Ketergantungan Antar Ruang dan Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Rakyat (Materi IPS Terpadu SMP / MTS Kelas IX – Halaman 151)


Ketergantungan Antar Ruang dan Pengaruhnya Terhadap Kesejahteraan Rakyat (Materi IPS Terpadu SMP / MTS Kelas IX – Halaman 151) 

Kemampuan suatu negara untuk menghasilkan barang dan jasa tidak sama. Ada Negara yang kaya akan sumber daya alam, ada juga Negara yang kurang memiliki sumber daya alam. Perbedaan ini dipengaruhi oleh luas daerah, letak geografis dan iklim dari Negara tersebut. Potensi sumber daya yang dimiliki setiap Negara tersebut dapat menimbulkan kelangkaan hasil produksi barang. Dilain pihak kebutuhan manusia di manapun Negara itu berada selalu sama, artinya kebutuhannya beraneka ragam. Untuk memenuhi kebutuhan Negara dapat dihasilkan oleh sendiri dan bisa juga membeli dari Negara lain. Kondisi inilah yang mendorong setiap Negara melakukan perdagangan internasional.
Negara dapat mengembangkan potensi yang dimiliki dengan mengembangkan ekonomi kreatif sesuai potensi sumber daya yang dimiliki oleh masing – masing Negara. Kegiatan ekonomi Negara dapat dikembangkan melalui ekonomi kreatif yang didasarkan dari kreatifitas, keterampilan dan bakat individu. Ketiga hal tersebut sebagai upaya untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis sehingga mampu mendukung industry kreatif dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat. Hasil pengembangan sumber daya Negara melalui ekonomi kreatif tersebut menjadi ciri khas dan keunggulan Negara tersebut. Di Indonesia, ekonomi kreatif dikembangkan untuk meningkatkan daya saing produk – produk di pasar domestic maupun internasional.
A.    Perdagangan Internasional.
1.      Pengertian Perdagangan Internasional.
Perdagangan tidak hanya dilakukan dalam suatu Negara, tetapi ada juga yang dilakukan antar Negara. Tidak ada Negara yang dapat menghasilkan kebutuhan sendiri. Misalnya, Amerika sebagai Negara Super Power, tidak mampu memenuhi kebutuhan Negara sendiri, karena ada barang – barang tertentu yang tidak mereka hasilkan. Amerika tidak dapat memproduksi minyak sehingga mereka membeli minyak dari Timur Tengah dan sebaliknya Negara Timur Tengah membutuhkan barang dari Negara lain. Tidak ada Negara yang dapat memenuhi kebutuhan negaranya sendiri. Barang yang dihasilkan oleh Negara yang satu berbeda dengan barang yang dihasilkan oleh Negara lain. Perbedaan inilah yang menimbulkan pertukaran hasil antara satu Negara dan Negara lain. Perdagangan antar Negara terdapat barang keluar dan masuk dari suatu Negara ke Negara lain, artinya Negara yang kelebihan barang akan mengirimkan barangnya ke Negara lain. Mengirimkan atau menjual barang ke Negara lain disebut ekspor. Negara pelaku ekspor disebut eksportir. Dan jika suatu Negara kekurangan barang kebutuhan untuk memenuhinya memerlukan barang dari Negara lain. Masuknya barang dari Negara lain ini disebut impor. Negara pelaku impor disebut importir.
Dengan demikian dalam perdagangan antar Negara terdapat arus barang keluar dan arus barang masuk. Secara tidak langsung dalam perdagangan antar Negara terjadi tukar – menukar barang antar Negara. Tukar – menukar barang antar Negara ini dilakukan dengan perantaraan uang. Jadi dapat disimpulkan bahwa perdagangan internasional adalah proses pertukaran barang dan jasa antar dua Negara atau lebih dengan tujuan mendapatkan keuntungan / laba. Bagaimana dengan perdagangan dalam negeri ?. apakah perdagangan dalam negeri juga merupakan pertukaran barang dan jasa ?.. berdasarkan kegiatan perdagangan internasional dan perdagangan dalam negeri sebenarnya kegiatan yang dilakukan sama yaitu pertukaran barang dan jasa. Namun terdapat beberapa perbedaan antara perdagangan dalam negeri dan perdagangan internasional. Perbedaan ini dapat dilihat dari berbagai aspek berikut :
No
Perdagangan Dalam Negeri
Perdagangan Internasional
1
Kegiatan dilakukan dalam wilayah suatu Negara
Kegiatan dilakukan dalam wilayah antar Negara
2
Pembeli dan penjual cenderung bertemu / interaksi langsung
Pembeli dan penjual tidak berinteraksi langsung
3
Mata uang yang digunakan sama
Mata uang yang digunakan berbeda sehingga menggunakan devisa.
4
Tidak dikenai bea masuk hanya retribusi
Dikenai pajak / bea masuk.
5
Biaya angkut lebih murah
Biaya angkut lebih mahal.
6
Kualitas barang bervariasi
Kualitas barang harus mengikuti standar internasional.
7
Peraturan perundang – undangan sama / hukum nasional.
Peraturan perundang – undangan berbeda / hokum internasional.

2.      Factor yang Mendorong Terjadinya Perdagangan Internasional.
Pada dasarnya, perdagangan internasional muncul dilator belakangi oleh kemampuan menghasilkan barang antar Negara yang satu dengan Negara lain berbeda. Perbedaan inilah mendorong terjadinya perdagangan internasional. Factor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional antara lain sebagai berikut :
a.      Perbedaan Sumber Daya Alam yang Dimiliki oleh Setiap Negara.
Dumber daya alam yang dimiliki oleh masing – masing Negara tidak sama dan mengakibatkan perbedaan hasil produksi dari Negara tersebut. Misalnya Arab Saudi tidak mampu menghasilkan sayur – mayor, maka mereka mengimpor dari Negara di kawasan Asia yang dapat menghasilkan sayur – mayor. Indonesia memiliki peluang untuk menjual hasil dari hutan ke Negara lain. Oleh karena Indonesia mampu menghasilkan barang tersebut yang didukung oleh ketersediaan sumber daya alam. Keunggulan yang dimiliki oleh suatu Negara dilihat dari keunggulan sumber daya alam disebut Keunggulan Absolut (Absolute Advantage). Keungulan Absolut adalah kemampuan suatu Negara untuk memproduksi barang atau jasa yang tidak dapat diproduksi oleh Negara lain.
b.      Perbedaan Tingkat Kualitas Sumber Daya Manusia.
Ketersediaan sumber daya alam memerlukan daya dukung kemampuan sumber daya manusia. Suatu Negara yang mempunyai sumber daya manusia yang dilihat terutama dari segi kualitas, maka akan menghasilkan barang dan jasa dengan mutu atau kualitas yang lebih baik.
c.       Perbedaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Negara yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi akan mampu memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak, bermutu dan efisien dibanding dengan Negara yang tidak menguasainya. Ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menghemat biaya produksi, jumlah barang dan kualitas barang. Keunggulan suatu Negara yang dapat memproduksi barang dengan biaya produksi yang lebih murah dibandingkan Negara lain disebut Comparative Advantage.
d.      Perbedaan Budaya Suatu Bangsa.
Perbedaan budaya suatu Negara akan sangat mempengaruhi barang yang dihasilkan. Misalnya, seni ukir dan batik Indonesia, merupakan daya Tarik sendiri bagi Negara lain untuk membeli barang tersebut. Demikian juga keramik China menjadi daya Tarik tersendiri bagi Negara lain.
e.       Perbedaan lain yang mempengaruhi perdagangan internasional, yaitu perbedaan harga barang, perbedaan upah dan biaya produksi, serta perbedaan selera.
3.      Manfaat dan Hambatan Perdagangan Internasional.
a.      Manfaat Perdagangan Internasional.
Setiap perdagangan bertujuan untuk mencari keuntungan. Dalam perdagangan internasional, selain untuk mencari keuntungan, ada beberapa manfaat yang diperoleh sebagai berikut :
1.      Setiap Negara dapat memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa.
2.      Setiap Negara dapat menciptakan spesialisasi produk yaitu membuat barang produksi yang khusus yang memiliki ciri khas yang tidak dapat dihasilkan oleh Negara lain.
3.      Penduduk dari Negara yang melakukan perdagangan akan mendapatkan barang dengan mudah dan harga murah.
4.      Mendorong kegiatan produksi. Setiap Negara berusaha memperluas pemasaran barang hasil produksi. Apabila pemasaran semakin luas, maka produksi dapat ditingkatkan sehingga permintaan terpenuhi.
5.      Setiap Negara dapat meningkatkan hubungan persahabatan antar Negara.
6.      Kegiatan produksi dapat meningkatkan hasil sehingga perusahaan bertambah maju dan membuka kesempatan kerja.
7.      Pendapatan Negara meningkat melalui perolehan devisa hasil ekspor.
8.      Mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi karena masing – masing Negara ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas barang.
9.      Mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyerap banyak tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran.
b.      Hambatan Perdagangan Internasional.
Disamping manfaat yang dapat diperoleh dari perdagangan internasional, ada beberapa hambatan yang terjadi dalam perdagangan internasional. Hambatan perdagangan internasional menyangkut harga barang luar negeri lebih murah dari hasil produksi dalam negeri, bea masuk yang tinggi, adanya proteksi, adanya kuota, adanya peraturan, dumping, pertentangan politik dan peperangan.
(Fotocopian Buku Paketnya Hitam Buram dan tidak kelihatan, jadi kelanjutannya terpotong)
Kebijakan tarif ini dengan tujuan dapat meningkatkan devisa Negara, juga dimaksudkan untuk melindungi produk dalam negeri. Politik Dumping adalah kebijakan menjual barang di luar negeri lebih murah daripada didalam negeri. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan devisa Negara.
B.     Mengembangkan Ekonomi Kreatif Berdasar Potensi Wilayah Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.
1.      Konsep Ekonomi Kreatif.
Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik itu berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan yang ada sebelumnya. Dalam setiap kegiatan ekonomi diperlukan suatu pemikiran yang kreatif yang dapat membantu alternative tindakan. Seorang wirausahawan adalah orang – orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menangkap peluang bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dan mengambil tindakan yang tepat, serta memastikan keberhasilan. Seorang wirausahawan tidak hanya mampu berbuat sesuatu yang baik bagi dirinya melainkan bagi orang lain.
Peranan wirausahawan juga mampu membuka lapangan kerja baru sehingga dapat membantu pemerintah dapat mengurangi pengangguran. Gagasan kreatif sangat diperlukan dalam kehidupan ekonomi. Karena gagasan ini para pelaku ekonomi muncul suatu ide yang inovatif yang akhirnya dapat menjadi pendorong dalam meningkatkan kegiatan ekonomi. Munculnya gagasan – gagasan kreatif, diharapkan menimbulkan kemampuan melakukan kegiatan ekonomi.
Berdasarkan INPRES No. 5/2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif untuk tahun 2009 – 2015, pemerintah melakukan usaha mengembangkan kegiatan ekonomi berdasarkan kreativitas, keterampilan dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis yang mendukung industry kreatif dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Konsep ekonomi kreatif yang digunakan dalam desain induk ini mengacu kepada INPRES No. 6 Tahun 2009, era ekonomi baru yang mengintensifkan pemanfaatan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan pada ide dan Stock of Knowledge dari SDM sebagai factor produksi utama dalam kegiatan ekonominya menghasilkan produk atau karya kreatif (Industri kreatif yang terdiri dari 14 klaster sebagaimana tercantum dalam INPRES No. 6 tahun 2009). Perekonomian mengalami transformasi yang tadinya berbasis sumber daya alam (SDA) diikuti menjadi berbasis sumber daya manusia (SDM). Artinya kegiatan ekonomi dikembangkan mencakup industry dengan kreativitas sumber daya manusia sebagai asset utamanya untuk menciptakan nilai tambah ekonomi. Ekonomi kreatif ini dapat tumbuh dari kekuatan ide yang luar biasa, dituangkan dalam aktivitas industry kreatif dan sebagian besar tenaga kerja berada pada sector jasa atau menghasilkan produk abstrak, seperti data, software, berita, hiburan, periklanan, dll.
Ekonomi kreatif merupakan pengembangan konsep yang berlandaskan sumber asset kreatif yang diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan potensi ekonomi. Jumlah penduduk yang banyak dan potensi sumber daya budaya yang beraneka ragam dapat dijadikan sebagai modal untuk mengembangkan industry kreatif. Kekayaan potensi seni budaya dari berbagai daerah sebagai bahan baku industry kreatif, yakni dengan munculnya aneka ragam kerajinan dan berbagai produk masyarakat Indonesia di bidang industry kreatif.
Pemerintah mengidentifikasi lingkup industry kreatif mencakup 14 sub sector yang meliputi periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antic, kerajinan, desain, fashion mode, film video dan fotografi, permainan interaktif, music, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan computer dan piranti lunak, radio dan TV, serta riset pengembangan. Keempat belas (14) lingkup industry kreatif dapat diuraikan sebagai berikut :
1.      Periklanan (Advertising).
Kegiatan ini berkaitan dengan jasa periklanan yakni komunikasi satu arah dengan menggunakan medium tertentu. Meliputi proses kreasi, operasi dan distribusi dari periklanan yang dihasilkan, misalnya riset pasar, perencanaan, komunikasi periklanan, media periklanan luar ruang, produksi material periklanan, promosi dan kampanye relasi public. Selain itu tampilan periklanan di media cetak (surat kabar dan majalah) dan elektronik (televise dan radio), pemasangan berbagai poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamphlet, edaran, brosur dan media reklame sejenis lainnya, distribusi dan delivery advertising materials or samples serta penyewaan kolom untuk iklan.
2.      Arsitektur.
Kegiatan ini berkaitan dengan desain bangunan secara menyeluruh, baik dari level makro (town planning, urban design, lanslandscapehitecture) sampai level mikro (detail konstruksi). Misalnya, arsitektur taman, perencanaan kota, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan sejarah, pengawasan konstruksi, perencanaan kota, konsultasi kegiatan teknik dan rekayasa seperti bangunan sipil dan rekayasa mekanika dan elektrikal.
3.      Pasar Barang Seni.
Kegiatan ini berkaitan dengan perdagangan barang – barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni dan sejarah yang tinggi melalui lelang, galeri / took, pasar swalayan dan internet, meliputi barang – barang music, percetakan, kerajinan, automobile dan film.
4.      Kerajinan (Craft).
Kegiatan ini berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat atau dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai proses penyelesaian produknya. Antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bamboo, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu dan besi), kaca, porselen, kain, marmer, tanah liat dan kapur. Produk kerajinan pada umumnya hanya diproduksi dalam jumlah yang relative kecil (bukan produksi massal).
5.      Desain.
Industry kreatif ini berkaitan dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industry, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran, serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.
6.      Fesyen (Fashion).
Kegiatan ini berkaitan dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya serta konsultasi lini produk berikut distribusi produk fesyen.
7.      Video, Film dan Fotografi.
Kegiatan ini berkaitan dengan kreasi produksi video, film dan jasa fotografi serta distribusi rekaman video dan film. Termasuk didalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron dan eksibisi atau festival film.
8.      Permainan Interaktif (Game).
Kegiatan ini berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi permainan computer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan dan edukasi. Sub sector permainan interaktif bukan didominasi sebagai hiburan semata – mata tetapi juga sebagai alat bantu pembelajaran atau edukasi.
9.      Music.
Kegiatan ini berkaitan dengan kreasi atau komposisi, pertunjukan, reproduksi dan distribusi dari rekaman suara.
10.  Seni Pertunjukan (Showbiz).
Kegiatan ini berkaitan dengan usaha pengembangan konten, produksi pertunjukan. Misalnya, pertunjukan wayang, balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, music tradisional, music teater, opera, termasuk music etnik, desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung serta tata pencahayaan.
11.  Penerbitan dan Percetakan.
Kegiatan ini berkaitan dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, Koran, majalah, tabloid dan konten digital serta kegiatan kantor berita dan pencari berita. Sub sector ini juga mencakup penerbitan perangko, materai, uang kertas, blanko cek, giro, surat andil, obligasi, saham dan surat berharga lainnya, paspor, tiket pesawat terbang dan terbitan khusus lainnya. Juga mencakup penerbitan foto – foto, grafik (engraving) dan kartu pos, formulir, poster, reproduksi, percetakan lukisan dan barang cetakan lainnya serta rekaman mikro film.
12.  Layanan Komputer dan Peranti Lunak (Software).
Kegiatan ini berkaitan dengan pengembangan teknologi informasi, termasuk layanan jasa computer, pengolahan data, pengembangan data base, pengembangan peranti lunak, integrasi system, desain dan analisis system, desain arsitektur peranti lunak, desain prasarana peranti lunak dan peranti keras serta desain portal termasuk perawatannya.
13.  Televisi dan Radio (Broadcasting).
Kegiatan ini berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan acara televise (seperti games, kuis, reality show dan infotainment), penyiaran dan transmisi konten acara televise dan radio, termasuk kegiatan stasion relay (pemancar) siaran radio dan televisi.
14.  Riset dan Pengembangan.
Kegiatan ini berkaitan dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi serta mengambil manfaat terapan dari ilmu dan teknologi tersebut guna perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar. Termasuk yang berkaitan dengan humaniora, seperti penelitian dan pengembangan bahasa, sastra dan seni serta jasa konsultasi bisnis dan manajemen.
Dari uraian tentang sub sector andalan ekonomi kreatif ini menunjukkan bahwa pemerintah menginginkan ekonomi kreatif merupakan salah satu tulang punggung ekonomi nasional. Beberapa hal yang dapat dipahami sebagai pertimbangan kebijakan ini sebagai berikut :
1.      Ekonomi kreatif telah menunjukkan potensi signifikan terhadap penciptaan dan penyerapan tenaga kerja serta pertumbuhan ekonomi.
2.      Ada beberapa jenis modal (Capital) yang dimiliki oleh individu warga bangsa yang dapat menjadikan seseorang atau masyarakat bertahan dan berkembang dalam menghadapi kehidupan yang sangat kompetitif.
Di era globalisasi dimana anatara Negara di dunia tanpa memiliki batas jarak dan waktu, maka dunia menjadi tempat yang sangat dinamis dan kompleks, sehingga kreativitas dan pengetahuan menjadi suatu asset yang tidak ternilai dalam kompetisi dan pengembangan ekonomi. Ekonomi kreatif di era globalisasi ini, telah menarik minat dari berbagai Negara untuk mengembangkan ekonomi, termasuk Indonesia.
Ekonomi kreatif yang dimulai sejak 2006 tersebut dapat melahirkan kegiatan – kegiatan kreatif. Hasil ekonomi kreatif dari berbagai daerah mampu mendongkrak kegiatan ekonomi local dan diharapkan mampu menembus pasar internasional. Misalnya yang dikembangkan di bandung yaitu industry kreatif Fashion dan Sepatu yang banyak diminati dari daerah lain sehingga banyak wisatawan local dan mancanegara berbelanja di bandung. Daerah lain seperti Surakarta yang terkenal dengan Batik dengan Pasar Klewer yang banyak dikunjungi masyarakat dari daerah lain atau mancanegara untuk berbelanja. Potensi – potensi kreatif dari beberapa daerah melakukan kegiatan kreatif secara rutin dengan tujuan untuk memperkenalkan hasil inovasi ke masyarakat local dan dunia. Kegiatan kreatif yang secara rutin diselenggarakan daerah antara lain sebagai berikut :
a.       Bandung, misalnya Helarfest, Braga Festival.
b.      Jakarta, misalnya Festival Kota Tua, PRJ, Jak Jazz, Jiffest.
c.       Surakarta, misalnya Solo Batik Carnival, Pasar Windu Jenar.  
d.      Yogyakarta, misalnya Festival Kesenian Yogyakarta, Pasar Malam Sekaten, Biennale.
e.       Jember, misalnya Jember Fashion Carnaval.
f.       Bali, misalnya Bali Fashion Week, Bali Art Festival, Bali Sanur Festival.
g.      Lampung, misalnya Way Kambas Festival.  
h.      Palembang, misalnya Festival Musi.
2.      Upaya Meningkatkan Ekonomi Kreatif.
System ekonomi Indonesia memiliki acuan yang jelas yaitu UUD 1945, yaitu system ekonomi Pancasila, yang didalamnya terkandung demokrasi ekonomi. Masyarakat memegang peranan aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha. Demokrasi Ekonomi berarti kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh, dari dan untuk rakyat di bawah pengawasan pemerintah. Dalam demokrasi ekonomi ini melibatkan pemerintah, pengusaha swasta dan seluruh rakyat, sehingga dalam pelaksanaannya harus ada kerjasama antara pemerintah, rakyat dan swasta. System ekonomi Indonesia diatur dalam UUD 1945 Pasal 33, bunyi pasal tersebut adalah
1.      Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
2.      Cabang – cabang produksi yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
3.      Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar – besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Berdasarkan bunyi dari 3 ayat pasal 33 UUD 1945, pemerintah berperan menunjang system ekonomi yang berbasis pada kegiatan ekonomi kerakyatan. Peran Negara tersebut antara lain mengembangkan koperasi, mengembangkan BUMN, memanfaatkan segala sumber kekayaan alam demi sebesar – besar kemakmuran masyarakat. Untuk mengembangkan ekonomi kreatif, pemerintah memiliki strategi dengan melaksanakan pembangunan secara terintegrasi antara masyarakat, swasta dan pemerintah. Beberapa strategi tersebut antara lain sebagai berikut :
a.       Menyiapkan insentif untuk memacu pertumbuhan industry kreatif berbasis budaya. Insentif tersebut meliputi perlindungan produk budaya, kemudahan memperoleh dana pengembangan, fasilitas pemasaran dan promosi, hingga pertumbuhan pasar domestic dan internasional.
b.      Membuat Roadmap Industri Kreatif yang melibatkan berbagai lembaga pemerintah dan kalangan swasta.  
c.       Membuat program komprehensif untuk menggerakkan industry kreatif melalui pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, desain, mutu dan pengembangan pasar.
d.      Memberikan perlindungan hokum dan insentif bagi karya industry kreatif. Contoh yang dilindungi adalah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) nya antara lain buku, tulisan, drama, tari, koreografi, karya seni rupa, lagu atau music dan arsitektur. Pemberian hak paten terhadap penemuan baru, merek produk atau jasa, desain industry, desain tata letak sirkuit terpadu dan rahasia dagang.
e.       Membentuk Indonesia Creative Council yang menjadi jembatan untuk menyediakan fasilitas bagi para pelaku industry kreatif.
Kementrian perdagangan melakukan upaya pengembangan ekonomi kreatif untuk mewujudkan strategi pemerintah dengan langkah sebagai berikut :
1.      Pengembangan Database Ekonomi Kreatif Indonesia yang Didudkung dengan Teknologi Informasi.
Updating dan pengembangan data base dan portal Indonesia Kreatif serta informasi yang diperlukan berkenaan dengan perkembangan ekonomi kreatif Indonesia diperlukan untuk pemetaan dan penyajian semua informasi yang terkait dengan pelaku usaha ekonomi kreatif. System informasi dan database yang berbasis multimedia ini nantinya akan saling terintegrasi melalui media internet. System ini diharapkan dapat memberikan kemudahan, kenyamanan, maupun kecepatan dan ketepatan bagi pengguna dalam mengaakses informasi dalam menjawab kebutuhan pelaku ekonomi kreatif akan informasi yang diinginkan.
2.      Peningkatan Penggunaan Teknologi melalui Program Kemitraan.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian pelaku ekspor atau calon pelaku ekspor ekonomi kreatif yang ditekankan pada penerapan teknologi sehingga mampu menghasilkan produk berdaya saing tinggi yang dapat dilakukan bekerja sama dengan institusi tertentu. Bentuk kegiatan berupa Capacity Building melalui pelatihan didalam dan luar negeri, Training of Trainer (Tot) dan fasilitasi infrastruktur kerja kepada beberapa peserta training terbaik.
3.      Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI).
PPKI terdiri atas tiga kegiatan pokok yang diselenggarakan secara pararel yakni pameran, konvensi dan gelar seni budaya. Kegiatan dapat berupa seminar, talk show, dialog dubes, pelatihan, klinik konsultasi, anjungan pembiayaan maupun kegiatan lainnya.
4.      Festival Ekonomi Kreatif.
Dalam kegiatan ini, Kementrian Perdagangan bertindak sebagai Co sponsor penyelenggaraan Festival Ekonomi Kreatif dengan misi “Mempromosikan Ekonomi Kreatif Indonesia” dalam upaya meningkatkan citra dan identitas bangsa Indonesia dalam kerangka Nation branding. Festival Ekre dalam negeri (Java Jazz, Jakarta Food and Fashion Festival) dan Festival Ekre luar negeri (Festival animasi – kartun Internasional, Seoul ; Ottawa International Animation Festival).
5.      Wahana Kreatif.
Sarana memperkenalkan dan mempromosikan produk kreatif, sebagai upaya menampilkan karya dan budaya bangsa Indonesia melalui wahana kreatif kepada pengunjung asing dan dipajang di bandara internasional dan tempat tujuan wisata. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun citra Indonesia dan mempromosikan Indonesia sebagai salah satu Negara pemasok produk kreatif berkualitas dunia.
6.      Peningkatan Jangkauan dan Efektivitas Pemasaran.
Peningkatan jangkauan dan efektivitas pemasaran perlu dilakukan karena banyak potensi ekonomi kreatif yang berkualitas baik didalam maupun luar negeri. Bentuk kegiatan berupa pemasaran melalui gerai atau outlet, distributor, agen dan promotor terkenal, promosi (pameran dan penerimaan misi pembelian) dan Branding.
7.      Riset Ekonomi Kreatif dan Fasilitas Pemberian Insentif yang Mendukung Inovasi.
Riset ekonomi kreatif dan fasilitas pemberian insentif yang mendukung inovasi ini bertujuan untuk merangsang terciptanya instrument, formulasi ilmiah, metodologi baru dan inovasi dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui kegiatan riset dan pemberian insentif.
8.      Fasilitasi kegiatan yang mendorong lahirnya insan kreatif dan Entrepreneur kreatif baru.
Kegiatan fasilitasi kegiatan yang mendorong lahirnya insan kreatif dan entrepreneur kreatif baru untuk merangsang terciptanya insan kreatif dan entrepreneur baru di Indonesia. Bentuk kegiatannya berupa kontes / perlombaaan ekonomi kreatif didalam negeri yang kemudian dilanjutkan dengan pengiriman kontestan terpilih dalam perlombaan ekonomi kreatif skala internasional, training maupun promosi.
9.      Penciptaan Identitas Lokal Daerah Tingkat I dan Tingkat II serta Identitas Nasional.
Penciptaan identitas produk maupun ekonomi kreatif local maupun nasional untuk memperkenalkan produk dan ekonomi kreatif dimaksud kepada dunia luar. Penciptaan identitas ini dimaksudkan untuk membangun image local atau nasional dan dapat berfungsi sebagai branding. Kegiatan juga mendorong agar produk dimaksud didaftarkan dalam HKI, bentuk kegiatan berupa identifikasi potensi produk dan ekonomi kreatif daerah, fasilitasi sertifikasi produk dan ekonomi kreatif daerah.
C.    Memanfaatkan Persaingan Sebagai Peluang Untuk Meraih Keunggulan Ekonomi Bangsa.
Factor yang mempengaruhi terjadinya perdagangan internasional antara lain keunggulan komparatif (Comparative advantage) dan keunggulan mutlak (Absolute Advantage) dari masing – masing negara. Menurut teori perdagangan yang dikemukakan oleh Adam Smith, perdagangan antar dua Negara terhadap dua jenis barang akan terjadi jika masing – masing Negara mempunyai kekuatan dalam memproduksi barang tertentu. Keuntungan yang diperoleh oleh dua Negara tersebut akan menginpor barang – barang lain dengan harga murah daripada memproduksi sendiri. Dengan cara ini, Negara – Negara yang mempunyai keunggulan mutlak (Absolute Advantage) dan mengimpor barang yang mempunyai kerugian mutlak (Absolute Disadvantage).
Negara melakukan spesialisasi dalam menghasilkan barang yang efisien dibandingkan dengan Negara lain dan melakukan perdagangan internasional dengan Negara lain yang mempunyai kemampuan spesialisasi pada produk yang tidak dapat dihasilkan oleh Negara lain secara efisien. Contoh misalnya Indonesia dengan Thailand memproduksi dua jenis barang yaitu pakaian dan tas dengan asumsi masing – masing Negara tersebut menggunakan tenaga dan waktu yang digunakan sama. Ternyata Indonesia mampu menghasilkan barang pakaian lebih banyak, sedangkan Thailand menghasilkan tas lebih banyak. Indonesia memiliki keunggulan mutlak untuk menghasilkan pakaian Thailand memiliki keunggulan mutlak mutlak untuk menghasilkan tas. Keunggulan mutlak terjadi apabila suatu Negara dapat menghasilkan komoditas – komoditas tertentu dengan lebih efisien dibandingkan dengan Negara lain. Keuntungan mutlak adalah keuntungan yang diperoleh Negara karena Negara tersebut mampu memproduksi barang dengan biaya murah dibandingakn dengan Negara lain.
Menurut David Ricardo, perdagangan internasional terjadi apabila ada perbedaan keunggulan komparatif. Teori keunggulan komparatif ini melengkapi teori keunggulan mutlak yang telah dijelaskan diatas. Keunggulan komparatif, menyatakan bahwa suatu Negara mampu menghasilkan barang dan jasa lebih banyak dengan biaya murah daripada Negara lain. Sebagai contoh Indonesia mampu memproduksi kopi atau sawit secara murah, tetapi tidak mampu memproduksi timah seperti halnya Malaysia yang bisa memproduksi timah dengan murah. Ini artinya Indonesia memiliki keungulan komparatif dalam memproduksi kopi atau sawit dan Malaysia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi timah. Keuntungan keunggulan komparatif yaitu dapat meningkatkan standar kehidupan dan pendapatannya jika Negara tersebut melakukan spesialisasi produksi barang atau jasa yang memiliki produktivitas dan efisiensi tinggi.
Berdasarkan penjelasan tentang keunggulan komparatif dan keunggulan mutlak, maka Indonesia tentu memiliki produk unggulan komoditas ekspor yang dapat dijadikan sumber penerimaan devisa bagi Negara. Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah sehingga sebagai pemasok komoditas dunia. Komoditas unggulan yang dapat memberikan kontribusi bagi pasaran dunia antara lain minyak sawit, karet, kopi robusta, beras, kakao, cengkeh, rempah – rempah, timah, batu bara, emas, tembaga, nikel bauksit, bijih besi, tekstil dan kertas atau pulp. Komoditas unggulan tersebut merupakan hasil pertanian dan perkebunan, hasil tambang dan hasil industry. Selain komoditas unggulan pemasok pasaran dunia, komoditas tersebut juga merupakan produk unggulan untuk ekspor di wilayah ASEAN.
Keikutsertaan Indonesia dalam perdagangan internasional dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia. Tantangan yang dihadapi dalam perdagangan internasional dalam era perdagangan bebas akan berdampak yang kurang menguntungkan, antara lain eksploitasi ekonomi, pudarnya identitas kebudayaan dan ancaman fisik lingkungan. Eksploitasi sumber daya alam berdampak pada perusakan lingkungan hidup. Perdagangan bebas juga bisa membuka akses meluasnya budaya barat dalam berbagai kehidupan masyarakat Indonesia. Peluang yang dapat dilakukan dalam era perdagangan bebas yaitu dengan mengandalkan kekayaan sumber daya alam dan melimpahnya tenaga kerja yang dimiliki untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar internasional dengan biaya produksi murah.
D.    Pengembangan Pusat – Pusat Keunggulan Ekonomi Untuk Kesejahteraan Masyarakat.
Indonesia mempunyai banyak keunggulan dalam bidang ekonomi. Keunggulan ekonomi yang dimiliki oleh Indonesia dapat menjadi potensi dan peluang bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Pengelolaan keunggulan ekonomi yang tepat dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
1.      Pusat – Pusat Keunggulan Ekonomi.
Pengelolaan dari pusat keunggulan ekonomi yang ada di Indonesia bisa dikelola sendiri da nada yang dikelola oleh perusahaan atau investor asing. Berikut ini adalah beberapa contoh pusat keunggulan ekonomi yang ada di Indonesia.
a.      PT Freeport Indonesia.
PT Freeport adalah sebuah perusahaan afiliasi dari Freeport  McMoRan Copper & Gold Inc. PT Freeport Indonesia menambang, memproses dan melakukan eksplorasi terhadap bijih yang mengandung tembaga, emas dan perak. Beroperasi di daerah dataran tinggi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia. Freeport Indonesia memasarkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas dan perak ke seluruh penjuru dunia. Adapun kontribusi dan peranan PT Freeport Indonesia bagi Negara adalah :
1.      Menyediakan lapangan pekerjaan bagi sekitar 30.000 orang di Indonesia (Karyawan Freeport terdiri dari 68% karyawan nasional, 30% karyawan Papua, serta 2% karyawan asing).
2.      Menanam investasi > USD 9,7 Miliar untuk membangun inftrastruktur perusahaan dan social di Papua, dengan rencana investasi – investasi yang signifikan pada masa datang.
3.      Freeport telah membeli > USD 11,26 Miliar barang dan jasa domestic sejak 1992.
4.      Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, Freeport telah memberikan kontribusi lebih dari USD 37,46 Miliar dan dijadwalkan untuk berkontribusi lebih banyak lagi terhadap pemerintah Indonesia hingga lebih dari 6,5 Miliar dalam waktu 4 tahun mendatang dalam bentuk pajak, deviden dan pembayaran royalty.
5.      Keuntungan finansial langsung ke pemerintah Indonesia dalam kurun waktu 4 tahun terakhir adalah 59%, sisanya ke perusahaan induk (FCX) 41%. Hal ini melebihi jumlah yang dibayarkan Freeport apabila beroperasi di Negara – Negara lain.
6.      Kajian LPEM – UI pada dampak multiplier effect dari operasi Freeport di papua dan Indonesia di 2011 : 0,8% untuk PDB Indonesia, 45% untuk PDRB Provinsi Papua dan 95% untuk PDRB Mimika.
7.      Membayar pajak 1,7% dari anggaran nasional Indonesia. Membiayai >50% dari semua kontribusi program pengembangan masyarakat melalui sector tambang di Indonesia.
8.      Membentuk 0,8% dari semua pendapatan rumah tangga di Indonesia.
9.      Membentuk 44% dari pemasukan rumah tangga di Provinsi Papua.
10.  Penambangan yang dilakukan oleh Freeport dikelola sesuai dengan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang telah disetujui oleh pemerintah. Freeport terus mengevaluasi potensi dampak operasi tambang melalui pengukuran mutu air, biologi, hidrologi, sedimen, mutu udara dan meteorology secara menerus.
b.      Perusahaan Tambang Minyak Negara (PTMN).
Minyak bumi tidak bisa dipisahkan dari perjuangan bangsa ini. Setelah bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, 17 Agustus 1945, tugas seluruh komponen bangsa adalah mempertahankan kemerdekaan dan mewujudkan kedaulatan atas tanah air beserta seluruh kekayaan alamnya. Penguasaan atas bumi, air dan seluruh kekayaan alam yang terkandung didalamnya untuk sebesar – besar kemakmuran rakyat. Jauh sebelum Perang Dunia II dan perang kemerdekaan, perusahaan – perusahaan minyak asing telah membangun kilang minyak di beberapa tempat di Indonesia seperti Wonokromo, Pangkalan Berandan, Cepu, Balikpapan, Plaju dan Sungai Gerong.
Ada beberapa perusahaan di Indonesia yang berkaitan dengan operasi kilang minyak ini. Perusahaan tersebut dapat dikategorikan sebagai salah satu pusat keunggulan ekonomi Negara kita. Indonesia saat ini mengimpor banyak sekali minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM), pasalnya, selain kebutuhan BBM tinggi, produksi minyak dan kapasitas kilang yang dimiliki tidak cukup. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor minyak pada Maret 2014, impor hasil minyak (Bahan Bakar Minyak/ BBM) mencapai US$ 2,3 miliar. Angka tersebut naik 11,51% atau US$ 3 juta dibandingkan dengan Februari 2014 yang mencapai US$ 2 miliar. Jumlah kapasitas kilang yang terpasang di Indonesia sendiri hanya mencapai 1 juta barel per hari, sementara kebutuhan BBM di Indonesia diperkirakan mencapai 1,5 juta barel perhari. Beberapa contoh kilang minyak di Indonesia sebagai berikut :
1.      Kilang Pangkalan Brandan.
Kilang tersebut milik Pertamina dengan nama Pertamina Unit Pengolahan I Pangkalan Brandan, Sumatera Utara. Kapasitas kilang ini mencapai 5000 barel per hari, sayangnya kilang ini sudah ditutup sejak awal 2007 karena tidak cukupnya pasokan minyak mentah maupun gas. Apalagi kilang ini sudah sangat tua. Unit pengolahan minyak Pangkalan Brandan memiliki sejarah panjang sebagai pelopor dimulainya eksplorasi minyak di Indonesia. Pangkalan Brandan sudah ada sejak 1883, ketika konsesi pertama pengusahaan minyak diserahkan Sultan Langkat kepada Aeilko J. Zijlker untuk daerah Telaga Said dekat Pangkalan Brandan. Pada tahun 1892, kilang minyak di pangkalan Brandan yang dibangun Royal Ductch mulai berjalan. Selanjutnya pada 1901 saluran pipa Perlak – Pangkalan Brandan selesai dibangun. Baru pada tahun 1945, lapangan minyak sekitar Pangkalan Brandan diserahkan pihak Jepang atas nama sekutu kepada bangsa Indonesia. Sejarah Pangkalan Brandan yang panjang sempat membuat masyarakat menolak keputusan Pertamina ini.
2.      Kilang Dumai / Sei Pakning di Riau.
Kapasitas kilang Dumai mencapai 127.000 barel per hari. Berbagai produk bahan bakar minyak (BBM) dan non bahan bakar minyak (NBBM) telah dihasilkan dari kilang putri tujuh dumai-sungai pakning dan telah didistribusikan ke berbagai pelosok tanah air dan manca Negara. Kilang ini dimiliki oleh pertamina dengan nama Pertamina Unit pengolahan II Dumai, Kilang Plaju, Sumatera Selatan. Kilang minyak milik Pertamina ini memiliki kapasitas produksi mencapai 133.000 barel per hari. Kilang ini terintegrasi dengan kilang Petrokimia dan memproduksi produk – produk Petrokimia yaitu Purified Terapthalic Acid (PTA) dan Paraxylene.  
3.      Kilang Cilacap.
Unit pengolahan 1V cilacap merupakan salah satu unit pengolahan di tanah air, yang memiliki kapasitas produksi terbesar yakni 348.000 barrel/ hari, dan terlengkap fasilitasnya. Kilang ini bernilai strategis karena memasok 34% kebutuhan BBM nasional atau 60% kebutuhan BBM di pulau jawa. Selain itu kilang ini merupakan satu- satunya kilang di tanah air yang menproduksi aspal dan base oil untuk kebutuhan pembangunan infrastuktur di tanah air.
4.      Kilang Balikpapan.
Kilang yang berada di Kalimantan timur memiliki kapasitas produsi sebanyak 260.000 barel per hari. Kilang minyak ini terletak di tepi teluk Balikpapan, meliputi areal seluas 2,5 km persegi. Kilang minyak ini terdiri dari unit kilang minyak Balikpapan 1 dan unit kilang minyak Balikpapan 2. Tugas kilang minyak Balikpapan mengolah minyak mentah menjadi peroduk- peroduk yang siap dipasarkan yaitu BBM dan non BBM.
5.      Kilang Kasim.
Kilang BBM Kasim dibangun diatas areal seluas kurang lebih 80 hektar dan terletak di desa Malabam Kecamatan Seget Kabupaten Sorong Papua, bersebelahan dengan Kasim Marine Terminal (KMT) Petro China, kurang lebih 90 km sebelah selatan kota Sorong. Kilang tersebut mulai beroperasi sejak juli 1997 sampai saat ini. Kilang BBM Kasim mengolah Crude local produksi daerah kepala burung Papua. Lokasi kilang BBM ini dipilih disekitar area Petro China dengan dasar pertimbangan sebagai berikut :
a.       Menghemat biaya transportasi karena dekat dengan sumber bahan baku (crude) dan pasar.
b.      Mengurangi biaya investasi dengan memanfaatkan beberapa fasilitas yang tersedia di area petro China antara lain dermaga, akses jalan, dan tanki.
c.       Tersedianya area dengan luas yang cukup untuk pengembangan kilang BBM Kasim pada waktu yang akan datang
d.      Lokasi kilang di tengah hutan (jauh dari pemukiman penduduk).
Kilang BBM Kasim mempunyai Kapasitas 10.000 barrel/ hari, dirancang untuk mengolah Crude (minyak mentah), Walio (60%) dan Salawati (40%). Dari total produksi BBM RU VII dapat memberi kontribusi sekitar 15% dari total kebutuhan MALIRJA (Maluku dan Irian Jaya)
6.      Kilang Balongan.
Kilang ini merupakan kilang paling terakhir dibangun Pertamina dari tujuh kilang yang dimiliki Pertamina, RU VI Balongan mulai beroperasi sejak 1994. Kilang ini berlokasi di Indramayu (jawa Barat) sekitar +200 km arah timur Jakarta, dengan wilayah operasi di Balongan, Mundu dan Salam Darma. Bahan baku yang diolah di Kilang RU VI Balongan adalah minyak mentah Duri dan Minas yang berasal dari Provinsi Riau. Kilang ini memproduksi seperti Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Solar, Pertamina DEX, Kerosine (Minyak Tanah), LPG, Propylene. Pertamina RU VI mempunyai kontribusi yang besar dalam menghasilkan pendapatan, baik bagi PT Pertamina maupun bagi Negara. Selain itu, RU VI Balongan mempunyai nilai strategis dalam menjaga kestabilan pasokan BBM ke DKI Jakarta, Banten, sebagian Jawa Barat dan sekitarnya yang merupakan sentra bisnis dan pemerintahan Indonesia.
7.      Kilang Cepu.
Pada tanggal 5 Oktober 1945 berdasarkan Maklumat Menteri Kemakmuran nomor 5, daerah perminyakan Cepu secara resmi menjadi perusahaan Tambang Minyak Negara. Tugasnya menjamin pengadaan BBM untuk rakyat dan pertahanan di Jawa. PTMN Cepu adalah salah satu perusahaan yang dapat membantu pemerintah dalam hal BBM yang banyak sekali manfaatnya bagi angkatan perang. Kilang Minyak Cepu ditopang 6 lapangan minyak, yaitu Kawenangan, Nglondo, Ledok, Semanggi, Tapen dan Tambak Rejo.
c.       Batik Indonesia.
Batik merupakan salah satu hasil ekonomi kreatif yang dikembangkan Indonesia sejak dulu. Beberapa wilayah di Indonesia menghasilkan kain batik berdasarkan ciri khas dari masing – masing daerah. Batik yang terkenal di Indonesia berasal dari Surakarta, Yogyakarta dan Pekalongan. Corak batik dari masing – masing daerah tidaklah sama tergantung dari kebudayaan daerah tersebut. Batik merupakan salah satu keunggulan ekonomi yang dimiliki oleh Indonesia yang mampu menembus pasar internasional dengan ciri khas tertentu.
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menggerakkan malam pada kain itu. Kemudian pengolahannya diproses dengan tertentu yang memiliki kekhasan batik Indonesia secara teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait. UNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan Nonbendawi sejak tanggal 2 Oktober 2009. Dilihat dari tekniknya batik di bagi menjadi tiga sebagai berikut :
1.      Batik Tulis
Merupakan kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik yang menggunakan tangan. Satu kain batik dapat dihasilkan dengan waktu kurang lebih 2 – 3 bulan.
2.      Batik Cap
Adalah kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik yang dibentuk dengan cap (biasanya terbuat dari tembaga). Butuh waktu 2 – 3 hari untuk pembuatan batik ini.
3.      Batik Lukis
Adalah proses pembuatan batik dengan cara melukis pada kain putih. Pewarnaan pada batik tulis biasanya menggunakan serat – serat.
Batik berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan ciri khasnya sendiri – sendiri. Selain itu, batik mempunyai corak yang bermacam – macam menurut daerah asalnya. Batik pantas menjadi salah satu keunggulan bangsa, cagar budaya dan cagar usaha yang bernilai sangat tinggi. Dari situlah banyak pihak yang kemudian terdorong untuk membangun pusat – pusat batik, baik pusat produksi ataupun pusat penjualan. Melalui pusat batik nusantara semacam ini memudahkan para pedagang ataupun pengrajin dalam memasarkan hasil produksinya. Usaha tersebut juga sebagai cara agar batik sebagai salah satu pusat keunggulan ekonomi di Indonesia lebih banyak diperhatikan lagi.
Untuk membantu mengamankan motif batik, Departemen Perindustrian mendokumentasikan 2.788 motif batik dan tenun tradisional agar tidak dicuri oleh Negara lain. Bagaimana solusi lain dari pemerintah agar mendongkrak batik secara ekonomi ?. saat ini pemerintah sudah mulai mewajibkan para pegawai pemerintahan untuk mengenakan batik pada hari tertentu, para siswa di berbagai sekolah juga sudah banyak yang diwajibkan untuk memakai batik, dsb. Kebijakan ini tentunya akan menguntungkan para perajin dan pusat ekonomi kreatif batik lebih banyak memproduksi batik mereka.
2.      Pengaruh Pusat – Pusat Keunggulan Ekonomi.
Pusat keunggulan ekonomi di Indonesia berpengaruh besar dalam berbagai bidang kehidupan. Pengaruh yang ditimbulkan tersebut dapat bersifat positif dan negative.
a.      Migrasi Penduduk.
Perbedaan karakteristik ruang dan sumber daya yang dimiliki pada berbagai Negara menyebabkan setiap Negara memiliki keunggulan ekonomi yang mendorong untuk melakukan mobilitas penduduk. Pergerakan tersebut mencakup pula pergerakan sumber daya berupa barang atau komoditas antar Negara. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya. Mereka melakukan mobilitas untuk memperoleh sesuatu yang tidak tersedia di daerah asalnya. Alas an tersebut sangat beragam tetapi umumnya karena alas an ekonomi. Mobilitas penduduk ada yang bersifat sementara dan ada pula yang bersifat permanen. Mobilitas penduduk yang sifatnya sementara dapat dibedakan menjadi komutasi dan sirkulasi. Mobilitas penduduk yang sifatnya menetap atau permanen disebut migrasi.
Migrasi penduduk dapat dibedakan menjadi migrasi internal dan internasional.
1.      Migrasi internal adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya dalam satu Negara. Migrasi Internal yang terjadi di Indonesia dapat dibedakan menjadi Urbanisasi dan Trasmigrasi.
2.      Migrasi Internasional adalah perpindahan penduduk antar Negara.
Pusat keunggulan ekonomi yang ada di Indonesia dapat berpengaruh terhadap perpindahan penduduk atau migrasi. Penduduk akan melakukan perpindahan ke wilayah yang mendekati pusat keunggulan tersebut.
b.      Transportasi. 
Dalam kegiatan transportasi, keberadaan pusat keunggulan ekonomi juga membawa pengaruh besar. Mobilitas penduduk dalam suatu Negara atau antar Negara tidak dapat dilakukan taanpa adanya sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Untuk mendukung mobilitas penduduk antar Negara, pemerintah membangun sarana jalan, bandara, pelabuhan, kapal laut dan pesawat. Dengan tersedianya sarana tersebut, interaksi social, budaya, ekonomi antar penduduk Negara di dunia ini dapat berjalan dengan baik. Jaringan jalan sangat penting dalam mendukung aktivitas social ekonomi penduduk. Sarana perhubungan lainnya yang dikembangkan oleh masing – masing Negara adalah sarana transportasi laut. Agar interaksi antar Negara berjalan dengan baik, maka pemerintah Indonesia terus meningkatkan prasarana transportasi lautnya.
Kapal laut memiliki keunggulan dibandingkan dengan pesawat dari segi jumlah penumpang dan barang yang mampu diangkutnya. Bahkan, untuk mengangkut barang dalam jumlah besar, misalnya bahan tambang dan mobil, maka kapal laut menjadi pilihan satu – satunya. Sarana trasportasi berikutnya adalah trasportasi udara. Transportasi udara semakin menjadi pilihan masyarakat Indonesia, terutama kelompok masyarakat menengah keatas. Sarana transportasi tersebut memiliki keunggulan dalam hal kecepatan. Namun, kelemahannya adalah harga tiket yang belum terjangkau oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. Pemerintah berupaya membangun sarana prasarana transportasi udara dengan membangun bandara di sejumlah daerah. Pesawat juga terus ditingkatkan jumlah dan kualitasnya sesuai kebutuhan dengan mengikutsertakan pihak swasta.
Pemanfaatan sarana transportasi udara tidak hanya untuk mengangkut penumpang tetapi juga barang dengan jumlah terbatas. Transportasi udara sangat membantu mobilitas penduduk antar Negara. Dengan keunggulan kecepatan mencapai daerah tujuan, maka interaksi antar Negara semakin mudah dan cepat. Kegiatan ekonomi semakin berkembang di berbagai Negara dan interaksi social antar Negara menjadi semakin sering dilakukan. Sebagai contoh jalan dan infra struktur dibangun sebagai sarana pendistribusian dari bahan baku atau hasil dari PT. Freeport.
c.       Lembaga Sosial Ekonomi.
Di masa Globalisasi sekarang ini, bangsa Indonesia sedang mengalami sebuah perubahan yang besar di berbagai sector. Ini dibuktikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begityu cepat. Dengan kemajuan teknologi dan informasi seperti televise, computer, internet serta media cetak dan elektronik mengakibatkan masyarakat Indonesia dapat dengan mudah mengakses informasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Lembaga Sosial adalah keseluruhan dari system norma yang terbentuk berdasarkan tujuan tertentu dalam masyarakat. Dapat juga dikatakan bahwa lembaga social merupakan himpunan norma segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok didalam kehidupan masyarakat.
Dalam masyarakat Indonesia yang heterogen terdapat berbagai jenis lembaga social dimana satu sama lain saling berhubungan dan saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Masyarakat Indonesia merupakan satu kesatuan dari struktur yang terdapat dalam masyarakat, yang terdiri atas berbagai macam lembaga social, stratifikasi social, nilai dan norma social, serta kelompok – kelompok social. Didalam kehidupan masyarakat akan terlihat berbagai macam lembaga social yang ada, seperti lembaga pendidikan, keluarga, politik dan ekonomi. Hubungan antara lembaga social dalam masyarakat tidak selalu sejalan dan serasi. Ketidakcocokan antara berbagai lembaga social dapat kita lihat dalam kehidupan masyarakat.
Lembaga ekonomi bagian dari lembaga social yang mengatur tata hubungan antar individu yang menyangkut pemenuhan kebutuhan pokok manusia. Lembaga ekonomi ialah lembaga yang mempunyai kegiatan bidang ekonomi demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat. Keberadaan pusat  keunggulan ekonomi juga berkaitan dengan bermunculannya lembaga social ekonomi.  
d.      Pendidikan.
Globalisasi di bidang ekonomi akan mempengaruhi pendidikan penduduk suatu Negara. Pendidikan bagian terpenting dari pembangunan nasional. Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembangunan nasional terutama untuk perkembangan ekonomi. Setiap Negara berusaha meningkatkan kualitas pendidikan agar menghasilkan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif dan mampu bersaing di tingkat internasional. Keunggulan pusat – pusat ekonomi membutuhkan tenaga – tenaga ahli dan terampil. Sebagai contoh Freeport menetapkan kuota posisi di berbagai departemen untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja oleh lulusan baru dari perguruan tinggi bereputasi, baik didalam maupun luar negeri yang memiliki potensi dan berkualifikasi untuk nantinya dapat bekerja di departemen – departemen terkait dalam jangka waktu tertentu. Pada tahun 2003 di bangun Institut Pertambangan Newangkawi (IPN). Untuk memberikan kesempatan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap maupun perilaku yang professional di bidang operasi dan penunjangnya. Program magang 3 tahun dengan 4 bulan masa belajar off job dan 8 bulan on job. IPN mengikuti standar nasional dan peraturan dari ESDM serta standar internasional lainnya.
e.       Pekerjaan.
Dengan tumbuhnya pusat – pusat keunggulan ekonomi, maka berdampak bertambahnya produksi barang dalam negeri meningkat apabila pusat keunggulan tersebut mampu menarik minat pasar luar negeri. Kenaikan jumlah produksi tersebut berakibat pada bertambahnya kebutuhan tenaga kerja, sehingga akan memperluas lapangan kerja.
Sebagai contoh kebijakan Freeport adalah untuk memberikan kesempatan bekerja yang sama kepada seluruh masyarakat Indonesia. Pada tahun 2012, PT Freeport Indonesia mempekerjakan lebih dari 11.700 karyawan langsung dan lebih dari 12.400 karyawan kontraktor. Jumlah karyawan langsung Freeport : 64,04% Non Papua, 34,63% Papua dan 1,33% Asing. Jumlah karyawan Freeport ditambah Perusahaan mitra dan Kontraktor, termasuk Institut Pertambangan Newangkawi (IPN) 97,8% Indonesia, 2,2% Asing. Sejak tahun 1996 perusahaan telah menggandakan jumlah karyawan Papua.
Dalam 10 tahun, jumlah karyawan Papua di tingkat staf meningkat 4 kali lipat, jumlah staf karyawan Papua di tingkat Supervisor 6 kali lipat. Karyawan Papua memegang fungsi strategis manajemen di Freeport 5 Vice President dan 36 Jajaran Manajerial. Meningkatkan karyawan staf wanita di Freeport dan kontraktor 12% tahun 2003 dan meningkat menjadi 13,5% pada 2012. Freeport berupaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan menjadikan keselamatan sebagai budaya dalam organisasi Freeport. PT ini memiliki satu catatan terbaik dalam industry sumber daya alam, tapi yang terpenting bagi Freeport adalah tidak terjadinya kecelakaan.
Kebijakan Freeport Indonesia adalah untuk terus mempekerjakan lebih banyak pegawai yang berasal dari Papua. Freeport Indonesia mendirikan Institut Pertambangan Newangkawi, sebuah sekolah tinggi untuk mempersiapkan tenaga kerja asal Papua yang terampil untuk bekerja di area perusahaan. Sekolah itu telah mendidik dan melatih ribuan pemuda asli Papua dimana saat ini mereka telah bekerja di PT Freeport maupun berbagai perusahaan kontraktor serta privatisasinya.
E.     Pasar Bebas.
Pasar bebas atau dikenal juga dengan perdagangan bebas adalah kebijakan dimana pemerintah tidak melakukan diskriminasi terhadap impor atau ekspor. Perdagangan bebas dapat dicontohkan dengan Uni Eropa, MEA, dan sebagainya. Kebijakan perdagangan bebas umumnya mempromosikan hal – hal berikut ;
1.      Perdagangan barang tanpa pajak termasuk tariff atau hambatan perdagangan lainnya.
2.      Perdagangan jasa tanpa pajak atau hambatan perdagangan lainnya.
3.      Akses ke pasar yang tidak diatur.
4.      Akses informasi pasar yang tidak diatur.
Banyak organisasi dalam kaitannya dengan perdagangan atau pasar bebas. Adapun beberapa macam organisasi ekonomi dalam rangka perdagangan bebas sebagai berikut :
1.      Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
a.      Latar Belakang Berdirinya.
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) secara singkatnya bisa diartikan sebagai bentuk integrasi ekonomi ASEAN yang artinya semua Negara – Negara yang berada di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) menerapkan sistemperdagangan bebas. Kurang lebih dua decade yang lalu tepatnya Desember 1997 ketika KTT ASEAN adanya kesepakatan yang intinya menitikberatkan pada pembentukan kawasan ASEAN yang stabil, makmur dan kompetitif dengan pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata serta dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan social. Pada bulan Oktober 2003 ketika KTT ASEAN di Bali, Indonesia menyatakan bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi tujuan dari integrasi ekonomi regional di kawasan Asia Tenggara yang akan diberlakukan pada tahun 2020. Namun demikian, nyatanya kita mengetahui bahwa tahun 2015 ini merupakan awal tahun diberlakukannya MEA. Hal tersebut sesuai dengan Deklarasi Cebu yang merupakan salah satu hasil dari KTT ASEAN ke 12 pada Januari 2007. Pada KTT tersebut para pemimpin ASEAN bersepakat untuk mengubah ASEAN menjadi daerah dengan perdagangan bebas, baik barang maupun jasa, investasi, tenaga kerja professional dan aliran modal (dana).
ASEAN economic Community yang dibentuk dengan misi menjadikan perekonomian di ASEAN menjadi lebih baik serta mampu bersaing dengan Negara – Negara yang perekonomiannya lebih maju dibandingkan dengan kondisi Negara ASEAN saat ini. Selain itu, dengan terwujudnya ASEAN Community, dapat menjadikan posisi ASEAN menjadi lebih strategis di kancah internasional, sehingga terjadi suatu dialog antar sector yang dimana nantinya juga saling melengkapi di antara para Stakeholder sector ekonomi di Negara – Negara ASEAN. 
b.      Tujuan
Tujuan utama MEA 2015 yang ingin menghilangkan secara signifikan hambatan – hambatan kegiatan ekonomi lintas kawasan tersebut, diimplementasikan melalui 4 pilar utama, sebagai berikut :
a.       MEA akan dijadikan sebagai kawasan yang memiliki perkembangan ekonomi yang merata, dengan memprioritaskan pada Usaha Kecil Menengah (UKM). Kemampuan daya saing dan dinamisme UKM akan ditingkatkan dengan memfasilitasi akses mereka terhadap informasi terkini, kondisi pasar, pengembangan sumber daya manusia dalam hal peningkatan kemampuan, keuangan serta teknologi.
b.      MEA akan dibentuk sebagai kawasan ekonomi dengan tingkat kompetisi yang tinggi, yang memerlukan suatu kebijakan yang meliputi Competition Policy, Consimer Protection, Intelectual Property Rights (IPR), Taxation dan E-Commerce. Dengan demikian, dapat tercipta iklim persaingan, menciptakan jaringan dari agen – agen perlindungan konsumen, mencegah terjadinya pelanggaran hak cipta, menciptakan jaringan transportasi yang efisien, aman dan terintegrasi, menghilangkan system Double Taxation, serta meningkatkan perdagangan dengan media elektronik berbasis online.
c.       MEA sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional (single market and international production base) dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas.
d.      MEA akan diintegrasikan secara penuh terhadap perekonomian global dengan membangun sebuah system untuk meningkatkan koordinasi terhadap Negara – Negara anggota. Selain itu, akan ditingkatkan partisipasi Negara – Negara di kawasan Asia tenggara pada jaringan pasokan global melalui pengembangan paket bantuan teknis kepada Negara – Negara Anggota ASEAN yang kurang berkembang. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan industry dan produktivitas sehingga tidak hanya terjadi peningkatan partisipasi mereka pada skala regional namun juga memunculkan inisiatif untuk terintegrasi secara global.
2.      ASEAN Free Trade Area (AFTA).
a.      Latar Belakang.
ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari Negara – Negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya. AFTA dibentuk pada waktu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura tahun 1992. Awalnya AFTA merupakan wujud kesepakatan dari Negara – Negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia yang akan dicapai dalam waktu 15 tahun (1993 – 2008), kemudian dipercepat menjadi tahun 2003 dan terakhir dipercepat lagi menjadi tahun 2002.
Skema Common Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade Area (CEPT – AFTA) merupakan suatu skema untuk mewujudkan AFTA melalui penurunan tariff hingga menjadi 0 – 5%, penghapusan pembatasan kwantitatif dan hambatan – hambatan non tariff lainnya. Perkembangan terakhir yang terkait dengan AFTA adalah adanya kesepakatan untuk menghapuskan semua bea masuk impor barang bagi Brunai Darussalam pada 2010, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Bagi kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam pada tahun 2015. Produk yang dikategorikan dalam General Exception adalah produk – produk yang secara permanen tidak perlu dimasukkan kedalam CEPT – AFTA, karena alas an keamanan nasional, keselamatan atau kesehatan bagi manusia, binatang dan tumbuhan, serta untuk melestarikan objek – objek arkeologi dan budaya. Indonesia mengkategorikan produk – produk dalam kelompok senjata dan amunisi, minuman beralkohol dan sebagainya sebanyak 68 pos tariff sebagai General Exception.
b.      Tujuan AFTA.  
Tujuan AFTA diantaranya :
a.       Menjadikan kawasan ASEAN sebagai tempat produksi yang kompetitif sehingga produk ASEAN memiliki daya saing kuat di pasar global.
b.      Menarik lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI).
c.       Meningkatkan perdagangan antar anggota ASEAN (intra – ASEAN Trade).
3.      Asia Pacific Economic Corporation (APEC).
Perubahan di uni soviet dan Eropa Timur merupakan salah satu latar belakang berdirinya APEC. Runtuhnya Uni Soviet dengan system ekonomi komunis yang tertutup secara bertahap diikuti oleh Negara Eropa Timur yang berubah menjadi system ekonomi liberal dan bebas. Kemudian muncullah kesadaran bahwa pada dasarnya setiap Negara saling membutuhkan. Pada saat itu sedang berlangsung perundingan di Uruguay yang melatarbelakangi terbentuknya WTO. Karena kekhawatiran gagalnya perundingan tersebut, kemudian terbentuklah APEC. Organisasi APEC diprakarsai Perdana Menteri Australia, Bob Hawke ketika berpidato di SEOUL tahun 1989. Pada akhir tahun 1989, 12 negara yang hadir di Canbera sepakat mendirikan APEC. Tujuan pembentukan APEC adalah
a.       Meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik dan meningkatkan kerjasama ekonomi melalui peningkatan volume perdagangan dan investasi.
b.      Memperjuangkan kepentingan ekonomi di kawasan asia Pasifik.
c.       Tempat usaha Negara maju untuk membantu Negara berkembang.
d.      Meningkatkan perdagangan dan investasi antar anggota.
e.       Menjalankan kebijakan ekonomi secara sehat dengan tingkat inflasi rendah.
f.       Mengurangi dan mengatasi sengketa ekonomi perdagangan.
4.      Uni Eropa (Masyarakat Ekonomi Eropa / MEE).
a.      Latar Belakang Berdirinya.
Masyarakat Ekonomi Eropa (European Economic Community) disebut juga Uni Eropa (European Union). Sejak berakhirnya Perang Dunia II, Eropa mengalami kemiskinan dan perpecahan. Usaha untuk mempersatukan Eropa sudah dilakukan. Namun, keberhasilannya tergantung pada dua Negara besar, yaitu Prancis dan Jerman Barat. Pada tahun 1950, Menteri Luar Negeri Prancis, Maurice Schuman berkeinginan menyatukan produksi baja dan batubara Prancis dan Jerman dalam wadah kerjasama yang terbuka untuk Negara – Negara Eropa lainnya, sekaligus mengurangi kemungkinan terjadinya perang. Keinginan itu terwujud dengan ditandatanganinya perjanjian pendirian Pasar bersama Batu Bara dan Baja Eropa atau European Coal and Steel Community (ECSC) oleh enam negara, yaitu Prancis, Jerman Barat (republic Federal Jerman – RFJ), Belanda, belgia, Luksemburg dan Italia. Keenam Negara tersebut selanjutnya disebut The Six State. Keberhasilan ECSC mendorong Negara – Negara The Six State membentuk pasar bersama yang mencakup sector ekonomi. Hasil pertemuan di Messina, pada tanggal 1 juni 1955 menunjuk Paul Henry Spaak (menlu Belgia) sebagai ketua komite yang harus menyusun laporan tentang kemungkinan kerjasama ke semua bidang ekonomi.
Melalui perjanjian Maastrich, ke 12 negara anggota Masyarakat Eropa dipersatukan dalam mekanisme Kesatuan Eropa, dengan pelaksanaan secara bertahap. The Treaty on European Union mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 1993, setelah diratifikasi oleh semua parlemen anggota masyarakat Eropa. Mulai tahun 1999, Masyarakat Eropa hanya mengenal satu mata uang yang disebut European Currency Unit (ECU) atau (European Union – EU). Beberapa bentuk perjanjian yang pernah dilakukan MEE harus mengalami beberapa kali amandemen. Hal itu berkaitan dengan bertambahnya anggota.
Pada tahun 2004 keanggotaan Uni Eropa berjumlah 25 negara. 10 negara yang menjadi anggota baru Uni Eropa sebelumnya berada di wilayah Eropa Timur. Negara anggota Uni eropa yang baru itu adalah republic Ceko, Estonia, Hongaria, Latvia, Lithuania, Malta, Polandia, Siprus, Republik Slovakia dan Slovenia. Pada tahun 2007, Bulgaria dan Rumania juga diharapkan bergabung dengan Uni Eropa. Sementara itu, permintaan Turki untuk menjadi anggota Uni Eropa masih ditangguhkan. Hal itu disebabkan Turki belum melaksanakan perubahan.
b.      Tujuan MEE.
Tujuan MEE sebagai berikut :
1.      Integrasi Eropa dengan cara menjalin kerjasama ekonomi, memperbaiki taraf hidup dan memperluas lapangan kerja.
2.      Memajukan perdagangan dan menjamin adanya persaingan bebas serta keseimbangan perdagangan antar Negara anggota.
3.      Menghapuskan semua rintangan yang menghambat lajunya perdagangan internasional.
4.      Meluaskan hubungan dengan Negara – Negara selain anggota MEE.
5.      World Trade Organization (WTO).
a.      Latar Belakang Berdirinya.
WTO sebagai organisasi perdagangan dunia merupakan satu – satunya badan internasional yang mengatur masalah perdagangan antar Negara. Organisasi ini dibentuk tanggal 1 Januari 1995 untuk menggantikan GATT (General Agreement on Traffict and Trade). WTO terbentuk setelah dilakukannya perundingan putaran Uruguay atau Uruguay Round (1986 – 1994). Putaran tersebut mencakup semua bidang perdagangan. Para peserta setuju suatu pajak pemotongan atas bea masuk terhadap produk – produk tropis dari Negara berkembang, menyelesaikan sengketa dan menyepakati agar para anggota memberikan laporan regular mengenai kebijakan perdagangan. Pada akhirnya persetujuan dalam perundingan di Uruguay meliputi barang, jasa, kepemilikan intelektual dan penyelesaian sengketa. Anggota WTO saat ini lebih dari 150 negara dengan 117 negara di antaranya Negara berkembang.
b.      Tujuan WTO.
Tujuan WTO sebagai berikut :
1.      Meningkatkan kesejahteraan Negara – Negara anggota melalui perdagangan bebas.
2.      Membantu produsen barang dan jasa serta eksportir dan importir dalam kegiatan perdagangan.
3.      Mendorong lebih terbukanya perdagangan dunia.
4.      Menciptakan rangkaian aturan dan prinsip guna mengatur perdagangan internasional.
5.      Menyusun kewajiban anggotanya untuk menjamin berjalannya system internasional non diskriminasi.
6.      Menyediakan forum untuk membicarakan isu – isu perdagangan internasional.
7.      Menyediakan mekanisme penyelesaian perdagangan internasional.
Jangan Lupa Klik Iklannya (X), gratis kok. Supaya saya lebih bersemangat menulis di Blog ini.

Comments