kawasan taman nasional komodo yang dikelola oleh pemerintah. pulau komodo berada di sebelah barat pulau Sumbawa yang dipisahkan oleh selat sape.
Secara administrative, pulau ini termasuk wilayah kecamatan Komodo, Kabupaten manggarai barat provinsi NTT.
Di pulau ini, hewan komodo hidup dan berkembangbiak dengan baik. Pada tahun 2008 di pulau ini terdapat sedikitnya 1200 ekor komodo.
Selain komodo, pulau ini pun menyimpan ekosistem flora yang beragam, misalnya saja kayu sepang. kayu sepang merupakan sejenis pohon nitak yang oleh warga sekitar digunakan sebagai obat dan bahan pewarna pakaian. Pohon ini diyakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih seperti kacang polong.
Menurut sejarah, pulau komodo ditemukan pada tahun 1910 oleh warga belanda yang bernama Styn Van Hens Broek dan dinamai Pulau Komodo.
Komodo yang terdapat di Pulau ini ada yang panjangnya sekitar 3 meter dengan berat mencapai 100 kg. Masyarakat setempat menyebutnya Ora atau Komodo Dragon.
Di Pulau Komodo terdapat sebuah perkampungan yang merupakan satu – satunya desa yang terdapat di pulau tersebut. desa ini terletak di pinggir sebuah teluk di timur Pulau Komodo dan hanya dihuni oleh beberapa puluh keluarga saja.
Para wisatawan yang datang ke Pulau komodo bisa berjalan – jalan di kawasan perkampungan ini sambil melihat pemandangan di sekitarnya. selain itu, kawasan ini juga merupakan tempat yang strategis untuk dapat menyaksikan atraksi komodo.
2.      Flores.
Pulau Flores merupakan sebuah pulau yang sangat indah di Provinsi NTT. Pulau ini terdiri dari deretan pegunungan vulkanis dan kawasan pantai yang memiliki keindahan terumbu karang dan tanaman lautnya.
Folres terkenal dengan kerajinan tenun ikat yang indah. Para wisatawan yang datang bisa menguji para perajin tenun ikat untuk melihat cara pembuatan dan mendapatkan kain tenun ikat.
Flores memiliki masyarakat dengan budaya local yang beraneka ragam. Selain itu, keindahan Flores pun telah menarik perhatian, sekaligus mengundang wisatawan mancanegara untuk datang dan menjelajahi keindahannya.
3.      Labuan Bajo.
Labuan bajo merupakan kawasan kota nelayan yang berada di ujung timur Pulau Flores dengan suasana kota yang cukup menyenangkan menarik perhatian para wisatawan untuk datang dan menikmati kawasan ini.
Di Labuan terdapat beberapa kawasan yang sangat menarik digunakan oleh para wisatawan asing dengan kegiatan air, seperti snorkeling dan berjemur di bawah sinar matahari.
Di lepas pantai, sekitar Labuan bajo terdapat beberapa pulau kecil dengan panorama yang indah dan pantainya yang berpasir putih. Panorama pelabuhan di kota ini diramaikan dengan kehadiran kapal – kapal nelayan bercadik. sementara itu, dikejauhan tampak pulau – pulau berjejer, memberi kesan seolah – olah kita berdiri di sebuah danau yang besar.
4.      Pulau Bidadari.
Pulau Bidadari merupakan sebuah pulau yang terletak di Labuan bajo, kabupaten manggarai barat, provinsi NTT. Pulau bidadari dapat ditempuh selama setengah hari perjalanan dengan menggunakan perahu motor dari Labuan bajo.
Pulau yang merupakan gugusan pulau kecil di Labuan Bajo ini memiliki panorama wisata bahari yang menakjubkan. kawasan ini merupakan kawasan perairan dengan airnya yang jernih serta berbagai macam terumbu karang yang indah.
Di kawasan ini terdapat lokasi penyelaman yang sangat menarik di antara Pulau sabolo besar dan Sabolo kecil. selain itu, dalam waktu dekat di tempat ini akan dibangun bungalow dan menambah fasilitas dengan lokasi diving.
5.      Gunung Inere.
Gunung Inere terletak di Banjawa, Ibu kota kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi NTT. Gunung Inere memiliki ketinggian sekitar 2.245 meter diatas permukaan laut. Di sebelah barat lereng gunung ini terlihat hutan yang sangat lebat. Sedangkan, hutan di sebelah selatan lereng gunung telah dikonversi menjadi daerah perkebunan. pada tahun 1882 dan 1970 Gunung inere pernah meletus.
Gunung Inere akan ramai dikunjungi para pendaki pada saat musim kemarau, yaitu antara bulan Juni hingga agustus. gunung ini ramai dikunjungi karena dari atas puncak gunung, para pendaki bisa dengan leluasa menyaksikan panorama alam yang indah dari berbagai arah. dari sebelah barat laut, kita dapat menyaksikan pemandangan kota Banjawa dengan kabut tipis diatasnya, terlihat seperti kota – kota kecil di Eropa. Sedangkan dari arah selatan akan terlihat birunya Laut sawu, seakan menempel di kaki Gunung Inere.
di Gunung Inere tepatnya di sisi bagian selatan ada sebuah batu besar yang diyakini sebagai penjelmaan dari sosok Jaramasi beserta kuda tunggangnya. Berdasarkan cerita, Jaramasi merupakan seorang satria penjaga gunung Inere. jaramasi berasal dari dua kata, yaitu jara yang artinya kuda dan masi artinya nama seorang laki – laki. jaramasi artinya kuda milik Masi yang merupakan seorang pahlawan di wilayah perkampungan Inere.
Dari Kota Kupang ke gunung Inere bisa ditempuh dengan cara naik pesawat terlebih dahulu menuju Ende. kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Kota Bajawa. dari kota Bajawa ke Gunung Inere berjarak sekitar 61 km dan bisa menggunakan angkutan sewaan menuju desa wisata yang bernama bena. Desa Bena merupakan desa terakhir sebelum menuju Desa Inere.
6.      Batu Cermin.
Kawasan objek wisata Batu Cermin terletak sekitar 4 km dari Labuan Bajo. Batu Cermin merupakan sebuah kawasan wisata berupa bukit karang yang memiliki sejumlah gua.
Didalam Batu Cermin terdapat beberapa gua yang memiliki ngarai (canyon) sehingga para wisatawan harus membawa penerangan yang cukup ketika memasuki gua ini. Pemandangan yang mengesankan ada di dalam gua ini.
7.      Ruteng.
Ruteng merupakan Ibukota kabupaten Manggarai dan termasuk sebuah kota pasar (market town) yang merupakan tempat pertemuan masyarakat yang datang dari berbagai wilayah di Ruteng.
Ruteng merupakan kota di Provinsi NTT yang dikelilingi pesawahan yang membentang di lereng landau kawasan gunung Vulkanis yang terdapat di sekitar wilayah ini. selain itu, ruteng termasuk kawasan wisata yang cukup indah.
Penduduk Ruteng sebagian besar umumnya orang manggarai yang dikenal pemalu, namun ramah. mereka memiliki ciri khas, antara lain sarung hitam yang sering mereka kenakan.
8.      Gunung Ranaka.
Gunung ranaka terletak di Kabupaten manggarai dengan ketinggian 2.140 meter. gunung ini dapat didaki oleh pengunjung. kawasan gunung ranaka terletak sekitar 7 km dari ruteng. Bentang lahan kawasan ini didominasi oleh jurang – jurang yang curam atau lereng – lereng gunung yang sebagian besar masih ditutupi oleh hutan yang masih bagus. gunung – gunung yang terdapat di kawasan ini umumnya ditutupi oleh hutan pegunungan dan hutan lumut pada daerah yang lebih tinggi.
Puncak gunung Ranaka bernama Poco Ranaka yang merupakan puncak tertinggi kedua pada deretan pegunungan di Ruteng. Akibat letusan gunung ini tahun 1987 menyebabkan lahirnya anak gunung api baru yang dinamakan Anak Ranaka. Hutan pegunungan di lereng – lereng yang rendah dari Poco ranaka sudah berubah menjadi padang rumput dan semak – semak. Beberapa pohon casuarina Sp, terdapat pada ketinggian antara 1.600 dan 1.800 m, sedangkan di atas ketinggian 2.000 m ditutupi oleh hutan tropika pegunungan atas.
Lokasi Gunung Ranaka dapat dicapai dengan menumpang bus umum menuju ke timur Flores dan berhenti pada tanda belokan yang menuju ke puncak dimana terdapat stasiun pemancar milik Telkom. Melalui puncak gunung, kita dapat menyaksikan pemandangan yang cukup indah dan di tempat ini pun terdapat kawah.
9.      Danau Ranamese.
Danau Ranamese merupakan sebuah danau yang tidak begitu besar. danau ini terletak sekitar 22 km dari ruteng menuju Bajawa. Dengan tata lingkungan hutan tropika pegunungan yang indah dan menarik serta dihiasi oleh beberapa jenis satwa, seperti burung pecuk, belibis merah dan lain sebagainya.
Danau ranamese merupakan salah satu objek wisata yang sangat menyenangkan di Nusa Tenggara Timur. Kebersihan udara dan lokasinya cukup baik. Di tempat ini, pengunjung dapat melakukan trekking menyusuri kawasan di sekitar danau. Selain itu, kita juga bisa menikmati keindahan pemandangan di sekitarnya. Jika ingin mencapai lokasi ini, para wisatawan dapat menempuh perjalanan dari Ruteng menuju Ranamese dengan kendaraan umum.
10.  Rana Tonjong.
Rana Tonjong merupakan sebuah danau kecil yang terletak di desa Nanga Mbaling, samba rampas. Luasnya kurang lebih 3.000 meter dengan panorama alam indah yang dapat kita nikmati.
Di danau Rana Tonjong terdapat banyak teratai besar. Konon jenis teratai di danau ini tidak ada di tempat lain di Indonesia, bahkan di dunia. Waktu yang tepat untuk melihat keindahan teratai ini adalah sekitar bulan agustus hingga januari.
11.  Liang Bua.
Liang Bua merupakan nama salah satu gua di NTT yang dijadikan sebagai objek wisata. Liang Bua terletak di Pulau Flores, tepatnya di dusun Rampasa. Desa Liang Bua, kecamatan Ruteng, kabupaten Manggarai.
Dari kota Kupang ibukota NTT untuk mencapai lokasi ini, wisatawan dapat naik pesawat dengan menghabiskan waktu tempuh satu setengah jam ke Kota ende, Flores. Kemudian, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum berupa minibus selama sekitar 4 jam. dari ruteng menuju Rampasa yang berjarak kurang lebih 13 km, dapat ditempuh dengan angkutan umum.
Gua Liang Bua merupakan salah satu situs arkeologi penting hingga tingkat dunia. Gua ini menjadi objek penelitian arkeologi para peneliti dari Amerika dan Inggris. Di gua ini tempat ditemukannya fosil Homo Floresiensis atau manusia Flores yang mempunyai tinggi badan sekitar 100 cm dengan berat hanya 25 kg. Fosil – fosil yang ditemukan diduga berasal dari suatu spesies manusia yang tumbuh tidak lebih besar dari kanak – kanak berusia lima tahun. Manusia kerdil yang mempunyai tengkorak seukuran buah jeruk ini diduga hidup 13.000 tahun yang lalu, bersama gajah – gajah pigmi dan kadal – kadal raksasa, seperti komodo. temuan ini diklaim sebagai spesies baru yang kemudian dinamakan Homo Floresiensis.
Gua Liang Bua diperkirakan ada sekitar 190.000 tahun yang lalu. Hal ini didapat dari uji laboratorium terhadap sampel sedimen di pojok selatan gua. Gua ini terbentuk dari arus sungai yang membawa bebatuan itu menjadi batuan sedimentasi. Didekatnya terdapat gua – gua lainnya, seperti Liang Galang dan Liang Tanah dengan mulut gua berdiameter 50 meter. Selain itu, masih banyak lagi gua – gua lainnya, seperti Liang Toge yang didalamnya pernah juga ditemukan Artefak.
12.  Compang Ruteng.
Compang Ruteng merupakan sebuah desa Tradisional yang berada di sekitar 3 km dari ruteng, Nusa tenggara timur. desa tradisional ini sering didatangi oleh wisatawan asing karena memiliki keunikan tersendiri. Salah satu daya tarik tempat ini adalah sebuah Compang. Compang, yaitu suatu kompleks yang terdiri dari altar pemujaan arwah leluhur yang dikelilingi dinding batu dan dua rumah adat yang menghadap altar. Compang sering digunakan dalam Upacara, seperti pengucapan syukur kepada tuhan setelah panen.
Compang Ruteng memiliki sebuah rumah adat yang disebut Mbaru gendrang yang merupakan tempat pertemuan para tetua desa atau tempat dimulainya berbagai upacara adat. Rumah ini dijadikan tempat menyimpan berbagai pusaka adat yang dianggap suci, salah satunya adalah penutup kepala berbentuk tanduk kerbau terbuat dari emas atau perak yang disebut Panggal. Penutup kepala ini digunakan saat pertarungan caci.
13.  Riung.
Riung merupakan salah satu desa nelayan yang memiliki akses ke pulau – pulau kecil yang terdapat di lepas pantai. Penduduknya merupakan Orang Bugis yang tinggal di rumah – rumah tonggak. Di ruing terdapat beberapa pulau kecil yang termasuk kedalam kawasan yang dilindungi. Pulau – pulau dengan pantai berpasir putih. Kawasan perairan ini cocok bila digunakan untuk Snorkeling.
14.  Ende.
Ende termasuk sebuah kota di NTT dengan panorama bukit. Terletak dikawasan pantai Flores Tengah. penduduk mayoritas memiliki campuran antara Melayu dan Melanesia. Ende berada di semenanjung yang menjorok kelaut. Pelabuhan tua di kota ini terdapat di sebelah timur.
15.  Gunung Meja.
Gunung Meja terletak di kawasan perbukitan Ende. Gunung dengan ketinggian 661 m ini berada dekat dengan bandara dan sebelah selatannya berdekatan dengan Gunung Lya. Pada Bulan Desember 1992 sebuah gempa bumi menghancurkan Ended an sekitarnya. gunung ini menjadi daya tarik wisatawan local yang suka mendaki karena dari puncak Gunung Meja pemandangan akan terlihat sangat indah.
16.  Gunung dan Danau Kelimutu.
Gunung Kelimutu terletak di kawasan taman nasional Kelimutu di kabupaten Ende, tepatnya di desa Koanara, Kecamatan Wolowaru, kabupaten Ende, NTT. Gunung Kelimutu memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. danau ini di kenal dengan Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda – beda, yaitu merah, biru dan putih. Warna tersebut selalu berubah – ubah seiring dengan perjalanan waktu.
Pada awalnya kawasan ini ditemukan oleh Van Such Telen, seorang warga negara Belanda, sekitar tahun 1915. Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya pada tahun 1929. Sejak terbitnya tulisan itu, banyak wisatawan asing yang datang untuk menikmati keindahannya.
Gunung Kelimutu memiliki tinggi 1.640 m di atas permukaan laut dan memiliki tiga buah kepundan di puncak yang disebut Danau Kelimutu. Danau atau Tiwu Kelimutu dibagi atas tiga warna yang sesuai dengan warna – warna yang ada di dalam danau.
a.       Danau berwarna biru atau Tiwu Nuwa Murik koo Fai merupakan tempat berkumpulnya jiwa – jiwa muda – mudi yang telah meninggal.
b.      Danau yang berwarna merah atau Tiwu Ata Polo merupakan tempat berkumpulnya jiwa – jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan.
c.       Danau yang berwarna putih atau Tiwu Ata Mbupu merupakan tempat berkumpulnya jiwa – jiwa orang tua yang telah meninggal.
Kawasan Kelimutu telah ditetapkan menjadi kawasan Konservasi Alam Nasional sejak Februari 1992.
Objek wisata Kelimutu sangat mudah dijangkau karena ada empat rute alternative menuju ke Kelimutu melalui Moni, Flores, melalui Labuan Bajo dan Maumere. Dari Maumere bisa melewati pantai utara Pulau Flores yang terkenal dengan pasir putih dan alam lautnya. alternative lainnya ke Wolowaru melalui desa – desa tradisional.
17.  Pasar Ende.
Ketika kita mengunjungi Ende, kita jangan pernah melewatkan kawasan pasar Ende. Pasar Ende berada di depan laut. Oleh karena itu, tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi saat kita berkunjung ke Ende.
Sama seperti pasar – pasar di kawasan seluruh Indonesia, umumnya Pasar Ende banyak dikunjungi para pengunjung untuk membeli buah – buahan, makanan, the dan pakaian. Namun uniknya, di pasar ini ada sebuah tempat yang khusus menjual kain tenun ikat khas Flores dan Sumba yang bisa kita temui di sudut Jl. Pabean dan Jl. Pasar.
18.  Rumah Soekarno.
Kabupaten Ende, Provinsi NTT tidak hanya dikenal karena Danau Kelimutu dan Pasar Ende, tetapi Ende juga dikenal dengan rumah pengasingan Soekarno.
Rumah bekas pengasingan Soekarno terletak di jalan Perwira, Kota Ende. Rumah yang berukuran 12 x 9 meter persegi ini tidak jauh berbeda dengan rumah penduduk di sekitarnya karena hampir mirip dengan rumah di sampingnya. Bung Karno pernah menjalani masa pengasingan di rumah ini selama 4 tahun, yakni dari tahun 1934 sampai dengan tahun 1938 bersama istrinya Inggit Garnasih, mertuanya Ibu Amsih, anak angkatnya Ratna Juami serta guru anak angkatnya Asmara Hadi.
Di rumah pengasingan Soekarno terdapat ruang tidur, ruang tamu, ruang dapur serta sebuah ruangan khusus untuk semedi. Sejumlah barang milik Bung Karno selama tinggal di rumah tersebut, seperti tongkat, Kopiah, lukisan, serta foto – foto masih tersimpan di tempatnya.
Diseberang rumah pengasingan Bung Karno ini terdapat sebuah taman yang langsung menghadap laut. Soekarno bisa berjam – jam berdiam diri di tempat ini. Di taman ini, suasananya sangat tenang dan indah.
Di taman tersebut terdapat sebuah pohon sukun yang unik, yaitu bercabang lima dari bawah. Di tempat ini pula Soekarno sering merenung dan disini pula terciptanya dasar negara kita, yaitu Pancasila. Tempat ini sekarang dijadikan Taman Pancasila dan disampingnya di bangun sebuah museum.
Di taman ini dibangun sebuah patung Soekarno yang dibawahnya dipahat sebuah kalimat : “DI KOTA INI KUTEMUKAN LIMA BUTIR MUTIARA, DI BAWAH POHON SUKUN INI PULA KURENUNGKAN NILAI – NILAI LUHUR PANCASILA”.
19.  Museum Bahari.
Musem Bahari terletak di Kabupaten Ende, Flores, NTT. Museum ini merupakan satu – satunya museum yang ada di kawasan NTT. Museum yang terletak di Jalan Mohammad Hatta, Ende ini diresmikan pada tanggal 14 Agustus 1996 dan buka setiap hari.
Di Museum Bahari terdapat koleksi berupa biota laut. Biota laut yang menjadi daya tarik pengunjung adalah moluska, kerang laut, tiram, gurita, cumi – cumi, ikan sotong dsb. Adapula Echinodermata, teripang dan bulu babi, reptilian berupa penyu, kura – kura, naga laut, biawak dan iguana.
Salah satu jenis koleksi unik di Museum bahari adalah duyung sapi yang diperkirakan sudah punah sejak 70 tahun lalu. Duyung sapi ditemukan warga tahun 2000 di pulau Koa Ende.
20.  Maumere.
Maumere merupakan sebuah kota pelabuhan utama di Kabupaten Sikka yang terletak di antara wilayah Flores tengah dengan kabupaten Larantuka yang berada di Timur.
Maumere menjadi tempat kegiatan misionaris asal Portugis dalam menyebarkan Agama Kristen sejak mereka tiba di tempat ini sekitar 400 tahun yang lalu. Wisatawan dari dalam negeri ataupun luar negeri datang ke Maumere hanya untuk transit dan beristirajat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju objek wisata disekitarnya. Akan tetapi, jika para wisatawan ingin membawa oleh – oleh khas Maumere, maka para wisatawan bisa membeli kain, tenun ikat. Maumere merupakan salah satu pusat penjualan kain tenun ikat.
21.  Pantai Waiterang.
Pantai waiterang merupakan sebuah pantai yang cukup menyenangkan untuk bersantai yang terletak di timur maumere di dekat Desa Wadong. Pantai ini bisa digunakan sebagai tempat penyelaman dan Snorkling. Di kawasan ini pun dilengkapi dengan fasilitas dan akomodasi yang lengkap.
22.  Gunung Egon.
Di barat laut Waiterang terdapat sebuah gunung yang bernama Gunung Egon. gunung Egon memiliki ketinggian 1.703 m termasuk gunung vulkanis yang selalu mengeluarkan asap.
Gunung Egon dapat didaki dari Blidit dalam waktu kurang dari tiga jam. blidit terletak 6 km dari Waiterang dengan menggunakan kendaraan umum. Egon kembali aktif pada tahun 2006 setelah vakum selama 75 tahun. Egon pertama kali meletus dengan dahsyat pada tahun 1925.
23.  Larantuka.
Larantuka merupakan sebuah kota pelabuhan di Timor Flores yang cukup sibuk. Larantuka dipisahkan oleh selat sempit dengan Pulau Solor dan Pulau Adonara.
Larantuka ditinggali oleh 30 ribu lebih jiwa penduduk. Pelabuhan Larantuka merupakan tempat keberangkatan kapal yang akan menuju ke kepulauan Solor dan kapal feri yang akan menuju Kupang.
Berdasarkan cerita, Larantuka adalah salah satu tempat yang pertama kali didatangi oleh para pedagang Eropa. Tempat ini didatangi pedagang Portugis ketika mereka singgah dalam perjalanan menuju ke Timor untuk mencari Kayu Cendana sekitar tahun 1575. Selain itu, Portugis membangun benteng di daerah ini. Meskipun letaknya agak terpencil, tetapi Larantuka sering didatangi wisatawan karena keindahan tempatnya.
24.  Desa Lamalera.
Desa Lamalera merupakan sebuah desa nelayan, yang banyak menarik perhatian para wisatawan bukan karena keindahan tempatnya saja, tetapi juga karena keunikan para penduduknya yang memiliki kebiasaan berburu Ikan Paus.
Kegiatan berburu Ikan Paus ini merupakan kebiasaan yang sudah turun – temurun dilakukan. Kebanyakan paus yang mereka buru adalah Paus sperma yang bermigrasi dari Laut Antartika setiap tahunnya.
Setiap anggota keluarga di Lamalera memiliki sebuah kapal yang berukuran 10 meter, terbuat dari kayu dan bamboo. Setiap kapal dilengkapi dengan jarring persegi yang terbuat dari jalinan daun palem. Harpun terbuat dari mata pisau logam yang dipasang pada ujung galah bamboo yang berukuran tiga meter. Setiap perahu atau kapal memiliki harpoon atau kail untuk membunuh paus.
25.  Nemberela.
Nemberela merupakan sebuah desa yang terkenal dengan objek wisata bahari yang mulai dikenal luas oleh para wisatawan mulai tahun 1980 – an. Kawasan pantai di Nemberela memiliki keunggulan dengan gulungan ombaknya yang bergulung – gulung dan merupakan lokasi selancar yang cukup bagus, khususnya antara Bulan April hingga Juli. Selama hampir 3 tahun terakhir, Nemberela dijadikan lokasi penyelenggaraan lomba selancar internasional.
Tempat ini memiliki fasilitas akomodasi yang lengkap dan memadai serta menjadi satu – satunya objek wisata yang paling menarik di Pulau Roti, khususnya objek wisata bahari. Sebagian wisatawan menjadikan Nemberela sebagai awal dari perjalanan untuk menjelajahi lokasi lainnya yang lebih indah.
26.  Taman Buru Pulau Ndana.
Taman Buru Pulau Ndana terletak di daratan Pulau Ndana sekitar 120 km sebelah barat daya Kota Kupang melalui Pulau Roti. Secara administrative kawasan ini berada di wilayah Kecamatan Rote Barat daya, Kabupaten Dati II Kupang.
Taman Buru Pulau Ndana merupakan sebuah objek wisata alam berburu rusa dengan panorama alam yang indah, pasir pantai serta gua alam yang cukup menarik bagi para wisatawan asing yang berkunjung. selain itu, taman buru Pulau Ndana adalah perwakilan tipe ekosistem hutan bakau, hutan kering dataran rendah batuan kapur dan hutan padang rumput.
Meskipun hingga saat ini belum tersedia sarana dan prasarana wisata karena masih dalam tahap pembangunan, tetapi tidak menyurutkan keinginan para wisatawan untuk mengunjunginya. Untuk menuju lokasi Taman Buru, dari Kota Kupang bisa menggunakan kapal feri sekitar 4 jam perjalanan menuju Rote, dilanjutkan lagi dengan kendaraan darat sekitar 3 jam dan dilanjutkan lagi dengan kapal motor ke Pulau Ndana sekitar 2 jam.
27.  Takpala.
Takpala merupakan sebuah desa tradisional di Kalabahi. desa ini merupakan sebuah objek wisata yang sangat unik. Takpala terletak 17 km dari Kalabahi. Takpala adalah sebuah pulau kecil dengan penataan desa dari batu – batu yang sangat unik sekali.
Takpala merupakan sebuah desa yang elok dan bersih serta berundak – undak karena desa ini tidak dibangun pada dataran, tetapi pada teras – teras bukit.
Panorama di objek wisata ini sangat indah, terutama panorama laut Flores yang tampak jelas dari desa ini.
Takpala memiliki rumah adat dengan atapnya yang tinggi. Jika sedang banyak wisatawan yang mengunjungi tempat ini, penduduk desa kerap menggelar pertunjukan tarian khas daerah Takpala. Tarian tersebut dinamakan tari lego – lego. Tari lego – lego adalah tarian yang biasa disajikan pada saat diselenggarakan upacara adat persembahan.
28.  Pulau Sumba.
Pulau Sumba merupakan sebuah pulau yang berada di sebelah barat laut Darwin Australia, lebih tepatnya Pulau Sumba, yang terletak di barat daya Provinsi NTT, sekitar 96 km dari Pulau Flores.
Ketika kita berkunjung ke Pulau Sumba, maka akan terlihat jelas bahwa pulau Sumba adalah pulaunya para arwah karena hampir di setiap sudut kota dan kampungnya tersimpan persembahan dan pujian dari para leluhur. altar megalitik dan batu kuburan terlihat menghias setiap jantung kampong dan dusun. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Sumba masih menganut kepercayaan animisme.
Pulau Sumba agar terisolir dari daerah lainnya di Provinsi NTT karena letaknya berada di tengah – tengah Pulau Sumbawa dan Timor. Hal demikian menyebabkan, pada masa lalu masyarakat Sumba tidak banyak menerima pengaruh dari para pendatang. Hal ini yang menjadi daya tarik para wisatawan mancanegara karena Pulau Sumba merupakan pulau yang masih murni.
Pulau Sumba menawarkan wisata budaya yang menarik dan unik. Pulau ini terkenal dengan upacara pasola, yaitu perang melempar lembing kayu sambil naik kuda. pasola digelar satu kali dalam setahun. Pasola berasal dari kata sola yang artinya lembing kayu yang dipakai untuk melempar. Pasola dipandang sebagai perintah leluhur. oleh karena itu, bila ada kematian saat permainan Pasola, dipandang sebagai bukti pelanggaran norma adat yang berlaku.
Jika kita mengunjungi pulau Sumba, kita bisa membeli kain tenun ikat khas Sumba sebagai oleh- oleh. Pulau Sumba dikenal sebagai produsen kain tenun ikat sumba. Kain tenun ikat khas sumba merupakan kain tenun yang paling indah dengan warna- warna cerah dan motif yang menceritakan kehidupan masyarakat Sumba masa lalu.
29.  Pantai Rua.
Selain wisata budaya, di Pulau Sumba juga terdapat wisata alam yang indah. Kurang lebih 20 km dari Kaikabubak kita bisa mengunjungi Pantai Rua.
Pantai indah berpasir putih menjadi pilihan anda saat berkunjung ke Pulau Sumba untuk berlibur sambil melepaskan lelah. Di pantai ini banyak kegiatan yang bisa kita lakukan, seperti diving, surving dan memancing.
30.  Kampung Tarung.
Di  Waikabubak terdapat sejumlah kampong tradisional yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah kampong Tarung memiliki keunikan tersendiri untuk dikunjungi karena sering menyelenggarakan upacara adat Wula Padhu. Wula Padhu adalah sebuah bulan suci yang diselenggarakan selama satu bulan antara Bulan Oktober dan November setiap tahun.
Selama upacara Wula Padhu tidak diperkenankan untuk menyelenggarakan pesta atau menabuh gong. bahkan, jika ada anggota keluarga penduduk di Kampung Tarung yang meninggal dunia pada saat bulan suci, tidak diperkenankan adanya upacara kematian. Upacara Wula padhu ditutup dengan berbagai tarian adat selama sehari penuh.
Keunikan Kampung Tarung bukan hanya jenis upacaranya yang berbeda dari kampong lainnya, tetapi ada satu keunikan pada sebuah rumah adat di Kampung Tarung. Rumah adat di Kampung Tarung dihiasi dengan tanduk kerbau dan tulang rahang babi. Semakin banyak tanduk kerbau dan tulang rahang babi di rumah tersebut, maka menunjukkan bahwa pemilikm rumah tersebut tergolong tinggi status sosialnya.
31.  Kampung Pasunga.
Selain kampong Tarung di Anakalang, sekitar 22 km di Timur Waikabubak terdapat sebuah kampong tradisi yang juga bisa dikunjungi, yaitu Kampung Pasunga.
Keunikan dan daya tarik dari Kampung Pasunga adalah Makam Batu yang diukir dengan bentuk pria dan wanita. Ini diperkirakan Makam Batu dibangun pada tahun 1926 dan pada upacara pembangunannya telah disembelih 150 ekor kerbau.
32.  Taman Wisata Camplong. 
Hutan Wisata Camplong terletak di pinggir jalan menuju Kota Soe, Kecamatan Fatuleu, sekitar 46 km dari Kupang, NTT.
Hutan Wisata Camplong adalah sebuah hutan wisata dengan panorama alam yang indah. selain itu, hawa di hutan wisata ini pun terasa sangat sejuk karena berada di kaki gunung Fatuleu. hutan Camplong merupakan habitat berbagai jenis satwa, seperti kera, ayam hutan, tupai, kuskus dan berbagai jenis burung.
Kawasan hutan wisata merupakan tempat penangkaran buaya, rusa timor, burung kakak tua berbahu hijau kekuningan dan merpati berpunggung hitam.
Di tempat ini pun terdapat sebuah gua buatan, peninggalan Jepang pada saat perang dunia kedua. Gua ini termasuk situs peninggalan sejarah karena menjadi tempat persembunyian pasukan jepang pada saat diserbu oleh warga.
Hutan wisata ini dilengkapi dengan fasilitas, seperti losmen atau penginapan. Jika kita ingin masuk ke lokasi ini, kita tidak perlu merogoh uang dengan harga yang mahal karena kita hanya perlu mengeluarkan uang Rp. 10.000 untuk dapat menikmati panorama yang indah dan kesejukan udara di sekitar hutan wisata ini. Untuk sampai ke tempat ini, dari Kota Kupang dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum, seperti minibus jurusan Soe dengan biaya Rp. 15.000 atau menggunakan taksi dikenakaan biaya sebesar Rp.200.000.
33.  Pantai Lasiana.
Pantai Lasiana terletak di timur laut Kupang, jaraknya sekitar 12 km dari pusat Kota Kupang. Setiap pengunjung yang datang dikenakan biaya Rp 5000 / orang, Rp. 2000 / Sepeda motor atau Rp. 5000 / mobil. Pantai dengan pasir putih ini mulai dibuka sejak tahun 1970 – an hingga sekarang. Pantai Lasiana banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.
Pantai Lasiana memiliki luas sekitar 3,5 hektare. Udaranya sangat sejuk karena banyak ditumbuhi pohon kelapa dan pohon – pohon lontar di sekitarnya. Keindahan alamnya masih alamiah dengan pantai yang berpasir putih, lautnya yang biru, airnya yang jernih dan debur ombak yang bergulung – gulung membuat setiap orang yang datang mendapat ketenangan.
Selain keindahan alamnya, Pantai Lasiana pun memiliku keunikan tersendiri, yaitu adanya lopo – lopo atau pondok yang dibangun menyerupai paying dengan tiang yang dibuat dari batang pohon kelapa atau kayu dan atapnya dari ijuk, pelepah kelapa atau lontar dan alang – alang.
Pantai Lasiana memiliki fasilitas berupa satu bangunan percontohan, tiga kios komersil, dua kios cinderamata, empat kamar mandi (MCK), satu kolam renang dan instalasi air, satu kantor pengelola, satu panggung hiburan rakyat dan tiga unit homestay. Selain itu, banyak pula pedagang kecil yang menjajakan dagangannya berupa makanan atau  minuman ringan seperti kelapa muda, jagung bakar atau panganan khas NTT, pisang gepe. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung bisa menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Untuk angkutan umum kita bisa menggunakan kendaraan colt dengan biaya Rp. 10.000.
34.  Taman Laut Selat Pantar. 
Jika kita mengunjungi NTT dan ingin berwisata lain dari biasanya, kita dapat mengunjungi Taman laut Selat Pantar yang terletak di kabupaten Alor, NTT. Selat Pantar adalah laut yang memisahkan antara Pulau Alor dan Pulau Pantar.
Objek wisata bahari Selat Pantar memiliki keindahan dan keunikan alam bawah laut yang sangat menakjubkan. Oleh karena itu, banyak wisatawan asing yang sengaja datang untuk menyaksikan keindahan bawah lautnya. Selain dimanjakan dengan keindahan alam lautnya, para diver kelas dunia yang datang dari mancanegara akan menemukan fenomena laut yang langka dan sangat menarik. Di taman laut ini pula dapat ditemui spesies langka, seperti lumba – lumba abu – abu.
Dari Kupang menuju Taman Laut Selat pantar bisa menggunakan kapal feri menuju Larantuka dalam waktu 12 – 13 jam. Kemudian, dilanjutkan dengan naik kapal kayu menuju pelabuhan laut Kalabahi selama kurang lebih 1 jam. Sesampainya di kalabahi tepat berada di Kepulauan Alor, terbentang Taman Laut Selat pantar. setiap pengunjung yang datang tidak dikenakan biaya untuk tiket masuk.
35.  Baumata.
Baumata terletak 16 km dari kota Kupang. baumata merupakan objek wisata yang sangat terkenal dan banyak dikunjungi oleh wisatawan. di lokasi objek wisata baumata terdapat hutan alam dan juga sumber mata air alamiah segar yang digunakan sebagai kolam renang dan pemandian, baik bagi orang dewasa maupun anak – anak.
Selain menikmati pemandangan dengan udara sejuk di dekat kolam renang, terdapat juga kolam alam yang dihiasi bunga teratai dan habitat air tawar. Sebagai pilihan lain untuk berwisata di tempat ini, terdapat tempat rekreasi lain seperti gua alam yang cukup menarik perhatian dengan stalaktit dan stalagmitnya yang terletak 250 m dari kolam renang.
Objek wisata baumata banyak menarik minat para wisatawan karena wisata alamnya cukup menarik dan banyak kegiatan rekreasi yang bisa kita lakukan disini, seperti berkemah, berenang atau hanya sekadar jalan – jalan dan berfoto – foto. Objek wisata ini dapat ditempuh malalui jalan darat 30 menit dengan kendaraan umum dari Kupang ataupun dengan bersepeda agar lebih sehat. Baumata dibuka dan ramai dikunjungi pada hari jumat, Sabtu dan Minggu atau pada hari libur lainnya.
36.  Taman Nasional Manupe – Tanah Daru.
Taman Nasional Manupe – Tanah Daru merupakan perwakilan hutan musim semi di Sumba. Kawasan taman nasional ini berupa tebing – tebing terjal, yang muncul mulai dari permukaan laut hingga ketinggian 600 meter.
Taman Nasional Manupe – Tanah Daru terletak di kecamatan Katikuna 20 km dari Kota Waikabubak. Lokasi taman nasional seluas 65.000 ha ini dapat dijadikan sebagai tempat penelitian beragam flora dan fauna. Di tempat ini banyak keanekaragaman tumbuhan, seperti tumbuhan suren, taduk, kesambi, asam, pulai, kemiri, jambu hutan, cemara gunung dan Pantana. Satwa yang ada antara lain kakatua cempaka, julang sumba, punai sumba, sikatan sumba dan madu sumba.
Biasanya taman nasional ini banyak dikunjungi antara bulan Maret hingga Desember, sebagian besar wisatawan yang datang terkait dengan waktu luang yang tersisa dari perjalanan di Pulau Sumba.
37.  Cagar Alam Gunung Mutis.
Cagar Alam Gunung Mutis merupakan salah satu objek wisata andalan di Provinsi NTT. Kawasan wisata Cagar Alam Gunung Mutis terkenal dengan gunung – gunung batu marmer yang disebut Faut Kanaf oleh masyarakat setempat atau batu nama. dari batu Faut Kanaf ini keluar sumber mata air yang disebut Oe Kanaf atau air dari batu.
Kawasan wisata Cagar Alam Gunung Mutis terletak sekitar 140 km sebelah timur laut dari Kota kupang ini memiliki luas sekitar 12.000 ha serta dihuni oleh suku tertua di NTT, yaitu Suku Dawan. Cagar Alam Gunung Mutis merupakan kawasan wisata yang sangat menarik. di tempat ini terdapat berbagai jenis flora dan fauna hidup didalamnya, seperti cendana, paku – pakuan dan aneka jenis rumput – rumputan. Selain itu, kita juga dapat menyaksikan rusa timor, kus – kus, biawak timor, babi hutan, ular sanca, punai timor, betet timor, pergam timor, perkici dada kuning dsb. untuk mencapai kawasan ini diperlukan waktu 2,5 jam dari Kupang menuju Soe. Perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan bus menuju Kapan, Kota Kecamatan Mollo Utara. Dari Kapan, dapat dilanjutkan menuju desa Fatumnasi, sebuah desa yang terletak di lereng Gunung mutis dan merupakan pintu masuk untuk memasuki kawasan ini.
38.  Air Terjun Tesbatan.
Air terjun Tesbatan terletak di Kecamatan Amarasi sekitar 54 km dari kota kabupaten Kupang. air terjun ini mempunyai daya tarik karena memiliki 5 tingkat yang lokasinya berada di antara Desa Tesbatan yang berfungsi melindungi hutan – hutan di Desa Tesbatan.
Air terjun Tesbatan memiliki panorama alam yang indah dan masih asli serta hawanya sangat sejuk. Selain itu, di tempat ini pengunjungnya bisa berekreasi mandi di air terjun atau berkemah. Sebagai oleh – oleh kita bisa membeli sayuran segar hasil dari desa di sekitarnya.
39.  Pantai Tablolong. 
Pantai Tablolong terletak di Kecamatan Kupang Barat sekitar 30 km dari ibu kota kabupaten. Pantai ini memiliki luas 5 km. Pantai Tablolong memiliki panorama alam yang sangat indah dengan pantainya yang berpasir putih.
Di Pantai Tablolong sering diadakan kegiatan lomba dayung, lomba memancing tradisional, Nasional dan internasional. Apabila keadaan laut sedang tenang, kita bisa berselancar angina di pantai ini.
Di bagian belakang Pantai Tablolong terdapat hutan belukar seluas 3 ha yang dihuni oleh satwa berupa monyet dan kambing hutan.
40.  Monumen Veteran Australia.
Ketika kita berkunjung ke NTT, kita tidak hanya berwisata menikmati panorama alam NTT, tetapi kita juga bisa berwisata sejarah, salah satunya dengan mengunjungi Monumen Veteran Australia.
Monumen Veteran Australia terletak di Oe Sao, Kecamatan Kupang Timur, sekitar 20 km dari Kota Kupang. objek wisata ini menjadi daya tarik bagi wisatawan karena termasuk peninggalan bersejarah ketika tentara Australia gugur melawan tentara Jepang dalam peperangan yang berlangsung pada tahun 1942 dengan menelan banyak korban. Dengan mengunjungi objek wisata ini, kita bukan hanya berekreasi, tetapi juga belajar mengenai sejarah tempat ini.
41.  Air Terjun Mata Yangu.
Air Terjun Mata Yangu terletak di Kecamatan Katikuna. Kawasan air terjun ini masih alami dengan ketinggian air terjun 75 meter. Kawasan air terjun Mata Yangu banyak menarik perhatian para wisatawan karena panorama alamnya sangat indah dan menawan. Selain itu, air terjun ini dimanfaatkan oleh PLN cabang Waikabubak untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro.
42.  Objek Wisata Gua di Nusa Tenggara Timur.
Di NTT banyak gua – gua yang dijadikan objek wisata antara lain sebagai berikut :
a.       Gua jepang Tonhitu dan Sonliku.
Yang terletak di Buraen, Kecamatan Amarasi. Gua ini berupa lubang yang dijadikan sebagai tempat perlindungan dan pertahanan Jepang atas serangan Angkatan Udara Australia.
b.      Gua Leimadira.
Gua ini terletak di Daieko, kecamatan Sabu Barat. Gua seluas 2 km ini merupakan batu – batuan stalaktit dan stalagmite yang memiliki sumber mata air bersih.
c.       Gua Alam Kristal Balok.
Gua yang berjarak 16 km dari kota Kupang ini merupakan objek wisata yang sangat unik karena didalam gua ini terdapat pemandian yang biasa digunakan untuk berenang bahkan menyelam. Selain itu, didalam gua juga terdapat sumber mata air dan Stalaktit.
d.      Gua burung Layang – Layang.
terletak di Bolok, Kecamatan Kupang barat. berjarak 8 km dari kota Kupang.
43.  Makam Batu Umba Sawola.
Makam Batu Umba Sawola merupakan objek wisata berupa batu tunggal sepanjang 5 m, dengan lebar 4 m dan tebal 1 m. Terletak di Gallubakul sekitar 2,5 km dari kabonduk.
44.  Kolam Renang Oenaek.
Kolam renang Oenaek terletak 46 km dari gua alam Camplong di Kecamatan Fatulen. dapat dijangkau dengan transportasi umum dan kendaraan pribadi. Objek wisata ini memiliki daya tarik, yaitu kolam renang yang masih asli serta terdapat pasar tradisional.
45.  Bendungan Tilong.
Bendungan Tilong terletak di Kupang tengah. Berjarak 24 km dari ibu kota kabupaten, dengan luas 2000 ha. salah satu daya tarik dari objek wisata ini adalah panorama alam dan tempat rekreasi yang tersedia. Selain itu, kita juga bisa berkemah dan memancing.

Comments