Pengolahan Bahan Pangan Buah Segar Menjadi Makanan dan Minuman


Pengolahan Bahan Pangan Buah Segar Menjadi Makanan dan Minuman 

(Materi Prakarya SMP Kelas VII – Halaman 172 s/d 197)
Letak geografis Indonesia berada di llintas katulistiwa sehingga memiliki iklim yang baik untuk habitat hidup berbagai tanaman. Negara Indonesia yang memiliki iklim tropis membuat berbagai tanaman buah – buahan mudah tumbuh. Indonesia terkenal sebagai negara agraris yang menghasilkan beraneka produk buah – buahan. Buah dapat tumbuh dan berkembang sesuai musimnya yang selalu silih berganti. Kita patut mensyukuri anugerah Tuhan yang tiada tara kepada tanah air kita. Dengan adanya bermacam – macam buah yang berimpah, membuat penduduk Indonesia bisa hidup sehat dan bersemangat, karena buah – buahan baik untuk kesehatan tubuh.
Buah merupakan makanan pelengkap dalam menu makanan kita sehari – hari. Setiap orang menyukai rasa dari buah segar dan menjadikannya makanan favorit. Kandungan nutrisi buah yang merupakan makanan alami sangat baik bagi kebugaran dan kesehatan tubuh kita sehari – hari. Agar tubuh selalu bugar dan sehat, para ahli gizi menyarankan untuk mengonsumsi buah – buahan setiap hari agar asupan kebutuhan nutrisi cukup bagi kesehatan tubuh kita.
Kandungan nutrisi dalam buah sangat baik bagi kesehatan tubuh kita. Secara umum, kandungan utama yang terdapat dalam buah – buahan, adalah air, vitamin dan mineral, serat, anti oksidan dan karbohidrat. Dengan mengonsumsi buah kebutuhan air dapat terpenuhi. Buah yang memiliki kandungan air yang tinggi sangat tepat jika dikonsumsi pada cuaca yang panas. Buah yang banyak mengandung air antara lain belimbing, semangka, jeruk, melon, nanas dan stroberi. Mengonsumsi buah dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan akan air bagi tubuh kita, apabila kita kurang mengonsumsi air sebanyak 2 liter dalam sehari. Selain itu, kandungan vitamin dan mineral yang terdapat pada buah dapat membantu metabolism kerja sel dalam tubuh. Kekurangan vitamin dan mineral menyebabkan metabolism tubuh tidak berjalan dengan baik sehingga dapat mengganggu kebugaran tubuh.
Dengan mengonsumsi buah – buahan kebutuhan serat oleh tubuh dapat terpenuhi. Serat berguna dalam proses pencernaan. Beberapa buah – buahan yang memiliki kandungan serat tinggi antara lain pisang, apel, jeruk dan alpukat. Buah yang kaya akan serat baik untuk menu diet dan dapat menghindarkan dari resiko penyakit jantung dan stroke. Selanjutnya, buah – buahan juga mengandung anti oksidan, yaitu zat yang berfungsi melindungi tubuh dari radikal bebas. radikal bebas adalah zat yang muncul akibat aktivitas lingkungan yang berlebihan seperti polusi kendaraan, asap rokok, radiasi dan sebagainya. buah – buahan yang banyak mengandung anti oksidan antar lain stroberi, anggur, jeruk.  
Pada buah juga terkandung karbohidrat yang berguna sebagai sumber tenaga agar tubuh dapat melakukan aktivitas. Buah memiliki karbohidrat kompleks yang terdiri dari glukosa dan fruktosa. Tubuh manusia membutuhkan karbohidrat 55 % - 56 % dari total asupan kalori dalam sehari. Buah dengan kandungan karbohidrat diatas 50 % adalah pisang, apel, sawo dan srikaya.
A.    Pengertian Buah Segar.
Buah – buahan merupakan menu penting makanan sehari – hari kita, karena buah memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Secara harfiah pengertian dari buah segar adalah bahan pangan yang tidak memerlukan pengolahan sudah dapat dikonsumsi secara langsung. Buah segar dapat dimakan langsung tanpa diolah terlebih dulu, karena rasanya sudah beraneka, segar, bentuk dan warnanya menarik. Buah merupakan salah satu ciptaan tuhan yang sangat patut kita jaga dan lestarikan agar buah dapat dinikmati oleh umat manusia sepanjang masa. Buah segar termasuk makanan yang sangat disukai karena kaya nutrisi yang baik untuk pertumbuhan, kesehatan dan kecantikan tubuh manusia. 
B.     Karakteristik Buah – Buahan.
Berdasarkan sifatnya, buah – buahan dikelompokkan menjadi beberapa golongan sebagai berikut :
1.      Berdasarkan Musim Berbuahnya.
a.      Buah Musiman.
Adalah buah yang hanya ada di waktu musim tertentu. Pada suatu saat berbuah banyak dan pada saat lain tidak berbuah sama sekali. Contohnya buah duren,manga, kedongdong, duku dan rambutan.
b.      Buah Sepanjang Tahun.
Adalah jenis buah – buahan yang tersedia sepanjang tahun. Buah ini dihasilkan dari tanaman yang berubah sepanjang tahun tidak tergantung musim. Buah yang dapat kita nikmati kapan saja, yang sepanjang tahun tersedia. Contohnya nanas, pisang papaya, jambu air, markisa dan sebagainya.
2.      Berdasarkan Iklim Tempat Tumbuhnya.
a.      Buah Tropis.
Buah – buahan dari tanaman yang tumbuh di iklim panas atau tropis dengan suhu udara sekitar 250C atau lebih. Contohnya pisang, papaya, nanas, manga, rambutan dan durian.
b.      Buah Sub Tropis.
Buah dari tanaman yang tumbuh di iklim sedang atau di daerah yang mempunyai suhu udara maksimum 220C. Contohnya apel, jeruk, stroberi, anggur dan sebagainya.
3.      Berdasarkan Proses Pematangannya.
a.      Buah Klimaterik
Yaitu buah yang setelah dipanen dapat menjadi matang hingga terjadi pembusukan. Proses pematangan buah dalam fase klimaterik ditandai dengan perubahan warna, tekstur dan bau buah. Contohnya pisang, manga, papaya, jambu biji, apel dan sebagainya.
b.      Buah Non Klimaterik.
Yaitu buah yang setelah dipanen tidak akan mengalami proses pematangan tetapi langsung kearah pembusukan. Contohnya semangka, anggur, jambu air dan nanas.
C.    Kandungan dan Manfaat Buah – Buahan.
Kita sebagai bangsa Indonesia patut bangga memiliki kekayaan sumber daya buah – buahan yang beraneka macam dan bersyukur atas karunia yang diberikan Tuhan pada negara Indonesia. Telah diteliti oleh para ahli pendidikan bahwa setiap buah sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita, karena setiap buah memiliki kandungan vitamin dan nutrisi lainnya yang sangat bermanfaat. Berikut ini kandungan dan manfaat dari beberapa buah – buahan.
1.      Jambu Biji.
Jambu Biji (Psidium Guajava) kaya akan kandungan dan manfaat. Jambu biji memiliki vitamin C empat kali lebih banyak dibandingkan dengan jeruk. Vitamin C berfungsi melancarkan kerja otak dan peredaran darah. Selain itu, jambu biji mengandung anti oksidan yang dapat melawan radikal bebas dan menangkal kanker. Kandungan serat yang tinggi mampu memperlancar proses pencernaan.
2.      Avokad.
Avocad (Avocado) memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Kandungan lemak nabati yang tinggi dan tak jenuh bermanfaat untuk menurunkan kolesterol LDL (Kolesterol Jahat) sehingga berguna untuk mencegah stroke, penyakit jantung, darah tinggi dan kanker. Lemak tak jenuh pada avocado juga mengandung zat anti jamur, anti bakteri dan mampu mengurangi nafsu makan sehingga tidak menyebabkan seseorang menjadi gemuk. Kandungan vitamin A dan E pada buah avokad sangat baik untuk kesehatan mata dan menghaluskan kulit, menghilangkan kerutan dan membuat kulit tampak lebih muda.     
3.      Pepaya.
Pepaya (Carica Papaya) tumbuh sepanjang tahun dan kaya akan kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Sangat bermanfaat untuk melancarkan pencernaan. Pepaya memiliki kadar postasium, vitamin C yang tinggi dan vitamin A yang sangat baik untuk mencegah penyakit flu, pilek dan sangat bermanfaat untuk melancarkan pencernaan. Pepaya dapat meningkatkan system kekebalan tubuh karena memiliki kandungan anti oksidan seperti korten, flavonoid, folat dan asam pantotenat.
4.      Belimbing.
Belimbing (Averrhoa Carambola) rasanya manis segar dan berbentuk bintang jika dipotong. Kandungan gizi belimbing memiliki banyak vitamin C dan serat yang cukup besar, vitamin A, E dan B kompleks. Kandungan pada buah belimbing memiliki banyakmanfaat untuk kesehatan antar lain meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan vitamin C yang tinggi, melindungi tubuh dari radikal bebas dengan adanya antioksidan alami. Belimbing dapat juga menurunkan tekanan darah tinggi dan mengatasi penyakit batuk.
D.    Teknik Pengolahan Pangan. 
Adapun teknik dasar pengolahan bahan pangan dibedakan menjadi dua yaitu Teknik Pengolahan makanan panas basah (Moist Heat) dan Teknik Pengolahan panas kering (dry Heat Cooking).
1.      Teknik Pengolahan Pangan Panas Basah (Moist Heat).
Teknik pengolahan makanan panas basah (Moist Heat) adalah mengolah bahan makanan dengan menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. suhu cairan pada teknik pengolahan makanan panas basah tidak pernah lebih dari suhu didih. Berikut ini yang termasuk teknik pengolahan pangan panas basah :  
a.      Teknik Merebus (Boiling).
Teknik merebus (boiling) adalah mengolah bahan makanan dalam cairan yang sudah mendidih. Cairan yang digunakan dapat berupa air, kaldu, atau susu. caranya bahan makanan dapat dimasukkan kedalam cairan yang masih dalam keadaan dingin atau dalam air yang panas.
b.      Teknik Merebus Menutup Bahan Pangan (Poaching).
Teknik poaching ialah cara memasak bahan makanan dalam bahan cair sebatas menutupi bahan makanan yang direbus dengan api kecil di bawah titik didih (920 – 96 0C). Bahan makanan yang di – poach ini adalah bahan makanan yang lunak atau lembut dan tidak memerlukan waktu lama dalam memasaknya seperti buah – buahan, sayuran, telur dan ikan. Cairan bisa berupa kaldu, air yang diberi asam, cuka dan susu.
c.       Teknik Merebus dengan Sedikit Cairan (Braising).
Teknik braising adalah teknik merebus bahan makanan dengan sedikit cairan (kira – kira setengah dari bahan yang akan direbus) dalam panci tertutup dengan api dikecilkan secara perlahan – lahan. Efek dari braising ini sama dengan menyetup, yaitu untuk menghasilkan bahan makanan yang lebih lunak dan aroma yang keluar menyatu dengan cairannya.
d.      Teknik Menyetup / Menggulai (Stewing).
Stewing (Menggulai / menyetup) adalah mengolah bahan makanan yang terlebih dahulu ditumis bumbunya dan direbus dengan cairan yang berbumbu dan cairan yang tidak terlalu banyak dengan api sedang. maksud dari dimasak dengan api sedang dan dalamwaktu yang lama agar aroma dari bahan masakan keluar dengan sempurna. Pengolahan dengan teknik ini harus sering diaduk secara hati – hati agar tidak mudah hancur. Pada proses stewing, cairan yang dipakai yaitu air, susu, santan dan kaldu.
e.       Teknik Mengukus (Steaming).
Teknik mengukus (steaming) adalah memasak bahan makanan dengan uap air mendidih. sebelum mengukus bahan makanan, alat pengukus yang sudah berisi air harus dipanaskan terlebih dahulu hingga mendidih dan mengeluarkan uap, baru masukkan bahan makanan pada steamer atau pengukus. Uap air panas akan mengalir ke sekeliling bahan makanan yang sedang dikukus. Efek dari teknik ini ialah menjadikan makanan lebih lunak dan lembut. Nilai gizi bahan makanan tidak banyak yang hilang karena tidak bersentuhan langsung dengan air. Makanan yang diolah dengan cara ini yaitu pudding, bolu maupun sayuran, ikan dan ayam.
f.       Teknik Mendidih (Simmering).
Teknik simmering ini adalah teknik memasak bahan makanan dengan saus atau bahan cair lainnya yang dididihkan dahulu, kemudian api dikecilkan di bawah titik didih dan direbus lama, dimana dipermukaannya muncul gelembung – gelembung kecil. Teknik ini biasanya digunakan untuk membuat kaldu yang mengeluarkan ekstrak dari daging yang direbus.
g.      Teknik Mengetim.
Teknik mengetim adalah memasak bahan makanan dengan menggunakan dua buah panci yang berbeda ukuran. Salah satu panci berukuran lebih kecil. Cara ini memang memerlukan waktu yang lama, seperti membuat nasi tim dan cokelat.
2.      Teknik Pengolahan Pangan Panas Kering (Dry Heat Cooking).
Teknik pengolahan panas kering (dry heat cooking) adalah mengolah makanan tanpa bantuan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Yang termasuk teknik pengolahan pangan panas kering, sebagai berikut :
a.      Teknik Menggoreng dengan Minyak Banyak (Deep Frying).
Pengertian dari deep frying adalah memasak bahan makanan dengan menggunakan minyak / lemak yang banyak hingga bahan makanan benar – benar terendam sehingga memperoleh hasil yang kering (Crispy). Teknik ini dapat digunakan untuk berbagai bahan makanan termasuk buah, sayuran, daging dan unggas serta ikan.
Bahan makanan yang dalam keadaan beku dapat langsung dimasak dengan metode ini. Pada metode kering ini, karena dipanaskan dalam suhu tinggi, akan terjadi perubahan tekstur,warna dan rasanya. Pada proses pengolahan dengan metode deep frying juga biasanya lebih ssedikit kehilangan kandungan vitamin yang larut dalam air karena dalam proses ini tidak terdapat air yang melarutkan. Sebagai contoh, keripik kentang lebih banyak mengandung vitamin C dibandingkan kentang rebus. 
b.      Teknik Menggoreng dengan Minyak Sedikit (Shallow Frying).
Shallow frying adalah mengolah bahan makanan atau proses menggoreng yang dilakukan dengan cepat dalam minyak goring yang sedikit pada wajan datar. Dalam shallow frying bahan makanan biasanya hanya satu kali dibalik.
Pada Shallow frying panas didapatkan dari pemanasan minyak atau lemak. Dengan teknik ini bahan makanan tidak akan menjadi terlalu matang, asam amino yang terdapat pada bahan makanan akan tidak hilang, meskipun protein akan menyusut dan juga akan kehilangan beberapa jenis vitamin B.  
c.       Teknik Menumis (Sauteing).
Teknik Menumis (sautening) adalah teknik memasak dengan menggunakan sedikit minyak olahan dan bahan makanan yang telah dipotong kecil atau diiris tipis yang dikerjakan dalam waktu sebentar dan cepat, diaduk – aduk, serta ditambah sedikit cairan sehingga sedikit berkuah / basah. Biasanya cairan yang ditambahkan adalah saus, cream dan sejenisnya yang dimasukkan pada saat terakhir proses pemasakan. Sebelum menumis hendaknya potongan / irisan bahan makanan dipersiapkan terlebih dahulu. Panaskan wajan terlebih dahulu, kemudian isi minyak goring sedikit dan panaskan. Gunakan wajan yang besar agar potongan bahan makanan saat dimasukkan tidak penuh sesak sehingga memudahkan saat melakukan tumis dan dapat matang secara merata. Agar lebih sehat,hindari penggunaan lemak jenuh. Gunakan minyak zaitun atau minyak kanola yang mengandung minyak sehat dan membantu menurunkan kadar kolesterol berbahaya.   
d.      Teknik Memanggang (Baking).
Memanggang (baking) adalah pengolahan bahan makanan di dalam oven dengan panas dari segala arah tanpa menggunakan minyak atau air. Cara memanggang memiliki beberapa metode, diantaranya seperti berikut ini :
1.      Memanggang Kering.
Ketika memanggang dengan oven, bahan makanan akan mengeluarkan uap air. Uap air ini akan membantu proses pemasakan bahan makanan. Teknik ini biasanya digunakan untuk produk pastry dan roti. Selain itu, digunakan untuk memasak daging dan ikan.
2.      Memanggang dalam oven menambah kelembaban.
Ketika memanggang bahan makanan, masukkan wadah berisi air yang akan mengeluarkan uap air yang masuk kedalam oven. Tujuannya agar kandungan air dalam bahan makanan bertambah dan untuk menambah kualitas makanan. Penerapan teknik dasar baking dapat dilakukan pada berbagai bahan makanan, diantaranya kentang, roti, sponge, cake, biscuit, ikan dan sayuran.
3.      Memanggang dalam oven dengan menggunakan dua wadah.
Wadah pertama berisi bahan makanan dan wadah kedua diberi air. Wadah pertama dimasukkan kedalam wadah kedua sehingga panas yang sampai ke bahan makanan lebih lambat. Dengan demikian, tidak akan mengakibatkan panas yang berlebih dan dapat mengurangi kemungkinan makanan terlalu matang. Contoh pudding caramel.
e.       Teknik Membakar (Grilling).
Grilling adalah teknik mengolah makanan di atas lempengan besi panas (gridle) atau di atas panci dadar (teflon) yang diletakkan di atas perapian langsung. Suhu yang dibutuhkan untuk grilling sekitar 292 0C. Grill juga dapat dilakukandiatas bara langsung dengan jeruji panggang atau alat bantu lainnya. Dalam teknik ini, perlu diberikan sedikit minyak baik pada makanan yang akan diolah maupun pada alat yang digunakan. Jeruji ini berfungsi sebagai penahan bahan makanan yang sedang dimasak / dipanggang. Selain itu, fungsi lainnya juga untuk membuat bagian yang matang dan gosong berbentuk jeruji pula. Kegosongan inilah yang menjadi ciri khas dan yang menunjukkan bahwa makanan tersebut adalah di – grilled.  
3.      Teknik Pengolahan Pangan Lainnya.
a.      Menghaluskan.
Membuat bahan pangan menjadi halus dengan bantuan alat blender, parutan maupun dengan cara diulek.
b.      Mencampur.
Menyatukan bahan pangan menjadi tercampur rata.
c.       Menyaring / Memeras.
Membuat bahan menjadi halus dengan alat penyaringan, baik dari saringan kawat atau kain penyaring, supaya diperoleh cairan yang jernih.
d.      Tidak Dimasak.
Bahan pangan ada yang dapat dimakan mentah (Raw Food). Umumnya buah dan sayuran dimakan tanpa dimasak. Penganut pola makan inimengklaim bahwa cara ini yang paling sehat karena kandungan vitamin, mineral, serat dan enzim dalam sayuran dan buah tidak akan hilang.
Berbagai teknik di atas hanya sebagian teknik pengolahan pangan. Pada umumnya, cara mengolah bahan pangan banyak caranya seperti teknik mengasap, mengintim dan menyangrai. Perbedaan – perbedaan teknik / cara / metode pengolahan pangan yang ada di Nusantara maupun seluruh dunia mencerminkan faktor – faktor sosial, ekonomi, agama, agrikultur dan estetika yang mempengaruhinya.
E.     Pembuatan Pengolahan Bahan Pangan Buah Segar Menjadi Makanan dan Minuman.
Hal yang penting harus diperhatikan dalam membuat karya pengolahan adalah tahapan / proses pembuatannya. Mengapa ?. agar dapat dihasilkan karya pengolahan yang sesuai kegunaan, nyaman dalam rasa, tepat dalam pengolahan, memiliki nilai estetis dalam penyajian maupun kemasan dan aman bagi kehidupan manusia.
dalam merencanakan pembuatan karya pengolahan harus diperhatikan apa hal – hal pokok yang ditugaskan, kemudian merencanakan pembuatannya. Perencanaan pembuatannya dengan menghentikan beberapa pilihan rancangan yang timbul dalam pikiranmu. Tuangkan semua pikiran kreatifmu yang berkaitan dengan hal pokok yang ditugaskan dalam bentuk desain rancangan kerja secara tertulis, dapat berupa gambar ataupun skema. Tetapkan hal apa yang akan dibuat, lalu buatlah rencana kerja pembuatan pengolahan secara lengkap sesuai tahapan pembuatan karya. Dalam pembuatan pengolahan hendaknya perlu memperhatikan keamanan dan kebersihan dalam bekerja serta keindahan dalam pengemasan maupun penyajian. Hal ini dimaksudkan agar dapat menarik bagi konsumen.
Agar suatu produk pengolahan berhasil dengan baik, perlu memperhatikan tahapan / proses pembuatan pengolahan pangan sebagai berikut :
1.      Perencanaan.
2.      Pelaksanaan Pembuatan.
3.      Penyajian / Pengemasan.
4.      Evaluasi.
Adapun, apabila diaplikasikan kedalam sebuah contoh tahapan pembuatan makanan dan minuman berbahan buah segar, berikut ini tersaji seperti ;
1.      Tahapan Pengolahan Bahan Pangan Buah – Buahan Menjadi Makanan.
a.      Perencanaan.
1.      Identifikasi Kebutuhan.
Besok seusai pulang sekolah, Rahma bersama teman – temannya merencanakan untuk belajar kelompok di rumah. Pulang sekolah tentu badan lelah dan kepanasan. Rahma ingin menyiapkan suatu makanan yang dapat menyegarkan tubuh, mudah membuatnya dan cepat.
2.      Ide / Gagasan.
Tercetus ide dalam benak Rahma untuk membuat makanan “Rujak Buah dengan Bumbu Ulek Gula Jawa Kacang” agar dapat menyegarkan tubuh di saat udara panas. Buah – buahan yang manis dan asam menjadi pilihan agar tubuh terasa segar sehingga membangkitkan semangat untuk belajar kelompok. Membuat rujak buah dengan bumbu gula jawa kacang ulek dapat dikerjakan bersama dan tidak lama dalam pembuatan.
b.      Pelaksanaan.
1.      Persiapan.
a.       Membeli buah – buahan dan bahan lainnya di pasar. Pilih buah yang masih segar.
b.      Mencuci peralatan yang dibutuhkan sebelum digunakan.
c.       Mempersiapkan bahan : buah (sudah dikupas dan dicuci) dan gula jawa (sudah dicairkan) agar pembuatan rujak lebih cepat.
1.      Bahan – Bahan.
a.       Bahan rujak buah
b.      Bahan bumbu ulek gula jawa kacang.
2.      Alat. 
a.       Pisau.
b.      Cobek
c.       Kertas Cokelat.
d.      Kantong Plastik
2.      Proses Pembuatan.
a.       Kupas semua buah.
b.      Hasil kupasan buah disimpan dengan rapi sesudah di cuci bersih.
c.       Gula Jawa dikentalkan dengan air.
d.      Kacang tanah digoreng.
3.      Proses Pembuatan Bumbu Gula Jawa Kacang Ulek Untuk Rujak Buah.
Haluskan bumbu satu persatu :
a.       Pisang batu.
b.      Terasi, garam, cabai dan gula jawa cair ulek hingga halus.
c.       Kacang tanah goring jangan diulek terlalu halus agar ada rasa sensasi saat memakannya.
d.      Ulek seluruh bahan bumbu sampai menyatu.
4.      Proses Pemotongan Buah.
Iris buah satu per satu :
a.       Bengkuang dan manga.
b.      Nanas dan kedongdong.
c.       Pepaya, jambu air dan jeruk bali.
c.       Penyajian dan Pengemasan.
1.      Penyajian Rujak Buah dengan Bumbu Ulek Gula Jawa Kacang.
a.       Rujak disajikan terpisah dari bumbunya.
b.      Rujak disajikan dengan disiram bumbu gula jawa.
2.      Pengemasan Rujak Buah dengan Bumbu Ulek Gula Jawa Kacang.
a.       Siapkan kantong plastik kecil.
b.      Masukkan bumbu gula jawa kedalam kantong plastic dan ikat dengan rapi bumbu gula jawa rujak ulek.  
c.       Siapkan kertas pembungkus berwarna cokelat, bentuklah wadah dan tuangkan buah rujak potong kedalamnya.
d.      Lipat dengan rapi, bungkus dan ikat dengan karet.
d.      Evaluasi.
Di akhir pembuatan pengolahan bahan pangan buah menjadi makanan, ujilah hasilnya dengan cara mencoba / merasakan makananmu. Jika ada yang kurang sesuai, buatlah catatan evaluasinya sebagai bahan masukan dan bahan perbaikan saat akan membuat makanan olahan bahan lain di lain waktu.
2.      Tahapan Pengolahan Bahan Pangan Buah – Buahan Menjadi Minuman.
Berikut ini contoh tahapan pembuatan minuman jus stroberi.
a.      Perencanaan.
1.      Identifikasi Kebutuhan.
Siswa belajar terus menerus dalam menghadapi ujian akhir semester yang menyebabkan kelelahan pada mata.
2.      Ide / Gagasan.
Minuman kesehatan untuk menghindarkan penurunan penglihatan jika diminum secara rutin adalah jus stroberi.
b.      Pelaksanaan.
1.      Persiapan.
Membeli stroberi di pasar saat pagi hari agar mendapatkan buah yang masih segar. Mencuci peralatan yang dibutuhkan sebelum digunakan untuk membuat jus.
a.      Bahan.
Bahan yang diperlukan yaitu stroberi 10 buah untuk satu gelas besar, sereal, susu cair secukupnya, gula dicairkan secukupnya, es batu dan kismis. 
b.      Alat
Alat yang diperlukan meliputi blender, alat press tutup gelas plastic, gelas plastic, sedotan dan gelas kaca sebagai wadah saji (Jika disajikan).
2.      Proses Pembuatan.
a.       Buang tangkai stroberi dan cuci bersih buah stroberi dengan menggunakan air mengalir.
b.      Masukkan stroberi dan bubuk sereal kedalam wadah blender.
c.       Tambahkan susu dan gula cair kedalam wadah blender tersebut.
d.      Masukkan es batu kedalam wadah blender tersebut.
e.       Nyalakan mesin dengan menekan tombol dan blender hingga semua bahan tercampur sempurna.
c.       Penyajian / Pengemasan.
1.      Untuk penyajian, tempatkan pada gelas yang unik dan beri garnis atau hiasan buah stroberi di mulut gelas. Siapkan es batu di piring kecil jika ingin dinikmati dalam bentuk dingin.
2.      Untuk pengemasan, tuanglah kedalam gelas plastic dan taburi dengan kismis sebagai topping / garnis supaya menarik dan menambah rasa.
3.      Letakkan pada alat press tutup gelas plastic dan press dengan menarik tuas alat tersebut.
4.      Lengkapi kemasan jus stroberi dengan sedotan.
d.      Evaluasi.
Diakhir pembuatan jus stroberi, jika ada yang kuarng sesuai buatlah catatan evaluasinya sebagai bahan masukan dan bahan perbaikan saat akan membuat minuman jus lagi di lain waktu.
F.     Penyajian dan Kemasan.
Penyajian ataupun kemasan merupakan tahap akhir dari proses pembuatan produk olahan pangan. Penyajian / pengemasan memegang peranan penting dalam proses pembuatan produk olahan pangan. Penyajian / pengemasan memegang peranan penting dalam proses produksi pengolahan pangan karena akan menjadi daya tarik orang untuk memakannya atau konsumen untuk membelinya. Wadah penyajian digunakan jika kita makan di tempat penjualan. Penggunaan wadah kemasan biasanya untuk makanan yang dibawa pulang oleh pembeli. Penyajian / pengemasan produk pangan telah dilakukan sejak masa lampau. Biasanya, minuman tradisional tertentu disajikan atau dikemas dengan menggunakan buah itu sendiri, seperti minuman air nira dalam buluh bamboo.
Seiring kemajuan zaman, teknologi dan kebutuhan manusia, produk kemasan pun berkembang terus – menerus. Kecanggihan teknologi pengolahan pangan, pengemasan dan penyimpanan secara tidak langsung sebagian memang menguntungkan konsumen. Sekarang bahan kemasan yang umum digunakan terbuat dari kertas, kaca / gelas, plastic atau bahan polimer seperti polietilen (PE), polipropilen (PP) serta kemasan yang dapat terurai secara biologis atau biodegradasi (biodegradable packaging). Meskipun begitu, tidak semua perpaduan kemasan tradisional ditinggalkan. Ada beberapa produk pangan menggunakan kombinasi kemasan, yaitu kemasan tradisional dan kemasan masa kini. Tidak semua bahan dapat digunakan sebagai wadah penyajian atau kemasan pangan olahan. Ada kriteria tertentu yang harus diperhatikan dalam pemilihan wadah penyajian / kemasan, antara lain sebagai berikut :
1.      Bahan kemasan / wadah penyajian tidak berbau sehingga tidak mempengaruhi atau mengubah rasa dari produk pangan olahan.
2.      Bahan kemasan / wadah penyajian memiliki kekuatan sebagai tempat produk pangan olahan.
3.      Bahan kemasan / wadah penyajian mudah didapat.
4.      Bahan kemasan / wadah penyajian aman bagi kesehatan dan bersih.
Adapun tempat penyajian ataupun kemasan untuk makanan dan minuman yang biasa digunakan masyarakat terbuat dari kertas, plastic ataupun Styrofoam, sedangkan wadah penyajian umumnya berbahan gelas kaca.
Selain memberikan manfaat sebagai wadah penyajian kemasan dan penyajian, juga berhubungan dengan cara menampilkan produk / hasil olahan pangan dalam bentuk menarik. Bentuk yang menarik akan menambah selera saat menyantapnya atau tertarik untuk membeli produk olahan pangan tersebut. Banyak penjual makanan atau restoran yang memberikan tampilan unik, eksotis dan berkarakter pada penyajian dan kemasan produknya. Eksplorasi penggunaan bahan penyajian hidangan pun sangat variatif sekali. Ada yang menggunakan gerabah ataupun batok kelapa yang didesain menjadi gelas cantik. Ada yang membuat kemasan dengan modifikasi bahan,seperti plastic dan kertas. Oleh karena itu, saat ini bisnis kemasan dan wadah penyajian memiliki prospek menguntungkan. Kreativitas kita sangat dibutuhkan untuk dapat menciptakan wadah penyajian maupun kemasan.   

Comments